Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Jul 30, 2018

Tidur Terlalu Lama Ternyata Bahaya Untuk Kesehatan Lho

Bagikan


Tanya : 

Saya adalah tipe orang yang merasa tidur cukup dengan 5-6 jam tidur. Tapi akhir-akhir ini saya selalu tidur hampir 10 jam atau bahkan hanya 1 jam.

Sebelumnya saya memang sedang ada masalah. Apakah ada hubungannya antara kebiasaan tidur saya dengan gejala depresi dok?

Jawab : 

Kurang tidur (insomnia) maupun tidur terlalu banyak (hipersomnia) tidak baik untuk kesehatan tubuh dan kualitas hidup Anda.

Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda, bengantung usia, tingkat aktivitas, status kesehatan dan kebiasaan masing-masing.

Secara umum, para ahli merekomendasikan tidur selama 7-9 jam setiap harinya. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan tidur terlalu banyak:

1. terlalu lelah bekerja

2. kurang aktivitas fisik

3. kegemukan

4. efek samping obat, alkohol

5. depresi

6. gangguan pola tidur

Terlalu banyak tidur terkait dengan penyakit jantung, diabetes. Efek-efek lain yang dapat timbul akibat terlalu banyak tidur adalah:
a. kecemasan

b. tidak bertenaga

c. gangguan memori

Oleh karena itu, Anda dapat mencaritahu kemungkinan penyebab Anda terlalu banyak tidur, atau bahkan tidur yang sedikit mintalah pertolongan ke dokter untuk mengetahui dengan jelas penyebab medis yang mungkin.

Mulailah mengatur ulang waktu tidur Anda dan disiplinlah menjalaninya. Lakukan pengurangan jam tidur secara bertahap dan berilah diri sendiri hadiah ketika berhasil mencapainya. Bergabunglah dalam kegiatan-kegiatan yang positif misalnya kegiatan keagamaan, kursus bahasa asing, klub olahraga, dll.

Dijawab oleh : dr. Ayu Andrian Putri

Sumber : meetdoctor.com 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.