Rupa-rupa

29 Juni 2021

Sarana Edukasi Anak, Ini 10 Ragam Tarian Tradisional Indonesia

Mnegenal tarian tradisional Indonesia sangat penting untuk pengetahuan anak-anak.
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Mengenal tarian tradisional Indonesia tentu sangat penting untuk anak. Tak hanya sebatas pulau Jawa, ada 34 macam tarian provinsi dari Aceh hingga Papua yang harus Si Kecil kenali.

Tari atau gerak tubuh merupakan salah satu seni pertunjukan yang diselaraskan dengan iringan alat musik.

Indonesia sendiri cukup terkenal dengan keanekaragaman budayanya, termasuk tarian tradisional Indonesia yang selalu menjadi sorotan.

Biasanya tarian budaya ini ditampilkan dalam acara penyambutan tamu, memperingati hari atau acara penting, serta untuk ritual keagamaan.

Jenis Tarian Tradisional Indonesia

Indonesia adalah negeri yang penuh dengan budaya dan tradisi, tak heran jika budaya Indonesia disukai hingga mancanegara.

Sejak dulu, tari selalu menjadi bagian penting dari budaya Indonesia karena digunakan untuk merayakan tonggak penting dalam kehidupan.

Baik untuk ritual keagamaan ataupun adat istiadat tertentu.

Baca Juga: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia, Ini 15 Tarian Tradisional Jawa Timur

Untuk lebih memahami dan membenamkan diri dalam budaya Indonesia, berikut daftar jenis tarian tradisional Indonesia yang harus Moms ketahui:

1. Tari Saman - Aceh

Tarian Tradisional Indonesia - Saman.jpeg

Foto: kemlu.go.id

Kita bermula dari tarian tradisional Indonesia dari provinsi Aceh, yakni tari Saman.

Ini salah satu tarian paling terkenal dari indonesia, bahkan telah dipentaskan di banyak negara asing dan dimasukkan oleh UNESCO dalam 'List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding.'

Melansir dari Kemendikbud Indonesia, tari Saman masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk peserta tari Saman terbanyak.

Acara bertajuk "10.001 Penari Saman" pada 13 Agustus 2017 mempertemukan 12.262 penari di Stadion Thousand Hills di kota Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh.

Meskipun pada awalnya tarian tradisional Indonesia ini dibawakan oleh pria, saat ini wanita juga menampilan tarian Saman.

Tidak ada musik pengiring untuk itu, melainkan para penarinya bernyanyi secara ritmis.

2. Tari Kecak - Bali

Tarian Kecak.jpeg

Foto: wikipedia.org

Sebagai edukasi anak, Kecak atau Ketjak adalah tarian tradisional Indonesia seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dipentaskan terutama oleh laki-laki.

Tarian ini dibawakan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari pria yang duduk melingkar dan dengan irama tertentu meneriakkan “cak” sambil mengangkat kedua lengannya.

Aksi ini menggambarkan kisah Ramayana ketika sekelompok Kera mendampingi Rama melawan Rahwana.

Penampilan mereka terdiri dari gerakan-gerakan yang terkoordinasi dengan rapi diiringi irama yang dinyanyikan oleh para penarinya sendiri.

Tak jarang, tarian tradisional Indonesia ini dilengkapi dengan 'semburan' api di sela-sela pertunjukkan.

Baca Juga: 4 Budaya Jakarta yang Wajib Diperkenalkan ke Anak

3. Tari Reog - Ponorogo

Tari Reog Ponorogo.jpeg

Foto: Indonesian Tourism

Reog adalah salah satu tarian tradisional asal Jawa Timur dan salah satu tari Indonesia terunik.

Tarian ini digunakan untuk mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif untuk para penguasa saat itu.

Tari Reog merupakan salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal mistis, Moms.

Terkenal karena kostumnya yang mewah dan gerakannya yang lincah dan lincah yang berasal dari 20-30 penari sekaligus.

Percaya atau tidak, tarian ini cukup mengesankan karena para pembarong (penari dengan peran singa) dapat mengangkat beban seberat 50 kg hanya dengan menggunakan giginya.

Tak heran, tarian tradisional Indonesia ini cukup menghibur para wisatawan yang datang ke Indonesia.

4. Tari Jaipong - Jawa Barat

Tari Jaipong.jpeg

Foto: factsofindonesia.com

Tari Jaipong atau sering disebut juga “Jaipongan” merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang menampilkan salah satu jenis tarian dan musik yang mengacu pada kekayaan seni rupa provinsi Jawa Barat.

Jaipong ditemukan oleh Gugum Gumbira, seniman asal Bandung, sekitar tahun 1960-an.

Tari Jaipongan merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang digunakan masyarakat untuk menjalin silaturahmi.

Tak jarang, ia juga dikenal sebagai tari Masyarakat Sunda.

Ciri khas Jaipong adalah tariannya yang sederhana dan natural, dibawakan secara spontan, dan tarian ini menampilkan keceriaan, erotis, humor dan tentunya penuh semangat.

5. Tari Kipas - Gowa

Tari Kipas.jpeg

Foto: Indonesia Tourism

Salah satu tarian tradisional Indonesia untuk edukasi anak adalah tari kipas.

Ini identik dengan kipas warna-warni diayunkan dengan gerakan anggun oleh para wanita berpakaian meriah, menciptakan gerakan yang indah secara estetika.

Penduduk asli percaya bahwa tarian ini menceritakan kisah perpisahan antara sosok dewa dan manusia.

Biasanya ditarikan oleh 5-7 orang wanita, karena tarian ini juga bertujuan untuk menggambarkan wanita dalam budaya Gowa.

Ia juga menggambarkan wanita Gowa yang halus yang diharapkan setia dan menuruti suaminya.

Tarian tradisional Indonesia ini mengandung pesan berharga agar penduduk asli terus melestarikan adat istiadat.

Baca Juga: Intip Keunikan 7 Tradisi Cukur Rambut Pertama Anak Dari Berbagai Budaya

6. Tari Piring - Sumatera Barat

Tari Piring.jpeg

Foto: Indonesia Tourism

Tarian tradisional Indonesia lainnya yang perlu Moms tahu adalah tari Piring.

Disebut tari Piring karena penggunaan piring dalam gerakan menarinya.

Awalnya tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat ini dibawakan oleh laki-laki dan perempuan untuk mempersembahkan sesaji kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Keunikan dari tarian ini terletak pada gerakan cepat para penari dengan piring di tangan yang tidak jatuh, sesulit apapun gerakan tarinya.

Para penari mulai bergerak saat alat musik talempong dan saloang dibunyikan.

7. Tari Cakalele - Maluku

Tari Cakalele.jpeg

Foto: Greatnesia

Berbeda dengan tarian tradisional Indonesia lainnya, tari Cakalele ditujukan untuk mengucap syukur atau untuk menggambarkan semangat berperang.

Dilihat dari gerakan dan ekspresi para penari saat menarikan tari Cakalele ini, tarian ini menggambarkan jiwa penduduk asli Maluku yang gagah dan tangguh.

Biasanya ditarikan oleh laki-laki antara 10-12 orang dengan diiringi tifa (perkusi), seruling, dan bia (seruling yang terbuat dari kerang besar).

Pertunjukan ini hanya dilakukan oleh penari pria, namun beberapa penari wanita berperan sebagai karakter pendukung.

Tarian tradisional Indonesia ini juga digunakan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Maluku terhadap leluhurnya.

8. Tari Bedhaya - Yogyakarta

Tarian Bedhaya.jpeg

Foto: Travellingto.asia

Sekarang kita beralih ke tarian tradisional Indonesia di pulau Jawa yuk, Moms!

Tarian Bedhaya diwarnai dengan gerakan lembut dan anggun dari sembilan penari wanita diiringi gamelan.

Tarian ini cukup mistis karena karena berhubungan dengan Ratu Laut Selatan atau yang dikenal dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Menurut legenda setempat, tarian ini merupakan lambang kecintaan pada suaminya, Sultan Mataram.

Oleh karena itu pula, tarian Bedhaya ini sering ditampilkan di istana kerajaan Yogyakarta dan Surakarta pada saat penobatan dan hari jadi penobatan.

Karena melibatkan Ratu Laut Selatan, persiapan tarian ini memiliki banyak takhayul.

Kononnya, penari hanya diperbolehkan gladi bersih setiap 35 hari, serta harus menjalani ritual purifikasi dan berpakaian dalam busana pengantin.

Baca Juga: 5 Konflik yang Biasa Terjadi pada Pernikahan Beda Budaya

9. Tari Tor-Tor - Sumatera Utara

Tari Tor Tor.jpeg

Foto: wikipedia.org

Tak hanya itu saja, adapula tarian tradisional Indonesia berasal dari Batak Toba, Sumatera Utara.

Tari Tor Tor adalah tarian perayaan adat Batak yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.

Berdasarkan sejarah, tarian ini awalnya merupakan tari ritual dan sakral yang dipentaskan pada upacara kematian, orang sakit, dan sebagainya.

Seiring perkembangan zaman dan masuknya budaya Hindu-Budha, maka tarian Tor-Tor ini berkembang tidak hanya sebagai tarian upacara.

Tari Tor Tor kemudian digelar sebagai sarana hiburan, edukasi anak dan tontonan warga Batak.

Selain itu, pakaian nyentrik tradisioal yang dikenakan penari Tor Tor juga menjadi keunikan sendiri tarian ini.

10. Tari Zapin - Riau

Tari Zapin.jpeg

Foto: Jakarta-tourism.go.id

Zapin adalah salah satu bentuk tarian tradisional Indonesia dan musik paling populer dalam seni pertunjukan tradisional Melayu.

Ini adalah tarian persahabatan dari Sumatera Utara, Riau benua dan nusantara Kalimantan bagian Barat.

Sebagai tarian persahabatan, Zapin dilakukan hanya untuk sarana hiburan dan edukasi anak.

Gerakan tari yang anggun dikoreografikan dengan melodi yang merdu, dan dibawakan menggunakan alat musik seperti gambus, akordeon, dan rebana.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Tedak Siten, Tradisi Jawa agar Anak Sukses di Masa Depan

Selain tarian-tarian tradisional Indonesia yang ada di daftar ini, masih banyak lagi tarian-tarian yang berasal dari setiap daerah di Indonesia, lho.

Setiap tarian tentunya mengandung pesan dan cerita yang berbeda tentang budaya Indonesia.

Semakin sering Moms menontonnya, semakin tahu memahami tradisi kuno Indonesia. Jangan lupa bagikan ini untuk edukasi anak Si Kecil ya Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait