Parenting

PARENTING
10 Mei 2020

4 Tantangan Membesarkan Anak Introvert dan Cara Mengatasinya

Bagaimana sebaiknya menghadapi karakter anak introvert?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Intan Aprilia

Membesarkan anak introvert dengan karakternya yang cenderung pendiam dan lebih asyik sendiri memang memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua, tapi bukan berarti tidak bisa disiasati.

Menurut Jennifer Granneman, penulis buku The Secret Lives of Our Introverts, anak introvert umumnya memiliki 7 karakteristik khas, yaitu:

  • Memiliki imajinasi yang sangat kaya.
  • Melihat diri dan dunia sekitarnya dengan pemahaman yang lebih mendalam.
  • Lebih banyak melakukan observasi sebelum bertindak.
  • Butuh waktu untuk akrab dan terbuka dengan orang lain.
  • Kesulitan beradaptasi saat harus beraktivitas dengan banyak orang sekaligus.
  • Tidak suka bersosialisasi terlalu lama.

Baca Juga: Moms, Jangan Sembarangan Percaya dengan 3 Mitos Tentang Anak Introvert Ini!

Tantangan Membesarkan Anak Introvert

Nah, apa saja yang bisa orang tua lakukan untuk menyiasati tantangan dalam membesarkan anak introvert? Silakan baca sampai selesai untuk tahu jawabannya ya, Moms.

1. Sulit Menyesuaikan Diri Dengan Suasana Baru

4 Tantangan Membesarkan Anak Introvert Dan Cara Mengatasinya 1.jpeg

Foto: warriormumsvillage.com

Setiap orang tua tentu ingin mendorong anaknya mencoba hal baru, bertemu dengan teman baru, dan pergi ke tempat baru sebanyak mungkin.

Walau terlihat menyenangkan, anak introvert mungkin akan terlihat enggan atau sulit untuk diajak melakukannya.

Bukan karena tidak tertarik atau malas, tapi karena suasana baru dan bertemu orang baru bisa membuat para introvert cemas dan kewalahan.

Untuk mempersiapkan mental dan ekspektasinya, sebaiknya Moms terlebih dulu mengajak Si Kecil berdiskusi atau memberikan gambaran seputar aktivitas atau orang baru yang akan ditemuinya nanti.

2. Jarang Mengekspresikan Diri

4 Tantangan Membesarkan Anak Introvert Dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: all4women.co.za

Berbeda dengan anak ekstrovert yang ekspresif dan sering spontan menyampaikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya, anak introvert umumnya jarang mengeskpresikan diri secara verbal dan terbuka.

Karakter ini mungkin membuat orang tua merasa komunikasi tidak berjalan dengan lancar, karena kesulitan “membaca” pikiran dan perasaan buah hatinya.  

Mengutip psikolog dan pakar parenting Dr. Michele Borba pada sheknows.com, beberapa hal berikut bisa dilakukan orang tua supaya komunikasi dengan anak introvert lebih lancar:

  • Memberikan pertanyaan terbuka yang mengundang Si Kecil untuk lebih banyak bicara.
  • Pilih waktu yang tepat untuk mengobrol, setelah Si Kecil beristirahat dan dalam suasana santai.
  • Berikan kesempatan untuk menjawab, karena anak introvert mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merespon.
  • Selalu berikan perhatian penuh saat Si Kecil berbicara, terutama karena butuh usaha besar baginya untuk mengekspresikan diri.

Baca Juga: Apa Saja Kendala Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak?

3. Tampak Kurang Pandai Bergaul

4 Tantangan Membesarkan Anak Introvert Dan Cara Mengatasinya 3.jpg

Foto: brighthorizons.com

Anak introvert seringkali dicap pemalu atau tidak pandai bergaul, karena tampak lebih sering menyendiri, memperhatikan, dan tidak banyak bicara.

Selain butuh waktu untuk observasi dan menyesuaikan diri yang lebih lama, para introvert sebenarnya lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas jika menyangkut pertemanan.

Jadi sebaiknya Moms dan Dads tidak perlu khawatir kalau Si Kecil hanya punya sedikit teman, dan menahan diri untuk tidak terlalu memaksanya memiliki banyak teman atau cepat akrab dengan orang baru.

4. Butuh Banyak Waktu Sendiri

4 Tantangan Membesarkan Anak Introvert Dan Cara Mengatasinya 4.jpg

Foto: mysleepymonkey.com

Kalau sepulang sekolah Si Kecil tampak lebih banyak diam di rumah dan asyik berkegiatan sendiri, bukan berarti dia tidak aktif atau malas ya, Moms.

Menurut The Center for Parenting Education, cara para introvert untuk mengisi kembali energi mereka setelah beraktivitas adalah dengan menghabiskan waktu sendiri melakukan hal yang disukainya.

Jadi pastikan Si Kecil selalu punya waktu santai sendiri di sela kesibukannya supaya ia tetap nyaman, berenergi, dan mudah diajak bekerja sama ya, Moms.

Baca Juga: 7 Bentuk Komunikasi Nonverbal yang Bikin Moms Lebih Dekat dengan Anak

Anak introvert memang terlihat lebih tertutup dan penyendiri, tapi bukan berarti dia kesepian atau tidak bahagia.

Yang terpenting, pastikan komunikasi tetap lancar dan selalu berikan dukungan penuh pada setiap aktivitas positifnya.

Apakah ada tantangan lain yang pernah Moms hadapi dalam membesarkan anak introvert?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait