Program Hamil

PROGRAM HAMIL
6 Oktober 2020

Apakah Bisa Pakai Test Pack untuk Memeriksa Hamil 1 Minggu?

Saat hamil 1 minggu Moms mungkin belum dapat mengetahui hasilnya melalui test pack
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Dina Vionetta

Pasangan yang sedang menunggu kehadiran seorang buah hati, akan melakukan apapun agar program kehamilan berhasil.

Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, memeriksa kondisi kesuburan hingga rutin berhubungan seks.

Setelah ketiga hal ini rutin dilakukan, Moms pasti akan lansung mencari tahu hasil program tersebut menggunakan test pack atau alat tes kehamilan.

Alat ini kerap kali dijadikan tolak ukur setiap pasangan sebelum melakukan pemeriksaan kandungan lenih lanjut.

Test pack biasnyan akan dipakai saat Moms mulai mengalami keterlambatan menstruasi.

Waktu tersebut memang sangat disarankan, karena saat Moms mengalami keterlambatan menstruasi tingkat hCG (human chorionic gonadotropin) atau hormon yang diproduksi selama kehamilan akan naik dan kemungkinan hamil sangat tinggi.

Jurnal Geburtshilfe und Fraunheikunde menyebutkan bahwa test pack yang mendeteksi kehamilan lewat tingkat hCG tingkat akurasinya sangat tinggi.

Hanya saja, hasil tersebut akan terlihat saat usia kehamilan memasuki usia 3 – 4 minggu. Pada usia kehamilan tersebut, Moms akan mulai merasa merasa lelah, payudara membengkak atau terasa lunak, sering buang air kecil, kram perut serta bercak darah, dan suasana hati (mood) yang berubah-ubah.

Sementara, saat hamil 1 minggu Moms mungkin belum merasakan adanya gejala apapun. Karena selain tidak dapat diperiksa pakai test pack, hamil 1 minggu sebenarnya belum terdapat janin di perut sang ibu.

Karena saat Moms hamil 1 minggu merupakan tahapan pertama sebelum fertilisasi terjadi dan membuahkan janin.

Baca juga : Bisakah Moms Mendeteksi Ciri-ciri Hamil 1 Minggu?

Kapan Pakai Test Pack?

Test Pack Hamil 1 Minggu

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah dinyatakan memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dan melakukan hal lain untuk menjalankan program kehamilan, Moms akan mulai bertanya kapan pakai test pack?

Hal ini pasti akan dilakukan karena Moms mungkin ingin mengetahui lebih dulu hasil program tersebut sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

U.S Food and Drugs Administration menyebutkan bahwa tingkat keakuratan suatu test pack atau alat tes kehamilan tergantung kepada kondisi dan bagaimana Moms mengikuti instruksi penggunaan dan menafisrkan hasilnya.

Karena saat salah menggunakan test pack, kemungkinan Moms akan mendapat hasil yang tidak sesuai harapan.

Selain itu, menggunakan test pack juga ada waktu yang disarankan. Karena penggunaan test pack terlalu awal sangat tidak disarankan lho Moms.

Karena ketika terburu-buru memeriksa kehamilan menggunakan test pack setelah berhubungan seks dengan suami bisa memberikan hasil yang tidak diharapkan.

Tes kehamilan yang terlalu cepat dapat memberikan hasil negatif karena hCG masih sangat sedikit. Sehingga kehamilan tidak dapat terdeteksi pakai test pack.

Baca juga : Hasil Test Pack Samar, Apakah Ini Tanda Kehamilan?

Sebagian besar tes kehamilan memiliki kemampuan yang hampir sama dalam mendeteksi hCG, tetapi kemampuannya untuk menunjukkan hamil atau tidak bergantung pada seberapa banyak hCG yang diproduksi.

Selain itu, Moms juga harus memperhatikan siklus saat menggunakan test pack karena bisa jadi hasil negatif didapat karena plasenta mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi hCG.

Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan adalah setelah mengalami keterlambatan haid. Banyak orang percaya saat memeriksakan kehamilan setelah terlambat haid akan memberikan hasil yang diinginkan.

FDA menyebutkan bahwa memeriksa kehamilan satu hari setelah mengalami keterlambatan menstruasi 100% akan terdeteksi hamil.

Sebaliknya, jika melakukan tes 6 hari sebelum menstrusasi kemungkinan terdeteksi hamil hanya 25 persen.

Untuk Moms yang mengalami haid tidak teratur tidak perlu khawatir. Moms dapat melakukan tes setelah merasa siklus menstruasi telah lewat cukup lama. Misalnya, jika siklus Moms berkisar antara 30 hingga 36 hari, waktu terbaik untuk mengikuti tes adalah hari ke-37 atau lebih.

Baca Juga : Jitu, Ini Cara Menggunakan Test Pack agar Akurat Hasilnya!

Bagaimana Cara Menggunakan Test Pack?

Test Pack Hamil 1 Minggu

Foto: Orami Photo Stocks

Cara pakai test pack bermacam-macam, tergantung jenis dan merek yang Moms gunakan.

Namun, salah satu metode yang sering digunakan untuk melakukan tes kehamilan dengan mengumpulkan urin di dalam gelas, kemudian memasukan test pack selama 5 menit hingga mengeluarkan hasil.

Biasanya, saat menunjukan hasil positif warna garis yang ada dalam test pack akan berubah menjadi dua atau berganti warna.

Kemampuan test pack dalam mendeteksi tingkat hCG juga berbeda. Beberapa artikel menyebutkan, test pack akan memberikan hasil yang akurat ketika digunakan setelah wanita mengalami terlambat menstruasi selama satu hingga dua minggu.

Karena dalam periode tersebut, hormon hCG akan lebih banyak dan proses pembuahan juga juga telah terjadi.

Baca juga : Apa Itu Hormon Kehamilan hCG?

Kapan Merasakan Kehamilan?

Moms biasanya memutuskan pakai test pack setelah mengalami beberapa gejala kehamilan, seperti nyeri payudara, kram ringan atau biasa disebut kram implantasi, keluar bercak, mudah lelah, sensitif terhadap bau dan mual di pagi hari.

Namun, tidak sedikit wanita yang mendapatkan hasil negatif setelah pakai test pack untuk memeriksa kehamilan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini terjadi, salahs satunya adalah pemeriksaan terlalu cepat.

Karena saat melakukan tes terlalu cepat, bisa jadi plasenta belum dapat menampung hCG sehingga Moms mendapatkan hasil negatif setelah pemeriksaan tersebut.

Jika Moms memang yakin sedang hamil, cobalah melakukan tes beberapa hari kemudian.

Karena jumlah hCG mungkin meningkat dengan cepat jika Moms memang sedang hamil dan mendapatkan hasil tes positif sesuai harapan.

Kapan Waktu Terbaik Pakai Test Pack untuk Memeriksa Kehamilan?

Selain siklus menstruasi, Moms juga perlu perhatikan kapan waktu yang tepat pakai test pack?

Banyak orang percaya bahwa pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memeriksakan kehamilan pakai test pack di rumah. Hal ini memang tidak salah, apalagi saat Moms sudah terlambat menstruasi.

Kendati demikian, alat tes kehamilan atau test pack tetap dapat digunakan kapan saja baik siang atau malam hari.

Karena hasil negatif “palsu” hanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi dan urin yang encer karena terlalu banyak konsumsi air.

Baca juga : Test Pack Positif Tetapi Tidak Hamil, Mengapa?

Apakah Hasil Negatif Menandakan Tidak Ada Kehamilan?

Tentu saja tidak. FDA menjelaskan banyak alasan kenapa wanita dapat menerima hasil negatif saat menggunakan test pack di rumah.

Salah satunya adalah karena terlalu dini memeriksakan kehamilan, sehingga plasenta mungkin belum memiliki waktu untuk memproduksi hCG-hormon yang penting untuk kehamilan.

Atau Moms terlalu sebentar saat menunggu hasil tes.

Saat mendapat hasil negatif ketika pakai test pack, anggap aja ini bersifat sementara. Moms coba lakukan kembali pemeriksaan pakai test pack beberapa hari kemudian.

Bisa jadi, hasil yang keluar berbeda karena hCG sudah naik sehingga kehamilan dapat terdeteksi.

Namun, perlu ingat nih Moms! Selama periode tersebut Moms tetap harus jaga kesehatan dan tidak konsumsi makanan yang membahayakan janin atau merokok. Karena kalau sampai Moms benar hamil, akan membahayakan bagi si calon bayi. Nggak mau kan keguguran karena kelalaian sendiri?

Selain itu, Moms juga dapat melakukan tes lanjutan dengan menemui dokter dan melakukan tes ultrasonografi untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Baca juga : Tanda Kehamilan Bisa Dideteksi Lewat Payudara?

Gimana Moms, udah tahu kan kapan pakai test pack dan bagaimana mengetahui cara menggunakannya? Yuk, dicoba di rumah moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait