Kesehatan

KESEHATAN
15 Februari 2021

Tinea Versicolor, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Akrab disebut panu dan menyerupai vitiligo
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Tinea versicolor atau akrab disebut panu, adalah infeksi jamur pada kulit yang masalahnya cukup umum.

Jamur ini mengganggu pigmentasi normal kulit, lalu menyebabkan bercak-bercak kecil dan berwarna.

Seperti yang diutarakan Mayo Clinic, bercak kecil ini mungkin lebih terang atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya dan paling umum memengaruhi batang dan bahu.

Tinea versicolor paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Paparan sinar matahari bisa membuat tinea versicolor lebih jelas.

Tinea versicolor juga disebut pityriasis versicolor, yang tidak menyakitkan atau menular. Tetapi, kondisi ini bisa menyebabkan tekanan emosional atau kesadaran diri.

Krim antijamur, lotion atau sampo dapat membantu mengobati tinea versicolor. Tetapi setelah perawatan berhasil, warna kulit mungkin tetap tidak merata selama beberapa minggu atau bulan. Bahkan kondisi ini bisa kambuh ketika cuaca hangat dan lembap.

Baca Juga: Penyebab Infeksi Jamur Candida pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Penyebab Tinea Versicolor

tinea versicolor, apa itu.jpg

Foto: freepik.com

Tinea versicolor terjadi ketika jamur malassezia tumbuh dengan cepat di permukaan kulit. Malassezia, jamur lipofilik dimorfik, juga dikenal sebagai Pityrosporum.

Sebenarnya, jamur ini adalah flora yang biasa terdapat pada kulit normal. Malassezia terdapat di kulit yang sehat, dan paling umum di daerah berminyak seperti wajah, kulit kepala, dan punggung.

Namun, Malassezia dapat menyebabkan tinea versicolor ketika berubah menjadi bentuk patogen atau merusak.

Faktor-faktor yang menyebabkan jamur ini menjadi patogen di antaranya adalah kecenderungan genetik, kondisi lingkungan seperti panas dan kelembapan, defisiensi imun, kehamilan, kulit berminyak, dan penggunaan lotion dan krim berminyak.

Dikutip dari Journal de Mycologie Médicale, hingga saat ini, 14 spesies Malassezia penyebab tinea versicolor telah diidentifikasi.

Spesies utama jamur penyebab tinea versicolor adalah Malassezia furfur, Malassezia globosa, dan Malassezia sympodialis.

Berikut ini adalah faktor risiko penyebab tinea versicolor.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

1. Cuaca Panas dan Lembap

Tinea versicolor atau panu dilaporkan terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering terjadi pada kondisi hangat dan lembap.

Prevalensinya setinggi 50% di negara tropis dan serendah 1,1% di daerah beriklim dingin seperti Swedia.

2. Kulit Berminyak

Pityriasis versicolor terjadi lebih sering pada remaja dan dewasa muda mungkin karena peningkatan produksi sebum yang memungkinkan lingkungan yang lebih kaya lemak atau minyak di mana Malassezia dapat tumbuh.

3. Keringat berlebih

Jamur menyukai kulit yang lembap. Keringat yang berlebih mendukung pertumbuhan jamur tinea versicolor.

Setelah berolahraga, sebaiknya keringat dilap dan ditunggu hingga kering, dan jangan langsung mandi.

4. Sistem Kekebalan yang Melemah

National Center for Biotechnology Information meninjau imunodefisiensi menjadi penyebab berbagai peningkatan infeksi jamur superfisial dan invasif.

Infeksi jamur yang ditemukan peneliti bisa terjadi karena kesalahan gen bawaan tunggal dari imunitas.

Di dalam jurnal tersebut, peneliti menemukanya bahwa infeksi jamur lain juga dapat terjadi dari kesalahan kekebalan bawaan yang belum diketahui sampai saat ini, setidaknya pada beberapa pasien tanpa faktor risiko yang diketahui.

5. Perubahan hormon

Beberapa hormon, terutama hormon seks, meningkatkan sekresi minyak sehingga meningkatkan risiko tinea versicolor.

Tinea versicolor juga bisa terjadi pada orang-orang dari semua latar belakang etnis, tapi lebih umum pada remaja dan dewasa muda.

Orang dewasa lebih mungkin mengembangkan tinea versicolor jika mereka mengunjungi suatu daerah dengan iklim subtropis.

Baca Juga: Waspada Tinea Captitis, Infeksi Jamur di Kulit Kepala Anak

Gejala Tinea Versicolor

tinea versikolor (2).jpeg

Foto: shutterstock.com

Pertumbuhan jamur pada kulit bisa menyebabkan warna area kulit yang terinfeksi berbeda dari kulit di sekitarnya.

Adapun tanda dan gejala infeksi tinea versicolor meliputi:

  • Bercak kulit, bisa berwarna putih, merah muda, merah atau cokelat. Bahkan bercaknya bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.
  • Bekas tinea versicolor biasanya lebih terlihat dengan di kulit berwarna gelap.
  • Bintik-bintik bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tapi paling sering terlihat di leher, dada, punggung dan lengan.
  • Bintik-bintik dapat menghilang selama cuaca dingin dan menjadi lebih buruk selama cuaca hangat dan lembap.
  • Bercak kulit ini kering, bersisik, gatal dan terasa sakit.

Bercak kulit yang berubah warna adalah gejala tinea versicolor yang paling nyata, dan bercak ini biasanya muncul di lengan, dada, leher, atau punggung.

Baca Juga: Waspadai Gejala Lupus, Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Tinea versicolor yang berkembang pada orang dengan kulit gelap dapat menyebabkan bercak-bercak kulit jadi lebih terang, sehingga dikenal sebagai hipopigmentasi.

Bagi sebagian orang, kulit bisa menjadi lebih gelap, bukan cerah. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi.

Namun, beberapa orang yang terkena tinea versicolor tidak memiliki perubahan signifikan dalam warna atau penampilan kulit mereka.

Selain perubahan warna kulit , juga mungkin mengalami kulit gatal.

Penyakit Kulit yang Disangka Tinea Versicolor

tinea versikolor (3).jpeg

Foto: shutterstock.com

Beberapa kondisi kulit dengan gejala yang tumpang tindih seperti vitiligo sering disalahartikan sebagai tinea versicolor. Vitiligo bisa berbeda dari tinea versicolor yang termasuk:

  • Vitiligo tidak mempengaruhi tekstur kulit.
  • Vitiligo biasanya muncul di jari, pergelangan tangan, ketiak, mulut, mata atau selangkangan.
  • Vitiligo sering membentuk tambalan yang simetris.

Ruam yang disebabkan oleh pityriasis rosea juga mirip dengan tinea versicolor, tetapi ruam ini biasanya didahului oleh herald patch.

Herald patch satu-satunya bercak merah kulit bersisik yang muncul beberapa hari atau minggu sebelum ruam.

Belum diketahui penyebab masalah kulit ini. Tapi, seperti tinea versicolor, masalah kulit ini tidak berbahaya atau menular.

Baca Juga: Mengenal Masalah Kulit Vitiligo, Gejala, Komplikasi dan Efek Psikologisnya!

Mengobati Tinea Versicolor

Tinea Versicolor

Foto: Orami Photo Stocks

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information, obat oles bisa digunakan sebagai pengobatan pertama untuk tinea versicolor.

Obat oles yang bisa digunakan di antaranya agen antijamur nonspesifik (sulfur ditambah asam salisilat, selenium sulfida 2,5%, dan zinc-pyrithione) yang menghilangkan jaringan mati dan mencegah invasi lebih lanjut

Kedua, bisa menggunakan obat antijamur spesifik, yang memiliki efek fungisida atau fungistatik.

Obat antijamur yang biasa digunakan termasuk imidazol (clotrimazole 1%, ketoconazole 2%, econazole, isoconazole, miconazole), ciclopirox olamine 1%, dan allylamine (terbinafine 1%).

Obat luar berbentuk semprotan atau larutan berbusa dalam sampo lebih disukai daripada krim, karena krim lebih berminyak dan lebih sulit untuk diaplikasikan, terutama di daerah yang luas.

Ketoconazole adalah pengobatan topikal yang paling umum digunakan untuk mengobati tinea versicolor. Ini dapat diaplikasikan sebagai krim (dua kali sehari selama 15 hari) atau dalam larutan berbusa (dosis tunggal).

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

Mencegah Tinea Versicolor

Mencegah-tinea-versicolor

Foto: Orami Photo Stocks

Panu dapat diobati dengan beragam perawatan, salah satunya yaitu oles obat gatal. Meski demikian, jamur akan kembali setelah pengobatan dilakukan.

Jika kambuh, sampo dan obat-obatan penunjang menjadi tambahan perawatan yang dibutuhkan.

Untuk membantu mencegah ruam datang kembali, gunakan sampo khusus saat mandi. Ini sangat penting dilakukan apalagi di musim panas. Saat itulah ruam kemungkinan besar akan kembali.

Cara untuk mencegah tinea versicolor muncul kembali, dapat menerapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Menghindari produk kulit yang memicu minyak berlebih.
  • Hindari cuaca panas dan lembap.
  • Jauhi hal-hal yang menyebabkan kulit berkeringat lebih.
  • Kenakan pakaian longgar agar kulit tetap sejuk dan kering.

Baca Juga: Ketahui Mengenai Campak Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Meskipun tinea versicolor adalah kondisi kulit yang tidak berbahaya, orang yang mengalaminya sering kali merasa tidak nyaman dengan perubahan warna kulit yang ditimbulkannya.

Cara terbaik untuk mengatasi rasa malu akibat ruam ini adalah dengan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya memburuk hingga kulit kembali normal.

Penggunaan sunblock juga dapat mencegah terjadinya penyakit kulit ini. Tidak kalah penting adalah menghindari losion atau krim tubuh yang menghasilkan minyak, karena minyak dapat memperparah ruam. Untuk sunblock, pilih produk yang berlabel oil-free atau noncomedogenic.

Itulah penjelasan tentang tinea versicolor dan untuk membedakan dengan penyakit kulit yang serupa. Semoga Moms terhindar dari penyakit ini, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait