Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Fashion & Beauty | Jun 3, 2018

Ternyata Lip Balm Bisa Sebabkan Ketergantungan, Kok Bisa?

Bagikan


Siapa diantara Moms yang suka menggunakan lip balm? Produk yang satu ini memang membantu untuk melembapkan bibir. Namun, benarkah kalau lip balm bisa menyebabkan ketergantungan?

Menurut Dr Joshua Zeichner, dermatolog yang berbasis di New York, "Bibir kita mampu memperbaiki diri dan mempertahankan hidrasi. Penggunaan lip balm yang terlalu sering mungkin lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya.".

Lip balm diduga mengandung sifat adiktif, walau kenyataannya lip balm tidak benar-benar adiktif.

Masalah utama terletak pada bahan pembuatnya, campuran exfoliant (yang menghilangkan kulit mati) dan emolien yang digunakan untuk melembutkan kulit, dari asam salisilat sampai kapur barus, fenol, dan mentol yang berguna untuk mendinginkan bibir namun juga bisa mengeringkan jika dipakai terlalu sering, kata Dr Zeichner.

Baca Juga : Bolehkah Mengoleskan Lip Balm dengan Jari?

Bahan-bahan di atas tidak bersifat adiktif. Sifat adiktif berasal dari penggunanya.

Kecenderungan berpikir bahwa lip balm adalah kunci terpenting untuk penampilan yang baik dan jika tidak menggunakannya (walau hanya sekali saja) berarti dunia kiamat, itu salah satu sumbernya. Lalu, Moms mengoleskannya hingga 70 kali dalam sehari.

Perilaku ini, menurut Joel Rose, direktur OCD Action, termasuk dalam golongan gangguan mental kompulsif. Sama seperti ada orang yang harus berbelas bahkan berpuluh-puluh kali memeriksa kunci pintu sebelum benar-benar bisa pergi meninggalkan rumah.

Tentu, penggunaan lip balm setiap hari sangat dianjurkan. Terutama bagi mereka yang punya masalah bibir kering, pecah-pecah dan eksim bibir yang kebanyakan dapat diatasi dengan pengaplikasian pelembap bibir.

Kita juga harus berhati-hati menggunakan kata 'kecanduan' agar tidak salah kaprah menganggap orang yang setiap hari memakai lip balm sebagai orang dengan gangguan kompulsif.

Apakah Moms salah satu dari orang-orang yang menerapkan pelembap bibir berbelas kali dalam sehari? Apakah bibir Moms masih terasa pecah-pecah? Apakah Moms terus menerapkannya meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa hal itu tidak membantu?

Jika semua jawabannya ya, mungkin berarti Moms punya masalah dan perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog sekaligus dokter kulit atau konsultan kecantikan bersertifikat untuk mendapat perspektif yang benar mengenai benda kesayangan Moms: lip balm.

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.