Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jul 14, 2018

Ternyata Ini 3 Manfaat Anak Disunat Sejak Bayi

Bagikan


Banyak orang tua yang lebih memilih untuk menyunat anak laki-lakinya ketika Si Kecil sudah duduk di Sekolah Dasar (SD). Namun, ada juga yang menyunat anaknya ketika masih bayi, seperti artis Zaskia Mecca.

Zaskia memutuskan untuk menyunat anak bungsunya Bhre Kata hanya beberapa hari setelah dilahirkan. Melalui akun Instagramnya, Zaskia membagikan pengalamannya menemani sang buah hati sunat.

Zaskia mengatakan bahwa proses sunat Kata berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. Kata sama sekali tidak rewel. Setelah sunat pun, kata langsung dipakaikan diaper. “Tidur pulas-pulas aja. Enggak ada kesakitan. bekas luka disunat hari kedua sudah bagus banget,” cerita Zaskia.

Keputusan Zaskia untuk menyunat Kata hanya beberapa hari setelah lahir bukan tanpa alasan. Zaskia mengatakan, sunat dilakukan demi kesehatan Kata. Dengan sunat, risiko Kata untuk terkena fimosis atau infeksi saluran kemih akan hilang.

Baca Juga : Kapan Usia Tepat Anak Laki-laki Disunat?

Keuntungan Anak Sunat Sejak Bayi

Ada beberapa keuntungan jika sunat dilakukan saat bayi. Banyak studi mengungkapkan, anak sebaiknya sudah sunat pada usia yang masih sangat dini.

Di Amerika Serikat, kebanyakan anak disunat saat berusia beberapa hari atau beberapa minggu. Di Indonesia, hal tersebut juga menjadi cukup umum, namun rentang usianya lebih lebar, yakni 0-6 bulan.

Menyunat anak saat bayi ternyata punya banyak keuntungan lho Moms. Apa saja? Simak yuk Moms!

1. Cepat Sembuh

Proses penyembuhan luka pada anak 0-6 tahun berlangsung dengan cepat sekitar 7-10 hari. Usia itu merupakan usia di mana pertumbuhan sel bayi terjadi paling cepat.

Anak dengan rentang usia itu juga masih belum aktif tengkurap. Sehingga proses penyembuhan akan semakin cepat. Anak di atas usia tersebut sudah aktif terngkupan, sehingga risiko penis yang baru disunat tergesek saat tengkurap semakin besar.

Dokter Spesialis Bedah Anak dari Miami Children’s Hospital di Florida Dr Colin Knight mengungkapkan bahwa sunat pada bayi punya risiko yang lebih kecil ketimbang sunat pada anak yang usianya lebih tua.

“Saya mengingatkan orang tua bahwa semakin dini semakin baik,” katanya seperti dikutip dari Healthday.com. Dia menambahkan, bayi hanya membutuhkan anesthesia lokal untuk disunat, sementara anak yang lebih tua butuh anesthesia umum.

2. Tanpa Trauma

Sebelum usia 6 bulan, anak juga tak akan mengalami trauma pada sunat. Berbeda jika sunat di usia SD. Saat SD, jika dipaksa sunat, ia dapat mengalami trauma atau ketakutan yang akan terus diingatnya. Bahkan hingga dewasa.

3. Banyak Manfaat Kesehatan

Dikutip dari Huffingtonpost.com, sunat bayi akan mengurangi risiko terjadinya masalah pada organ reproduksi. Seperti fimosis dan infeksi saluran kemih (ISK). Fimosis merupakan kondisi penyempitan dari ujung kulit depan penis atau bagian kulup tak bisa ditarik ke belakang.

Fimosis menyebabkan bagian kulit penis mudah kotor dan akhirnya terinfeksi. Lama kelamaan, bisa terjadi infeksi saluran kemih. Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention (CDC), sunat juga bisa mengurangi risiko tertular HIV sebanyak 50-60 persen.

Sudah tahu kan Moms keuntungan dari sunat bayi. Tertarik Moms?

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.