Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
24 Mei 2020

Testis Si Kecil Bengkak? Kenali Gejala Orchitis pada Anak

Orchitis pada anak lebih banyak disebabkan oleh virus daripada bakteri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Orchitis adalah kondisi peradangan pada salah satu atau kedua testis pria. Orchitis pada anak kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus gondongan (mumps).

Sekitar satu dari tiga anak laki-laki yang belum mengalami pubertas (di bawah 10 tahun) akan mengalami orchitis akibat infeksi virus gondongan.

Inflamasi testis biasanya akan muncul 4-6 hari setelah munculnya gondongan. Ada laporan orchitis akibat gondongan terjadi setelah imunisasi vaksin MMR (mumps, measles, and rubella), tapi kejadian ini langka.

Menurut informasi dari situs web emedicinehealth.com, selain virus gondongan, organisme virus lain yang bisa menyebabkan orchitis adalah varicella, Coxsackievirus, echovirus, dan cytomegalovirus.

Epididimitis dan Orchitis karena Bakteri

Epididimitis dan Orchitis pada Anak karena Bakteri.jpg

Foto: metroparent.com

Orchitis juga bisa disebabkan oleh bakteri, meski pada anak-anak orchitis lebih banyak disebabkan oleh virus.

Orchitis akibat infeksi bakteri umumnya merupakan pengembangan dan penyebaran epididimitis, yakni infeksi saluran yang membawa semen keluar dari testis. Saluran dekat testis tersebut juga penting untuk penyimpanan dan perkembangan sperma. Kondisi ini disebut epididymo-orchitis.

Epididimitis ditandai dengan perasaan berat, sensitif, dan bengkak di skrotum. Terkadang pasien juga mengalami sakit atau rasa terbakar sebelum atau setelah buang air kecil serta keluarnya cairan dari penis.

Gejalanya muncul dan berkembang secara bertahap. Awalnya bagian belakang testis terasa nyeri dan bengkak selama beberapa hari. Kemudian, infeksinya meningkat dan menyebar ke seluruh testis.

Baca Juga: Bukan Cuma Puber, 5 Hal Ini Juga Dapat Menyebabkan Jerawat Pada Anak

Epididimitis yang menyebabkan orchitis berasal dari penyakit menular seksual atau infeksi saluran kencing atau kelenjar prostat. Karena itu, kebanyakan kasus orchitis akibat bakteri terjadi pada pria yang aktif secara seksual atau berusia di atas 50 tahun dengan hipertropi prostat jinak.

Risiko epididymo-orchitis akibat penyebaran nonseksual meningkat pada laki-laki yang belum diimunisasi gondongan (mumps), sering mengalami infeksi saluran kencing, berusia di atas 45 tahun, atau kandung kemihnya sering dipasangi kateter.

Orchitis pada anak akibat bakteri, menurut situs web Stanford Children’s Health, biasanya terjadi karena ketidaknormalan di saluran kencing.

Gejala Orchitis pada Anak

Gejala Orchitis pada Anak.jpg

Foto: cafemomstatic.com

Gejala orchitis bisa ringan sampai parah. Nyeri dan bengkakpun bisa muncul dengan cepat atau perlahan-lahan. Beberapa tanda-tanda orchitis adalah:

  • Testis Si kecil bengkak
  • Kemerahan di testis
  • Testis nyeri dan sensitif
  • Demam dan menggigil
  • Mual
  • Tidak enak badan dan lemas
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Sakit saat buang air kecil

Baca Juga: Anak Zaman Sekarang Lebih Cepat Puber, Mengapa?

Pengobatan Orchitis

Pengobatan Orchitis pada Anak.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dulu, salah satunya adalah menentukan penyebab infeksi apakah karena bakteri atau virus.

Jika Si Kecil mengalami orchitis akibat bakteri atau epididymo-orchitis, dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi.

Namun jika biang keroknya adalah virus, dokter tidak akan memberikan antibiotik. Orchitis akibat gondongan biasanya akan membaik dalam waktu 1-2 minggu. Dalam periode tersebut, Si Kecil perlu mendapatkan perawatan di rumah untuk meredakan gejalanya.

Perawatan Orchitis di Rumah

Perawatan Orchitis pada Anak di Rumah.jpg

Foto: NEOSiAM 2020 from Pexels

  • Ibuprofen, paracetamol (acetaminophen), atau naproxen bisa membantu mengurangi nyeri.
  • Mengangkat skrotum (kantung pelindung testis) menggunakan celana dalam ketat bisa membuat Si Kecil merasa lebih nyaman
  • Mengompres area skrotum dengan es yang dibungkus kain selama 10-15 menit beberapa kali sehari untuk 1-2 hari pertama dapat mengurangi bengkak dan nyeri. Jangan tempelkan es langsung ke kulit karena bisa menimbulkan rasa terbakar.

Selain orchitis, ada beberapa penyebab lain testis Si Kecil bengkak. Contohnya adalah hernia dan hydroceles serta varicoceles untuk bengkak yang tidak nyeri, atau terpuntirnya testis (misalnya saat berolahraga) atau kelamin tersangkut di resleting untuk bengkak yang disertai nyeri.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Cek Dulu 5 Mitos Dan Fakta Puber Anak Ini

Periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya sehingga Si Kecil bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait