Parenting Islami

19 Oktober 2021

Tata Cara Tayamum, Pengganti Wudhu saat Keadaan Mendesak

Bagaimana tata cara tayamum yang benar menurut Rasulullah SAW?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Secara umum, aturan dalam Islam itu mudah dan memudahkan. Salah satunya dalam hal bersuci sebelum melakukan shalat. Selain berwudhu menggunakan air, ada keringanan bagi umat muslim yang tidak bisa atau tidak memperoleh air dengan melakukan tayamum sebelum shalat.

Tayammum secara bahasa berarti Al-Qosdu atau maksud. Menurut istilah adalah sebuah peribadatan kepada Allah SWT berupa mengusap wajah dan kedua tangan menggunakan seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayamum, baik yang terdapat tanah di atasnya ataupun tidak.

Allah SWT berfirman: “…Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau dating dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS An-Nisa: 43).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Maskara Waterproof yang Tak Hilang Usai Wudhu

Mengenal Tayamum

Tayamum -1.jpg

Foto: Bordercafe.com.au

Tayamum adalah cara yang dilakukan untuk menghilangkan hadas kecil ataupun hadas besar sebagai penganti wudhu tanpa menggunakan air sebab keadaan mendesak. Jadi, orang Islam yang diperbolehkan melakukan tayamum hanyalah orang yang sulit menemukan air.

Sebaliknya, orang yang masih bisa kemungkinan menemukan sumber air tidak boleh melakukan tayamum. Mengenai hal ini, dalam Alquran Allah SWT berfirman:

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (QS Al-Maidah: 6).

Dalam hadis yang diriwayatkan Hudzaifah Ibnul Yaman RA, Rasulullah SAW bersabda: “Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besuci (tayammum) jika kami tidak menjumpai air.”

Ada beberapa hal mengenai tayamum yang harus diketahui. Salah satunya mengenai media yang dapat digunakan untuk bertayamum. Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa seluruh permukaan bumi yang bersih baik berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering dapat digunakan.

Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayamum, yakni:

  • Jika tidak ada air, baik saat dalam perjalanan ataupun tidak,
  • Terdapat air namun dalam jumlah terbatas. Selain itu, ada juga kebutuhan lain yang memerlukan air, misalnya untuk minum dan memasak.
  • Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit.
  • Tidak mampu berwudhu karena sakit,
  • Tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu,
  • Tidak ada orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat.
  • Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.

Selain itu, slasan tayamum disebut batal sama seperti hal-hal yang membuat wudhu batal. Misalnya menemukan air atau atau kondisi yang sudah sembuh bagi orang yang sakit dan memutuskan untuk bertayamum karena tidak boleh bersentuhan dengan air.

Dalam hadis dari Abu Sa’id Al Khudri RA mengatakan: “Dua orang lelaki keluar untuk safar. Kemudian tibalah waktu shalat dan tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan bumi yang suci lalu keduanya shalat.

Setelah itu keduanya menemukan air sedangkan saat itu masih dalam waktu yang dibolehkan shalat yang telah mereka kerjakan tadi. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi shalat sedangkan yang lainnya tidak mengulangi shalatnya.

Keduanya lalu menemui Rasulullah SAW dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau mengatakan kepada orang yang tidak mengulang shalatnya, “Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan kamu telah mendapatkan pahala shalatmu.” Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala.”

Baca Juga: Tata Cara Mandi Junub setelah Berhubungan, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Tata Cara Tayamum

Tayamum -2.jpg

Foto: Madrassah.co.uk

Untuk menjelaskan tata cara tayamum telah dijelaskan dalam hadits ‘Ammar bin Yasir RA, “Saat Rasulullah SAW mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah.

Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Lantas beliau berkata: ‘Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini,’. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya.

Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan) nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.” (HR Bukhori).

Dan dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori mengatakan: “Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan.”

Berdasarkan hadits tersebut, tata cara tayamum menurut Rasulullah SAW yakni:

  • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan kemudian meniupnya,
  • Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya,
  • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan,
  • Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah dilakukan sekali usapan saja,
  • Bagian tangan yang diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja atau tidak sampai siku seperti pada saat wudhu,
  • Tayamum dapat menghilangkan hadats besar seperti janabah dan juga untuk hadats kecil,
  • Tidak wajibnya urut/tertib dalam tayammum.

Baca Juga: Ini Cara Benar Mandi Wajib setelah Haid, Moms Wajib Tahu!

Hikmah Disyari’atkannya Tayamum

Tayamum -3.jpg

Foto: Pinterest.com

Dalam perkembangan dari sisi medis, tayamum juga memiliki manfaat kesehatan. Seperti yang diulas (AHSR) Advances in Health Science Research, pasien yang dirawat di rumah sakit bisa mengalami tekanan spiritual untuk shalat karena kendala berwudhu. Oleh karena itu, salah satu alternatif berwudhu yang dipilih menggunakan tayammum pack.

Ini adalah sebuah alat untuk tayamum berbahan dasar debu yang berasal dari tanah liat murni. Tanah liat terdiri ini dari berbagai mineral yang disebut sebagai antibacterial agent dan mengandung komponen intrinsik antibakteri sehingga dapat meningkatkan higienitas pada kulit.

Selain itu, ada beberapa hikmah adanya aturan mengenai tayamum. Salah satunya adalah sebagai cara menyucikan diri dan menambah rasa syukur telah menerapkan syari’at ini karena sama sekali tidak memberatkan dalam melaksanakan ajaran Islam.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al Maidah: 6).

Abul Faroj Ibnul Jauziy rohimahullah mengatakan, ada empat penafsiran ahli tafsir tentang nikmat apa yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam ayat ini, yakni:

  • Nikmat berupa diampuninya dosa-dosa,
  • Nikmat berupa hidayah kepada iman, sempurnanya agama, ini merupakan pendapat Ibnu Zaid rohimahullah,
  • Nikmat berupa keringanan untuk tayamum, ini merupakan pendapat Maqotil dan Sulaiman,
  • Nikmat berupa penjelasan hukum syari’at, ini merupakan pendapat sebagian ahli tafsir.

Demikian penjelasan mengenai tayamum sebagai keringanan yang Allah SWT berikan dalam rangka menjalankan salah satu perintah-Nya, yakni sebagai bagian dari syarat shalat.

  • https://www.researchgate.net/publication/321261920_The_Use_of_Tayammum_Pack_to_Reduce_Number_of_Bacterial_Colonies
  • https://muslim.or.id/1918-panduan-tata-cara-tayammum.html
  • https://saintif.com/tata-cara-tayamum/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait