Kesehatan

20 Mei 2021

Berapa Tinggi Badan Ideal Perempuan dan Laki-laki Indonesia?

Ada banyak faktor yang memengaruhi tinggi badan ideal seseorang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Tinggi badan merupakan salah satu hal yang paling sering dibicarakan oleh orang-orang di Indonesia maupun di seluruh dunia. Banyak yang bertanya-tanya, apakah tinggi badan mereka normal, di atas rata-rata, atau di bawah rata-rata. Untuk menjawab pertanyaan dan keraguan tersebut, yuk sama-sama kita bahas tinggi badan ideal!

Tinggi Badan Ideal

Tinggi manusia diukur sebagai jarak antara ujung kepala hingga ujung kaki. Tinggi badan merupakan panjang vertikalnya.

Dikutip dari YouGov, kontribusi genetik pada tinggi badan sangatlah tinggi dan menjadi faktor utama.

Faktor yang memengaruhi tinggi badan sangat banyak, antara lain faktor genetik, pola makan, olahraga, lingkungan, gaya hidup, ras, dan lain sebagainya.

Banyak sekali orang Indonesia yang berpendapat bahwa tinggi badan ideal adalah tinggi badan yang dapat disandingkan atau dibandingkan dengan tinggi badan rata-rata orang Amerika atau Eropa.

Moms dan Dads, sebenarnya tinggi badan ideal di masing-masing benua maupun negara rata-rata berbeda. Hal tersebut karena faktor genetik dan budaya sosial yang berbeda antar tiap golongan.

Baca Juga: Ini 5 Aktivitas yang Dapat Membantu Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak

Tinggi Badan Ideal Perempuan

Tinggi badan ideal perempuan

Foto: freepik.com

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa rata-rata tinggi badan berdasarkan benua maupun negara dapat berbeda-beda. Lalu bagaimana dengan tinggi badan berdasarkan jenis kelamin?

Terdapat faktor-faktor eksternal dan internal yang memengaruhi tinggi badan berdasarkan jenis kelamin.

Faktor internal yang memengaruhi yaitu genetik dari setiap individu yang berbeda dan proses metabolisme tubuh antara laki-laki dan perempuan dapat berbeda.

Faktor eksternal yang memengaruhi adalah asupan makanan yang dikonsumsi, dan aktivitas sehari-hari yang biasanya dilakukan laki-laki lebih berat.

Dikutip dari Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan RI, tinggi badan ideal untuk perempuan di usia 16-29 tahun adalah 159 cm.

Tinggi Badan Ideal Laki-laki

Tinggi badan ideal laki-laki

Foto: freepik.com

Berbeda dengan tinggi badan ideal perempuan, tinggi badan ideal laki-laki umumnya lebih tinggi beberapa sentimeter dari perempuan.

Faktor-faktor yang memengaruhi adalah umumnya laki-laki memiliki aktivitas yang lebih berat daripada perempuan. Selain itu, secara kompleksitas serta ukuran organ tubuh laki-laki lebih besar dan banyak membutuhkan energi untuk keperluan organ tersebut.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan RI, tinggi ideal laki-laki di umur 16-29 tahun adalah 168 cm.

Namun, tidak sedikit pula banyak laki-laki yang memiliki tinggi badan lebih rendah dari perempuan. Lagi-lagi hal tersebut karena faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Baca Juga: Cara Membaca Tabel Tinggi Badan Anak Menurut Usia 2-5 Tahun

Mencegah Anak Stunting

Agar anak tumbuh tinggi

Foto: freepik.com

Dikutip dari World Health Organization (WHO), stunting merupakan suatu gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Anak-anak yang didefinisikan mengalami stunting adalah anak-anak yang jika tinggi badan mereka terhadap usia lebih dari dua deviasi standar di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Artinya, salah satu ciri dari stunting adalah tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya.

Pertumbuhan linier pada anak usia dini merupakan penanda kuat dari pertumbuhan yang sehat mengingat keterkaitannya dengan risiko morbiditas dan mortalitas, penyakit tidak menular di kemudian hari, serta kapasitas dan produktivitas belajar.

Stunting juga terkait erat dengan perkembangan anak di beberapa domain termasuk kapasitas kognitif, bahasa, dan motorik sensorik.

Lalu bagaimana cara mencegah stunting pada anak?

1. Pemberian ASI Eksklusif

Untuk mencegah stunting, Moms dianjurkan untuk menyusui secara eksklusif hingga bayinya berusia 6 bulan.

2. Pemenuhan Nutrisi

Dilansir dari Karger, seorang manusia membutuhkan kira-kira 40 nutrisi yang berbeda, dalam jumlah yang berbeda, untuk tumbuh, berkembang, dan tetap sehat.

Untuk memenuhi persyaratan ini diperlukan konsumsi makanan yang cukup beragam, termasuk ASI, dan berbagai makanan nabati (sayuran, buah-buahan, makanan pokok), makanan hewani (susu, telur, ikan, daging) serta beberapa makanan yang diperkaya vitamin dan mineral tertentu.

Jika variasi makanan seperti itu tidak tersedia, atau bagi mereka yang (biasanya karena alasan ekonomi) tidak dapat mengakses variasi tersebut, makanan yang diformulasikan secara khusus mungkin diperlukan untuk mengisi apa yang disebut 'kesenjangan nutrisi'. Misalnya dengan mengonsumsi suplemen.

Baca Juga: Ternyata Begadang dan Tidur Tidak Nyenyak Bikin Tinggi Badan Anak Terhambat!

3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI Sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, Moms dan Dads sudah bisa memberikan makanan pendamping (MPASI).

Moms dan Dads perlu memastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting.

WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan untuk mencegah kekurangan gizi tertentu.

Di sisi lain, Moms dan Dads juga perlu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Jika ragu, konsultasikan dengan ahli, seperti Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak.

4. Terus Pantau Tumbuh Kembang Anak

Moms dan Dads perlu terus memantau tumbuh kembang anak, terutama dari tinggi dan berat badan anak.

Bawa anak secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengetahui gejala awal gangguan kesehatan dan penanganannya.

5. Perhatikan Selalu Kebersihan Lingkungan

Anak-anak cukup rentan akan serangan penyakit, terutama ketika lingkungan sekitar mereka kotor.

Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.

Dikutip dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

Sementara salah satu pemicu diare datang dari bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai sumber, salah satunya adalah lingkungan yang kurang higienis.

Baca Juga: Diare pada Bayi, Bagaimana Cirinya dan Cara Mengatasinya?

Cara Menambah Tinggi Badan

Mencapai tinggi badan ideal

Foto: freepik.com

Pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak orang jika membahas mengenai tinggi badan ideal adalah bagaimana cara menambah tinggi badan.

Antara usia 1 hingga pubertas, kebanyakan anak-anak bertambah tinggi sekitar 6 cm setiap tahun.

Begitu pubertas terjadi, Si Kecil mungkin tumbuh dengan kecepatan 10 cm per tahun.

Namun, setiap orang tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. Untuk anak perempuan, percepatan pertumbuhan ini biasanya dimulai pada awal masa remaja.

Anak laki-laki mungkin tidak mengalami peningkatan tinggi badan yang tiba-tiba sampai akhir masa remajanya. Biasanya mereka akan berhenti tumbuh tinggi setelah melewati masa pubertas.

Artinya, ketika menginjak usia dewasa, tidak mungkin tinggi badan akan bertambah lagi. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa remaja untuk memastikan bahwa untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan.

Yuk simak beberapa cara untuk mencapai tinggi badan ideal!

1. Makanan yang Seimbang

Selama masa pertumbuhan, sangat penting untuk mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Diet harus mencakup buah segar, sayuran segar, biji-bijian, protein, produk susu. Jangan lupa untuk membatasi atau menghindari makanan yang mengandung gula tinggi, lemak trans, dan lemak jenuh.

2. Suplemen Tambahan

Ada beberapa kasus di mana suplemen dapat meningkatkan tinggi badan pada anak-anak.

Dalam penelitian Normal Physiology of Growth Hormone in Adults, jika memiliki kondisi yang memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormon/HGH), dokter mungkin merekomendasikan suplemen yang mengandung HGH sintetis.

3. Tidur dan Istirahat Dengan Cukup

Kurang tidur sesekali tidak akan memengaruhi tinggi badan dalam jangka panjang.

Tetapi jika selama masa remaja secara teratur tidur dengan waktu kurang dari jumlah yang disarankan dapat menyebabkan komplikasi.

Hal ini karena tubuh melepaskan hormon pertumbuhan saat tidur. Produksi hormon ini dan lainnya dapat turun jika tidak cukup tidur.

4. Olahraga Secara Teratur

Dalam jurnal Sports Medicine, olahraga dapat memperkuat otot dan tulang, membantu mempertahankan berat badan yang ideal, dan meningkatkan produksi HGH.

Selain membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis.

Kondisi ini terjadi ketika tulang menjadi lemah atau rapuh, yang mengakibatkan hilangnya kepadatan tulang. Hal ini dapat menyebabkan tinggi badan yang menyusut.

Untuk mengurangi risiko osteoporosis, cobalah untuk mulai berolahraga ringan seperti berjalan kaki beberapa kali seminggu. Tingkatkan intensitas olahraga sesuai kondisi tubuh.

Baca Juga: Ternyata Begadang dan Tidur Tidak Nyenyak Bikin Tinggi Badan Anak Terhambat!

Jika Moms dan Dads atau Si Kecil merasa tidak mencapai tinggi badan ideal, tidak perlu berkecil hati atau merasa malu.

Tinggi badan ideal bukanlah satu-satunya indikator kesehatan ideal ataupun kualitas diri seseorang. Selalu terapkan gaya hidup sehat dan aktif agar tubuh terus prima.

  • https://yougov.co.uk/topics/politics/articles-reports/2014/07/11/ideal-height-56-woman-511-man
  • https://www.standard.co.uk/lifestyle/dating/most-attractive-height-for-man-woman-a3846246.html
  • https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
  • https://www.karger.com/WebMaterial/ShowFileCache/881597
  • https://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting
  • http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279056/
  • https://doi.org/10.2165/00007256-200232150-00003
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait