Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Nov 13, 2018

Kenali 4 Tipe Tekanan dari Teman yang Sering Dihadapi Anak

Bagikan


Tekanan teman sebaya adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam pertemanan anak di lingkungan sekolah maupun rumah.

Secara sederhana, tekanan teman sebaya bisa diartikan sebagai pengaruh dari teman sepergaulan yang membuat anak mengubah perilaku, nilai, atau sikap, agar bisa diterima oleh kelompok atau individu yang mempengaruhinya.

Tekanan teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat, terutama bagi anak yang ingin merasa menjadi bagian dari suatu kelompok.

Biasanya tekanan teman sebaya sangat berpengaruh pada anak yang punya kepercayaan diri rendah, memiliki harga diri rendah, punya nilai jelek, dan tidak memiliki kegiatan lain di luar pergaulan dengan teman sebaya.

Menurut Encyclopedia of Children’s Health, tekanan teman sebaya sudah tampak sejak pertemanan anak berusia dua tahun lho, Moms.

Bahkan, permasalahan dengan teman yang terjadi dapat mempengaruhi perilaku, perkembangan sosial emosional, pola makan, waktu bermain, serta pola tidur anak.

Memasuki usia sekolah, pengaruh teman sebaya yang semakin kuat seringkali membuat anak mencoba menentang dan melanggar peraturan untuk mengetes toleransi orang tua.

Karena itu, penting sekali untuk mengenali tipe tekanan teman sebaya berikut agar Moms bisa mengajarkan anak untuk menghadapinya dengan bijak.

Tekanan Langsung

Dalam pertemanan anak, seringkali teman sebaya memberikan ajakan maupun instruksi langsung pada anak untuk melakukan sesuatu, seperti, “Kamu nggak usah mengerjakan PR, ayo kita main game saja!”

Anak yang tadinya tidak keberatan mengerjakan PR, bisa jadi mengikuti ajakan teman, karena merasa kegiatan temannya lebih menyenangkan. Mereka juga biasanya menuruti ajakan temannya tersebut karena takut dijauhi atau diejek.

Baca Juga: 4 Kendala Ini Akan Anak Temui Ketika Belajar Berteman

Tekanan Tidak Langsung

Tekanan teman sebaya yang bersifat tidak langsung ini biasanya berupa perubahan sikap, cara berpakaian, perilaku, maupun cara berkomunikasi teman sebaya karena anak dianggap bukan bagian dari kelompok.

Memang tidak ada yang menyuruh Si Kecil untuk berubah, tapi perubahan yang dirasakan anak cenderung akan membuatnya mengubah diri atau mengikuti kemauan teman agar tidak ditinggalkan.

Tekanan Individual

Anak yang tujuan dan nilai hidupnya kurang kuat, cenderung merasa kurang percaya diri dan ingin diterima oleh teman sebaya.

Agar tetap relevan, keren, dan tidak ditinggalkan teman, anak kemudian rela mengambil risiko untuk melakukan apapun yang sedang tren di kalangan teman sebaya. Padahal, seringkali tren tersebut tidak sesuai dan tidak baik untuknya.

Baca Juga: 6 Langkah Mempersiapkan Anak Menginap di Rumah Teman

Tekanan Positif

Berita baiknya, tekanan teman sebaya tidak selalu berupa permasalahan anak dengan teman.

Saat bergaul dengan teman yang tepat, tekanan teman sebaya dapat mempengaruhi buah hati untuk lebih rajin belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Misalnya, mereka jadi lebih rajin belajar karena terdorong melihat teman-temannya yang berprestasi di sekolah.

Selain dengan melatih kemampuan berpikir kritis serta membuat keputusan yang baik, menguatkan nilai dan tujuan hidup anak sejak kecil juga akan membentenginya dari tekanan teman sebaya.

Apa Moms punya pengalaman menghadapi anak yang terbawa tekanan teman sebaya?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.