3-5 tahun

28 April 2021

7+ Terapi Anak Autis untuk Si Kecil, Salah Satunya Terapi Kemampuan Sosial!

Dengan terapi, Si Kecil diharapkan bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Daftar isi artikel

Terapi anak autis sangat dibutuhkan. Perlu diakui bahwa memiliki anak dengan autisme bukanlah hal yang mudah.

Secara definisi, dilansir dari Autism Society, autisme adalah kumpulan gangguan perkembangan yang bisa diliat sejak usia dini. Gangguan perkembangan ini bisa memengaruhi kemampuan anak dalam melakukan komunikasi serta kemampuannya berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Autisme sendiri bisa dilkenal sejak usia 12 hingga 18. Ciri-ciri yang biasa terlihat sebagai gejala autisme adalah;

  • Anak tak tertarik berinteraksi dengan sekitar
  • Anak tidak menunjukkan ketertarikan atau memberikan reaksi pada benda atau ekspresi
  • Tidak paham atau tidak mengerti ketika namanya dipanggil

Ketika Si Kecil sudah didiagnosis mengidap autisme, Moms perlu melakukan terapi anak autis. Terapi anak autis sendiri bisa dilakukan sejak umur kurang dari tiga tahun.

Terapi anak autis pun bisa membantu Si Kecil untuk memperbaiki cara komunikasinya dan berbahasa serta fungsi sosial anak.

Dalam beberapa kasus, anak dengan autisme pun memerlukan obat jika terdiagnosa memiliki gangguian psikis. Jika ini terhadi, pastikan Si Kecil mengonsumsi obat secara rutin sesuai dengan yang disarankan oleh dokter ya!

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk terapi anak autis? Ini dia!

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Anak Autisme yang Tidak Boleh Diabaikan!

Terapi Anak Autis

terapi anak autis

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Si Kecil sudah didiagnosa menderita autisme, Moms jangan langsung berkecil hati ya, Terdapat beberapa terapi anak autis yang bisa Moms lakukan.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan sebagai terapi anak autis.

Pengobatan tersebut biasanya termasuk analsis perilaku terapan, pelatihan keterampilan sosial, terapi okupasi, terapi fisik, terapi integrasi sensorik dan menggunakan teknologi yang bisa membantu terapi anak autis.

Jenis-jenis perawatannya pun secara umum dibagi menjadi 3 jenis yakni;

  • Pendekatan Perilaku dan Komunikasi
  • Pendekatan Diet Pengobatan
  • Pengobatan Pelengkap dan Alternatif

Moms pun memiliki berbagai jenis terapi anak autis yang bisa dilakukan agar Si Kecil bisa menguasai berbagai keterampilan dasar dan memperbaiki kualitas hidupnya.

Berikut beberapa terapi anak autis yang bisa Moms coba!

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme

1. Terapi Fisik atau Fisioterapi

terapi anak autis

Foto: Orami Photo Stock

Gangguan motorik adalah salah satu hal yang bisa ditemukan pada anak dengan autisme nih, Moms.

Pada umumnya, penyandang autisme mengalami perkembangan kemampuan motorik yang tertunda. Tak hanya itu, bahkan beberapa anak yang mengidap kondisi ini memiliki massa otot yang rendah.

Gangguan Pervasif atau pervasive developmental disoders atau PDD pada anak yang mengalami autisme pun mengalami perkembangan otak yang terganggu. Hal itulah yang menjadi penyebab perkembangan otak yang mengatur kemampuan motorik jadi terhambat.

Terapi anak autis yang berfokus pada fisiknya bisa melatih kekuatan otot, koordinasi, serta kemampuan dasar olahraganya.

2. Terapi Okupasi

Jenis terapi anak autis yang satu ini memiliki tujuan untuk pembentukan kemampuan hidup sehari-hari.

Seperti yang sudah diketahui, kebanyakan anak dengan autisme mengalami perkembangan motorik yang lambat. Nah, hal inilah yang membuat terapi okupasi menjadi sangat penting.

Terapi okupasi juga bisa memberi latihan sensorik yang terintegrasi. Teknik terapi anak autis ini bisa membantu Si Kecil mengatasi hipersensitivitasnya terhadap sentuhan, suara, dan bahkan cahaya.

3. Terapi Kemampuan Sosial

terapi anak autis

Foto: Orami Photo Stock

Terapi anak autis yang selanjutnya adalah terapi untuk kemampuan sosialnya. Biasanya, anak autisme akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Anak dengan autisme membutuhkan bantuan untuk mengasah kemampuan untuk mempertahankan obrolan, caranya berhubungan atau kenalan dengan orang baru dan mengenal tempat bermain.

Terapis yang membantu Si Kecil akan membantu untuk menciptakan atau memfasilitasi interaksi sosial.

4. Terapi Sensori

Bukan hanya mengalami gangguan motorik, anak berkebutuhan khusus ini bisa mengalami gangguan sensori. Biasanya indera mereka akan lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bahkan sentuhan.

Meski demikian, ada juga anak dengan autisme yang justru mengalami gangguan penggunaan sensitivitas sensori.

Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan sebagai terapi anak autis untuk menstimulasi sensoriknya.

Terapi vibrasi, getaran, aerobik dan lainnya bisa menjadi beberapa cara yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Gejala Autisme Pada Bayi yang Bisa Menjadi Deteksi Dini

5. Terapi Perkembangan

Seperti yang sudah diketahui, perkembangan dengan autisme bisa mengalami keterlambatan. Meski demikian, hal ini jangan dijadikan alasan untuk maklum terhadap keterlambatan tersebut ya, Moms.

Terdapat banyak cara agar anak dengana autisme bisa berkembang. Hal ini tentunya akan sangat membantu untuk mengembangkan kualitas hidupnya nanti.

Nah, sebaiknya Moms tetap mengupayakan untuk melatih perkembangan anak dengan membangun minat, kekuatan dan perkembangan anak.

Hal tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan, emosional, dan sosial.

Terapi ini biasanya akan sering bertolak belakang dengan terapi tingkah laku. Terapi tingkah laku biasanya paling baik dilakukan untuk mengajarkan keterampilan khusus pada anak.

Anak-anak akan diajarkan berbagai jenis kegiatan seperti cara mengikat tali sepatum cara memakai baju dan juga menggosok gigi. Hal ini tentunya sangat penting untuk kehidupan sehari-harinya.

6. Terapi Tingkah Laku

terapi anak autis

Foto: Orami Photo Stock

Moms, jangan bersedih ketika melihat Si Kecil sering terlihat frustasi, ya. Anak dengan autisme memang sering kali kesulitan dalam menyampaikan apa yang ia butuhkan dengan baik.

Seperti yang sudah dibahas, penyandang kondisi ini pun biasnya menderita akibat tubuhnya dan indranya yang terlalu sensitif terhadap suara cahaya dan sentuhan, Jadi, mereka kerap berlaku kasar dan bisa mengganggu waktu Moms.

Nah, seorang terapis tingkah laku ini akan mencari tahu apa yang menjadi penyebab perilaku negatif yang kerap dilakukan Si Kecil tersebut.

Usai itu, terapis kemudian akan merekomendasikan perubahan terhadap lingkungan atau keseharian Si Kecil agar bisa memperbaiki tingkah laku kesehariannya.

7. Applied Behavior Analysis (ABA)

Terapi autis yang satu ini bertujuan untuk meningkatkan atau mengembangkan perilaku positif yang ada pada Si Kecil. Terapi ABA ini pun mengajarkan keahkian baru pada anak.

Perlu kerja sama yang baik antara orang tua dan pengasuh untuk menentukan keberhasilan terapi jenis ini, Moms!

Terapi ABA sendiri harus dilakukan dengan rutin agar bisa membantu perkembangan anak dengan autisme dengan optimal. Terapi ini pun kira-kira memakan durasi sekitar 20 hingga 40 jam dalam seminggu.

Baca Juga: Si Kecil Didiagnosis Autisme, Nyoman Sakyarsih Ajak Anak Taklukan 36 Puncak Gunung di Dunia

8. Terapi Biomedis

Nah, terapi ini adalah jenis yang termasuk terapi yang menggunakan obat-obatan dalam menangani autisme.

Kebanyakan perawatan atau terapi jenis ini dilakukan berdasarkan pendekatan Defeat Autism Now alias DAN.

Dokter yang sudah menjalani pelatihan metode DAN pun biasanya akan menentukan diet khusus, perawatan alternatif serta memberikan suplemen untuk penanganan kondisi ini.

Nah itu dia Moms terapi anak autisme yang biasa dilakukan.

  • https://www.autism-society.org/what-is/
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/treatment.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait