Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Aug 9, 2018

Ternyata Ini Penyebabnya Anak Down Syndrome Memiliki Wajah yang Mirip

Bagikan



Down syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21, yang dikenal juga dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas.

Kelainan yang berdampak pada pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini memiliki ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme.

Serba-Serbi Down Syndrome

Down syndrome merupakan kondisi kromosom yang berhubungan dengan kecacatan intelektual, penampilan wajah yang khas, dan nada otot lemah (hypotonia) pada masa kanak-kanak.

Semua individu dengan Down syndrome mungkin memiliki berbagai cacat lahir. Sekitar setengah dari semua anak yang terkena penyakit ini dilahirkan dengan cacat jantung. Adapun kelainan pencernaan, seperti penyumbatan usus, kurang umum terjadi.

Selain itu, seseorang dengan down syndrome juga memiliki peningkatan risiko pengembangan beberapa kondisi medis dan sekitar 15 persen diantaranya memiliki kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).

Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu di leher bagian bawah yang menghasilkan hormon. Penderita down syndrome juga memiliki peningkatan risiko masalah pendengaran dan penglihatan. Selain itu, sebagian kecil anak-anak dengan penyakit ini juga mengembangkan kanker sel pembentuk darah (leukemia).

Seseorang dengan down syndrome sering mengalami penurunan kemampuan berpikir secara bertahap (kognisi) seiring bertambahnya usia, biasanya dimulai sekitar usia 50.

Down syndrome juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer, gangguan otak yang berakibat pada hilangnya memori secara bertahap, penilaian, dan kemampuan untuk berfungsi.

Sekitar setengah dari orang dewasa dengan sindrom Down mengembangkan penyakit Alzheimer. Meskipun penyakit Alzheimer biasanya merupakan kelainan yang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, penderita Down syndrome biasanya mengalami kondisi ini pada usia lima puluhan atau enam puluhan.

Baca Juga :5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Down Syndrome Pada Balita

Penderita Down Syndrome Memiliki Fisik yang Mirip Satu Sama Lain

Menurut National Down Syndrome Society, inti khas sel manusia diperkirakan membawa 23 pasang kromosom, namun sindroma bawah terjadi ketika seseorang memiliki salinan kromosom penuh atau sebagian 21.

Satu dari setiap 691 bayi dilahirkan dengan Down syndrome dimana hal ini dikenal sebagai kondisi genetik yang paling umum.

Down syndrome memiliki ciri yang khas yaitu dagu kecil yang tidak normal, melengkung pada celah mata di sudut bagian dalam mata, dan pada bagian mulut.

Pasien down syndrome memiliki hipotonia otot, di mana anggota badan mereka tidak kaku dan terkontrol dengan baik seperti manusia pada umumnya, jarak hidung juga rata dan lidah yang menonjol.

Wajah mereka datar dan lebar, dan mereka memiliki leher yang pendek. Ada celah besar di antara jempol kaki dan jari kaki lainnya. Mereka memiliki jari pendek dan pendek juga pendek.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.