Kesehatan

KESEHATAN
6 Januari 2021

Telinga Seperti Ada Suara Angin? Waspadai Penyakit Tinnitus!

Ternyata gejala seperti ini bisa menandakan gangguan pendengaran.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat sedang mengerjakan pekerjaan kantor, Moms mungkin perlu suasana yang tenang untuk bisa berpikir lebih jernih dan supaya lebih konsentrasi lagi. Namun, jika ruangan sudah tenang namun telinga seperti ada suara angin, Moms perlu mewaspadainya. Karena bisa saja Moms alami gangguan pendengaran yang disebut dengan tinnitus.

Jika Moms masih bingun seperti apa itu tinnitus, Moms bisa melihat salah satu film yang cukup menggambarkan seperti apa itu tinnitus. Film tersebut adalah A Star Is Born, dalam film tersebut, Jackson Maine yang diperankan oleh Bradley Cooper mengalami gejala tinnitus yang cukup mengganggu karirnya sebagai pemusik. Ia kerap kali mendengar suara-suara asing di telinganya yang sangat mengganggu. Kondisi ini bahkan mengganggu kesehatan mentalnya juga.

Mengutip Mayo Clinic, tinnitus adalah persepsi suara atau dengung di telinga. Jika telinga seperti ada suara angin atau bisikan, mungkin saja Moms alami tinnitus dan sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan. Kondisi ini ternyata cukup umum dan telah memengaruhi sekitar 15 hingga 20 persen orang. Tinnitus bukanlah kondisi yang berdiri sendiri, ia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti gangguan pendengaran terkait usia, cedera telinga, atau gangguan sistem peredaran darah.

Meskipun mengganggu, tinnitus biasanya bukanlah tanda dari sesuatu yang serius. Meskipun dapat memburuk seiring bertambahnya usia, bagi banyak orang, tinitus dapat membaik dengan pengobatan yang tepat. Mengobati penyebab mendasar yang teridentifikasi terkadang membantu. Perawatan lain juga bisa mengurangi atau mencegah gejala kemunculan suara-suara asing.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Gejala dan Jenis Tinnitus yang Wajib Moms Ketahui

Gejala dan Jenis Tinnitus yang Wajib Moms Ketahui

Foto: Orami Photo Stock

Tinnitus melibatkan sensasi mendengar suara, padahal tidak ada suara eksternal. Gejala tinitus mungkin termasuk jenis suara yang umum terus terdengar di telinga sendiri. Beberapa suara tersebut meliputi:

  • Dering
  • Berdengung
  • Gemuruh
  • Suara seperti mengklik
  • Desis
  • Bersenandung

Jadi tinnitus tidak hanya saat telinga seperti ada suara angin, tetapi banyak juga jenis suara lain yang bisa muncul. Suara ini bisa bervariasi dalam nada dari raungan rendah hingga jeritan tinggi, dan Moms mungkin mendengarnya di satu atau kedua telinga. Dalam beberapa kasus, suaranya bisa sangat keras sehingga dapat mengganggu kemampuan Moms untuk berkonsentrasi atau mendengar suara eksternal. Tinnitus mungkin hadir setiap saat, atau mungkin datang dan pergi.

Mengutip American Tinnitus Association, ada dua jenis tinnitus, yakni:

  • Tinitus Subjektif. Ini adalah tinitus yang hanya bisa Moms dengar. Ini adalah jenis tinnitus yang paling umum. Ini bisa disebabkan oleh masalah telinga di telinga luar, tengah, atau dalam. Ini juga dapat disebabkan oleh masalah dengan saraf pendengaran (pendengaran) atau bagian otak yang menafsirkan sinyal saraf sebagai suara (jalur pendengaran).
  • Tinnitus Objektif. Ini adalah tinitus yang dapat didengar oleh dokter ketika ia melakukan pemeriksaan. Jenis tinitus langka ini mungkin disebabkan oleh masalah pembuluh darah, kondisi tulang telinga tengah, atau kontraksi otot.

Seseorang bisa mengembangkan tinnitus setelah infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, dan tinitus tidak membaik dalam waktu seminggu. Segera temui dokter jika:

  • Menderita tinitus yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa sebab yang jelas.
  • Mengalami gangguan pendengaran disertai pusing dan tinitus.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Sakit Telinga pada Bayi di Pesawat, Sudah Coba?

Ini Penyebab Tinnitus

Ini Penyebab Tinnitus

Foto: Orami Photo Stock

Kerusakan pada telinga tengah atau bagian dalam adalah penyebab umum tinnitus. Telinga tengah menangkap gelombang suara, dan konduksinya mendorong telinga bagian dalam untuk mengirimkan impuls listrik ke otak. Hanya setelah otak menerima sinyal-sinyal ini dan menerjemahkannya menjadi suara, barulah Moms dapat mendengarnya. Terkadang, telinga bagian dalam juga bisa mengalami kerusakan, sehingga mengubah cara otak memproses suara.

Kerusakan pada gendang telinga atau tulang kecil di telinga tengah juga dapat mengganggu konduksi suara yang tepat. Tumor di telinga atau di saraf pendengaran juga bisa menyebabkan telinga berdenging.

Paparan suara yang sangat keras secara teratur dapat menyebabkan tinitus pada beberapa orang. Mereka yang menggunakan jackhammers, gergaji mesin, atau alat berat lainnya lebih cenderung menderita tinnitus. Mendengarkan musik keras melalui headphone atau di konser juga dapat menghasilkan gejala tinnitus sementara.

Penggunaan obat juga dapat menyebabkan tinitus dan kerusakan pendengaran, yang disebut ototoksisitas, pada beberapa orang. Obat yang dapat menyebabkan tinitus meliputi:

  • Aspirin dosis sangat besar, seperti lebih dari 12 dosis setiap hari untuk waktu yang lama.
  • Obat diuretik loop, seperti bumetanide.
  • Obat antimalaria, seperti chloroquine.
  • Antibiotik tertentu, seperti eritromisin dan gentamisin.
  • Obat anti kanker tertentu, seperti vincristine.

Sementara itu, ada juga beberapa kondisi medis lain yang dapat membuat telinga berdenging meliputi:

  • Gangguan pendengaran terkait usia.
  • Kejang otot di telinga tengah.
  • Penyakit Meniere, yaitu kondisi telinga bagian dalam yang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol Tinggi.
  • Cedera kepala dan leher.
  • Gangguan sendi temporomandibular, yang juga menyebabkan nyeri kronis pada rahang dan kepala.
  • Kotoran telinga yang terlalu banyak sehingga mengubah cara mendengar.

Baca Juga: Telinga Anak Berdenging Setelah Berenang, Atasi dengan 4 Cara Ini

Pengobatan Tinnitus

Pengobatan Tinnitus

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Harvard Medical School, ada tiga metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi tinnitus, antara lain:

1. Mengobati Kondisi Kesehatan yang Mendasarinya

Untuk mengobati tinnitus, dokter akan mencoba mengidentifikasi kondisi mendasar dan dapat diobati yang mungkin terkait dengan gejala. Jika tinitus disebabkan oleh masalah kesehatan, dokter mungkin dapat mengambil langkah-langkah yang dapat mengurangi kebisingan tersebut. Contohnya termasuk:

  • Membersihkan Kotoran Telinga. Membuang kotoran telinga yang terkena dapat mengurangi gejala tinnitus.
  • Mengobati Kondisi Pembuluh Darah. Kondisi vaskular yang mendasari mungkin memerlukan pengobatan, pembedahan, atau perawatan lain untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Mengganti Obat. Jika obat yang Moms minum tampaknya menjadi penyebab tinitus, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan atau mengurangi obat tersebut, atau beralih ke obat lain.

2. Meredam Kebisingan

Dalam beberapa kasus, white noise dapat membantu meredam suara sehingga tidak terlalu mengganggu. Dokter mungkin menyarankan penggunaan perangkat elektronik untuk menekan kebisingan. Perangkat yang bisa digunakan antara lain:

  • Mesin White Noise. Perangkat ini akan menghasilkan suara lingkungan simulasi seperti hujan yang turun atau gelombang laut, dan ini seringkali merupakan pengobatan yang efektif untuk tinnitus. Moms mungkin ingin mencoba mesin white noise saat hendak tidur. Kipas angin, humidifier, dehumidifier, dan AC di kamar tidur juga dapat membantu menutupi kebisingan internal di malam hari.
  • Alat Bantu Dengar. Ini bisa sangat membantu jika Moms memiliki masalah pendengaran serta tinnitus.
  • Perangkat Masking. Ia dikenakan di telinga dan mirip dengan alat bantu dengar, perangkat ini menghasilkan white noise tingkat rendah yang terus-menerus sehingga menekan gejala tinnitus.
  • Tinnitus Retraining. Perangkat ini dapat dikenakan karena bisa menghadirkan musik nada yang diprogram secara individual untuk menutupi frekuensi tertentu dari tinnitus yang Moms alami. Seiring waktu, teknik ini mungkin membuat Moms terbiasa dengan tinitus, sehingga membantu Moms untuk tidak fokus padanya. Konseling juga seringkali merupakan komponen dari pengobatan ini.

3. Konsumsi Obat-Obatan

Obat tidak dapat menyembuhkan tinnitus, tetapi dalam beberapa kasus obat dapat membantu mengurangi keparahan gejala atau komplikasi. Obat-obatan yang mungkin termasuk antara lain:

  • Antidepresan. Obat seperti amitriptyline dan nortriptyline, telah digunakan dengan cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini umumnya hanya digunakan untuk tinnitus yang parah, karena dapat menyebabkan efek samping yang mengganggu, termasuk mulut kering, penglihatan kabur, sembelit, dan masalah jantung.
  • Alprazolam (Xanax). Obat ini dapat membantu mengurangi gejala tinitus, tetapi efek sampingnya dapat berupa kantuk dan mual. Sayangnya obat ini juga bisa menjadi pembentuk kebiasaan.

Nah, itu dia Moms alasan mengapa telinga seperti ada suara angin, jangan panik dulu ya!

Artikel Terkait