Bayi

BAYI
13 September 2020

Ini Tata Cara Menjaga Kesehatan Selama Pandemik Menurut American Academy of Pediatrics

Tata cara kesehatan saat pandemi harus selalu dilakukan sebagai cara memutus mata rantai Covid-19
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Satu hal yang menjadi sorotan dalam pandemi ini adalah, virus Covid-19 tidak terlalu ganas menyerang anak-anak. Pandangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) , seperti yang ditemukan di China, tingkat rawat inap anak-anak dan gejala parah jauh di bawah orang dewasa.

Namun, pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga mengguncang sistem perawatan kesehatan yang menempatkan anak-anak dan orang tua pada risiko yang lebih besar.

Menjaga Kesehatan Selama Pandemi

Inilah sebabnya mengapa organisasi seperti American Academy of Pediatrics (AAP), sebuah badan pemerintahan dokter anak di Amerika Serikat memiliki pedoman dan tata cara kesehatan saat pandemi yang dapat menyelamatkan nyawa jika diterapkan secara seragam. Apa saja?

1. Pemeriksaan Rutin

Ini Tata Cara Menjaga Kesehatan Selama Pandemik Menurut AAP -1.jpg

Foto: nytimes.com

Pedoman AAP untuk pemeriksaan rutin bersifat fleksibel agar sesuai dengan jumlah infeksi di daerah setempat. Salah satunya adalah dokter anak dapat memilih untuk membatasi pemeriksaan, misalnya pemeriksaan rutin di pagi hari dan sore hari untuk pemeriksaan pasien sakit.

Apa artinya ini bagi orang tua? Biasanya pemeriksaan tahunan akan ditunda dan sebagian besar pemeriksaan rutin dibatalkan atau dilakukan melalui telemedicine. Pengecualian dilakukan untuk bayi dan imunisasi.

“Siapa saja yang membutuhkan imunisasi pasti akan masuk,” kata Ashlesha Kaushik, seorang dokter penyakit menular anak dan juru bicara untuk American Academy of Pediatrics.

Sesuai panduan dari CDC lainnya, Moms dan Si Kecil harus menutupi wajah dengan masker selama berada di klinik atau rumah sakit saat pemeriksaan.

Cuci tangan sesering mungkin dan lakukan social distancing sepanjang enam kaki dari orang lain jika memungkinkan adalah tata cara menjaga kesehatan selama pandemi yang harus dipatuhi.

Baca Juga: Simak 6 Tips Mengajak Anak ke Dokter Gigi untuk Pertama Kali Agar Menyenangkan!

2. Kunjungan Sakit (Non-Covid-19)

Ini Tata Cara Menjaga Kesehatan Selama Pandemik Menurut AAP -2

Foto: Orami Photo Stock

AAP tidak memiliki pedoman khusus untuk apa yang harus dilakukan jika Si Kecil sakit dengan penyakit selain COVID-19, Namun, AAP merekomendasikan untuk menjauhkan bayi dari sistem medis jika memungkinkan.

Ashlesha merekomendasikan untuk menghubungi dokter anak jika khawatir tentang kesehatan Si Kecil.

"Orang tua harus memanggil dokter anak jika mereka khawatir tentang apa pun, baik gejala terkait dengan COVID atau dengan penyakit lain yang mereka rasakan. Penyedia kesehatan dapat membantu Anda memutuskan tindakan terbaik. Apakah itu perawatan di rumah, janji telemedicine, atau datang ke klinik. Apa pun keputusannya, jangan datang ke klinik tanpa pemberitahuan. Lakukan pemberitahuan agar mereka dapat mempersiapkan kunjungan Anda terlebih dulu,” jelasnya.

Jika anak Anda memang perlu menemui dokter anak untuk suatu penyakit, penyedia layanan dapat menjadwalkan kehadiran.

Ikuti tata cara menjaga kesehatan selama pandemi yang sama seperti seperti yang dilakukan saat kunjungan rutin. Ajarkan Si Kecil untuk batuk di siku atau tisu.

Baca Juga: Kemunduran Perkembangan Anak saat Pandemi CoVID-19, Wajarkah?

Anak-anak Mengenakan Masker

Ini Tata Cara Menjaga Kesehatan Selama Pandemik Menurut AAP -3.jpg

Foto: Reuters.com

Dalam seperangkat pedoman yang dirilis pada 9 April, (AAP) tunduk pada CDC dalam peraturan bahwa semua anak di atas dua tahun harus mengenakan topeng saat pergi ke luar.

Catatan khusus AAP adalah boleh tidak mengenakan masker selama di rumah, dan harus mengambil tindakan pencegahan khusus dengan anak-anak yang memiliki gangguan kognitif atau pernapasan parah.

Selain itu, jika Si Kecil dapat diajari dan dijaga melakukan social distancing dan tidak bersentuhan dengan permukaan yang bisa melindungi virus, maka tidak perlu masker untuk melindungi diri sendiri atau orang lain.

Misalnya, selama berjalan-jalan di luar dan selama anak-anak dapat menjaga jarak sosial lebih dari 6 kaki dan tidak menyentuh meja, air mancur, peralatan bermain atau hal-hal lain yang mungkin disentuh orang yang terinfeksi, maka anak-anak tidak akan terinfeksi dan tidak perlu masker.

Para ahli lain telah menunjukkan bahwa tujuan mengenakan masker bukan hanya untuk menjaga anak tetap aman, namun untuk mencegah Si Kecil menjadi carrier pembawa virus.

Sebanyak 25 persen kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala dan banyak dari mereka yang terinfeksi tanpa gejala mungkin adalah anak-anak.

Terapkan tata cara kesehatan saat pandemi saat di luar rumah. Tapi alangkah lebih baiknya tetap di rumah saja ya.

Baca Juga: Kesempatan Quality Time dengan Keluarga, Kisah Pandemi COVID-19 di Inggris

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait