Rupa-rupa

1 Oktober 2021

5 Ragam Teknik Membatik, Apakah Moms Sudah Tahu?

Batik dibuat dengan teknik tradisional hingga modern
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms tentu sudah tidak asing dengan batik, kain khas Indonesia yang penuh dengan ragam corak unik dan memiliki filosofi atau makna tersendiri. Namun, apakah Moms tahu bahwa ada berbagai teknik membatik yang digunakan untuk membuat kain batik?

Sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sehingga harus dijaga, Moms sebaiknya memahami kain asli Tanah Air ini. Terlebih, terdapat peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober.

Perlu Moms ketahui, Hari Batik Nasional berasal saat batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada siding UNESCO di Abu Dhabi, 2 Oktober 2009 silam.

Setiap Hari Batik Nasional tiba, biasanya ditandai dengan pegawai instansi pemerintahan dan swasta yang diwajibkan untuk mengenakan baju batik.

Nah, untuk membuat baju batik tersebut, ada beragam teknik membatik yang digunakan. Mari simak selengkapnya.

Baca Juga: Menelisik Filosofi dan Ragam Motif Batik Pekalongan

Macam-macam Teknik Membatik

Tidak hanya setiap motif batik di Indonesia yang berbeda-beda, teknik pembuatannya pun beragam. Berikut teknik membatik yang digunakan dalam membuat kain batik.

1. Teknik Canting Tulis

teknik batik tulis.jpg

Foto: fitinline

Teknik canting tulis merupakan teknik membatik tradisional yang banyak ditemukan di wilayah Pulau Jawa.

Sesuai namanya, teknik membuat kain batik yang satu ini dibuat dengan menggunakan alat yang bernama canting.

Canting tersebut berfungsi sebagai alat untuk menuliskan cairan malam atau lilin pada pola kain mori.

Tujuan pelapisan lilin menggunakan canting pada sebagian pola di kain mori adalah agar tidak luntur ketika dicelupkan ke pewarna.

Dalam proses pembuatan kain batik tulis ini, pengrajin batik pun memerlukan ketelitian dan ketekunan yang sangat tinggi. Dengan tingkat kesulitan tersebut, maka tak heran jika nilai jual batik tulis sangatlah mahal.

Baca Juga: Mengenal Filosofi dan Sejarah Batik Mega Mendung Kebanggaan Masyarakat Cirebon

2. Teknik Celup Ikat

teknik ikat celup.jpg

Foto: Pexels/Teona Swift

Teknik membatik yang selanjutnya, yakni teknik celup ikat. Teknik membuat kain batik ini terbilang cukup mudah.

Hingga biasanya, teknik celup ikat digunakan sebagai bahan ajar para guru pada murid-murid di sekolah.

Teknik celup ikat juga memiliki beragam nama lain tergantung pada wilayahnya, seperti jumputan tritik di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sasirangan di Banjarmasin, dan Pelangi di Palembang.

Pembuatan kain batik menggunakan teknik yang satu ini adalah dengan cara mengikat sebagian kain mori, lalu dicelupkan ke dalam cairan warna.

Nantinya, ketika kain yang diikat dibuka, maka bagian tersebut tidak terkena cairan pewarna.

Umumnya, teknik ikat celup dilakukan dengan menggunakan alat-alat berupa tali, benang, dan karet sebagai penghambat warna.

Baca Juga: Ayo Lestarikan Budaya Indonesia, Ini 15 Tarian Tradisional Jawa Timur

3. Teknik Printing

teknik batik printing.jpg

Foto: ANTARAfoto

Selain dibuat secara tradisional, terdapat juga kain batik yang dibuat dengan cara modern. Inilah yang dikenal sebagai teknik printing, di mana kain batik dikerjakan menggunakan mesin printing di pabrik.

Dalam prosesnya, pewarnaan hanya dilakukan pada salah satu sisi kain. Jadi, proses pembuatan kain batik pun lebih efisien.

Selain itu, mesin printing dapat bekerja lebih cepat dalam menghasilkan kain batik. Hanya dalam 5 menit, mesin ini langsung bisa membuat kain batik dengan satu warna.

Kecanggihan mesin printing pun dapat membuat setiap motif batik pada kain memiliki hasil yang detail sekaligus konsisten.

Proses pembuatannya yang cenderung lebih mudah membuat kain batik printing berharga terjangkau. Jenis kain batik ini biasanya banyak digunakan untuk membuat seragam.

Baca Juga: 7 Ragam Motif Batik Solo dan Maknanya, Cocok untuk Hadiah Kerabat!

4. Teknik Cap

teknik batik cap.jpg

Foto: indonesiakaya

Selanjutnya, ada teknik cap yang dilakukan dengan alat canting cap dalam membuat kain batik.

Dalam prosesnya, canting cap akan dicelupkan pada cairan malam atau lilin. Lalu, ditorehkan pada pola di kain mori.

Teknik membatik yang satu ini juga membuat proses pembuatan kain batik menjadi lebih mudah dan cepat.

Meski terdengar mudah, tetapi sebenarnya, teknik membuat kain batik ini tetap butuh ketelitian dan kehati-hatian. Apabila salah sedikit, motif batiknya pun tidak akan rapi yang bisa memengaruhi nilai jualnya.

Dengan demikian, setiap teknik membatik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun tetap saja, hasil seni dan nilai kebudayaan ini harus tetap dihargai dan dilestarikan agar tetap ada.

Baca Juga: 10 Budaya Jakarta yang Wajib Diperkenalkan pada Anak

5. Teknik Colet

teknik batik colet.jpg

Foto: ANTARAfoto

Teknik membatik berikutnya, yaitu teknik colet yang juga biasa disebut dengan teknik lukis.

Pengrajin batik biasanya akan membuat motif batik di kain mori menggunakan pewarna kain dan kuas.

Teknik colet memungkinkan hasil kain batik yang lebih kaya warna.

Tentu saja, dibutuhkan jiwa seni yang tinggi dan ketelitian yang cukup dalam membuat kain batik yang satu ini. Pasalnya, jika tidak dilakukan dengan baik, pewarnaan pada kain bisa terlihat timpang.

Jadi, memang sangat butuh kehati-hatian.

Layaknya kain batik tulis, batik yang dibuat dengan menggunakan teknik colet pun memiliki nilai jual cukup tinggi. Semakin bagus motif yang dihasilkan, maka akan semakin mahal pula harganya.

Tantangan dalam membuat motif yang bagus pasti sangat sulit, tetapi akan sepadan dengan nilai ekonominya.

Baca Juga: Batik Jumputan, Sejarah, Cara Membuat dan Harga

Itulah teknik-teknik membatik yang biasa digunakan untuk membuat kain batik. Semoga informasinya bisa menambah wawasan bagi Moms, ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait