Kehamilan

KEHAMILAN
13 Agustus 2020

7 Tips Agar Cepat Melahirkan di Usia Kandungan 38 Minggu

Ketahui tips-tipsnya agar bisa melahirkan di usia 38 minggu, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Dina Vionetta

Trimester akhir kehamilan dimulai pada minggu ke-29 hingga minggu ke-40. Moms yang usia kehamilannya sudah mencapai minggu-minggu terakhir pasti sudah tidak sabar ingin melahirkan dan bertemu dengan Si Kecil.

Biasanya, wanita akan melahirkan saat usia kandungan sekitar 38 minggu hingga 40 minggu.

Nah, agar lahir tepat waktu, apa saja yang bisa Moms lakukan agar cepat melahirkan saat usia kandungan 38 minggu?

7 Tips Agar Cepat Melahirkan di Usia Kandungan 38 Minggu

Sebelum melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan melahirkan, ada baiknya Moms selalu berkonsultasi dan mengikuti rekomendasi dari dokter kandungan.

Dalam survei penelitian Women's use of nonprescribed methods to induce labor terhadap 201 responden wanita, dilaporkan 99 orang tidak berusaha mempercepat kelahiran sendiri, sedangkan 102 orang sisanya melakukan beberapa tipe metode yang tidak diresepkan dokter untuk mempercepat kelahiran.

Metode paling umum yang dilakukan adalah berjalan kaki (43,3%), kemudian diikuti dengan melakukan hubungan seksual (22,9%), menyantap makanan pedas (10,9%), dan menstimulasi puting (7,5%).

Sejumlah responden menggunakan laksatif, olahraga berat, masturbasi, akupuntur, atau bantuan herbal untuk mempercepat kelahiran.

Menurut laporan, wanita yang menggunakan metode-metode untuk mempercepat kelahiran ini berumur lebih muda, jumlah kehamilan yang pernah dialami lebih rendah, usia kehamilan lebih lama, dan lebih mungkin melahirkan secara vaginal.

1. Jalan Kaki

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 1.jpg

Foto: freepik.com

Siapa sangka kegiatan simple yang kita lakukan sehari-hari ini ternyata membantu bayi lebih cepat turun ke pelvis. lho.

Gerakan pinggul Moms saat berjalan dan dorongan gravitasi membantu bayi turun ke pelvis dan menekan area serviks.

Posisi bayi yang semakin turun ini mempersiapkan serviks untuk kelahiran dan memicu kontraksi sebagai sinyal.

Namun jangan cepat kecewa jika tips ini tidak bekerja untuk Moms, karena manfaat jalan kaki sebagai olahraga kecil membantu tubuh Moms tetap prima sebagai persiapan hari kelahiran nanti.

Hal yang perlu diingat, jangan terlalu capek ya, Moms!

Baca Juga: Mengenal Gentle Birth Sebagai Alternatif Metode Melahirkan

2. Hubungan Seksual

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 2.jpg

Foto: freepik.com

Tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu berikutnya ialah bercinta.

Bagaimana berhubungan seks membantu Moms agar cepat melahirkan?

Ternyata dalam sperma Dads terkandung hormon prostaglandins, yaitu hormon yang membantu serviks terbuka dan menipis, sehingga memicu kontraksi setelah orgasme yang diduga mendorong kelahiran lebih cepat.

Namun, dalam beberapa penelitian sebagian wanita dilaporkan tetap melahirkan lebih dari 38 minggu walaupun berhubungan seks dibandingkan dengan mereka yang tidak berhubungan.

Bila kehamilan Moms tidak berisiko tinggi atau tidak ada masalah plasenta, Moms kemungkinan besar akan diizinkan dokter untuk berhubungan seks.

Meskipun belum tentu efektif mempercepat kelahiran, berhubungan seks juga membantu Moms meringankan ketegangan, kecemasan, dan stres dengan cara yang sehat serta meningkatkan waktu keintiman dengan Dads sebelum disibukkan dengan bayi nantinya.

3. Akupuntur

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 3.jpg

Foto: freepik.com

Akupuntur adalah seni memasukkan jarum yang sangat tipis ke titik spesifik pada tubuh. Terapi akupuntur dipercaya menjadi salah satu cara untuk menstimulasi aktivitas uterin dan mendorong bayi untuk lahir secara alami.

Akupuntur juga mampu menurunkan stres dan ketegangan otot-otot tubuh secara alami, sehingga membantu Moms lebih rileks dalam menghadapi kelahiran.

Jangan lupa sebelum pergi akupuntur, pastikan dokter kandungan Moms memberikan lampu hijau, ya.

Baca Juga: Amankah Melakukan Akupuntur Saat Hamil?

4. Akupresur

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 4.jpg

Foto: freepik.com

Mirip dengan akupuntur, memijat titik akupresur tertentu pada tubuh juga membantu memberikan sinyal kepada organ yang terdampak untuk beraktivitas.

Dilakukan tanpa jarum, Moms dan Dads dapat menggunakan ujung jari atau tongkat yang agak runcing untuk menekan titik spesifik pada tubuh agar menstimulasi aktivitas di uterin.

Dua titik akupresur yang ditekan yakni area otot sambungan di antara jari jempol dan telunjuk, serta pada kaki bagian dalam sekitar empat jari di atas tulang pergelangan kaki.

Sama seperti akupuntur, Moms juga harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

5. Stimulasi Puting

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 5.jpg

Foto: freepik.com

Melakukan stimulasi pada payudara, khususnya puting, dapat memproduksi hormon oxytocin yang juga dapat memicu kontraksi.

Ketika sedang duduk senggang, Moms dapat melakukannya sendiri.

Cukup memain-mainkan area puting Moms selama beberapa jam dalam sehari, namun karena payudara Moms menjadi lebih sensitif saat hamil, berhati-hatilah jangan sampai menyakiti diri sendiri.

Tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu ini cukup efektif mendorong kontraksi secara alami, namun beberapa praktisi mungkin tidak merekomendasikan cara ini karena dapat menyebabkan kontraksi uterin yang cukup menyakitkan dan panjang, serta mungkin dapat berdampak pada turunnya detak jantung bayi.

Konsultasikan dengan dokter kandungan Moms sebelum melakukan cara ini.

6. Pijat Prenatal

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu 6.jpg

Foto: freepik.com

Bagi Moms atau Dads yang merasa sulit atau tidak sempat memijat diri, Moms dapat mempertimbangkan layanan pijat prenatal.

Beberapa penelitian menunjukkan pijatan dapat meningkatkan level oxytocin dalam tubuh, nih.

Beberapa layanan pijat prenatal memberikan fokus pijatan pada titik-titik yang mampu merangsang aktivitas uterin agar mempercepat kelahiran.

Jika disetujui oleh dokter kandungan Moms, tidak ada salahnya mencoba.

7. Makanan Pedas

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu7.jpg

Foto: freepik.com

Kegemaran masyarakat Indonesia makan makanan pedas bisa menjadi salah satu keuntungan, khususnya bagi Moms yang ingin cepat melahirkan.

Konon katanya, makanan pedas membuat iritasi ringan di usus yang kemudian memicu kontraksi pada uterus.

Jika Moms termasuk orang yang memiliki toleransi pedas cukup tinggi, cara ini dapat dicoba, terutama untuk meringankan gejala bloating, atau berkumpulnya gas dalam perut.

Walaupun begitu, tetap jaga batas makanan pedas yang perut Moms dapat toleransi, karena masalah pencernaan dapat muncul akibat makanan pedas yang berlebihan, seperti naiknya asam lambung, diare, dan gas dalam perut.

Makanan pedas ini sendiri tidak berdampak langsung terhadap janin, namun tetap berhati-hati dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menyantap makanan pedas ya, Moms.

Baca Juga: Ternyata Hobi Makan Makanan Pedas Bisa Memperpanjang Usia Lho!

Mengapa Perlu Tips Agar Cepat Melahirkan di Usia Kandungan 38 Minggu?

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu mengapa perlu tips.jpg

Foto: freepik.com

ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologist) membagi usia kehamilan menjadi empat kategori, yaitu:

  • Early-term: kelahiran terjadi antara usia kehamilan 37 minggu-38 minggu 6 hari
  • Full-term: kelahiran terjadi setelah 39 minggu, sebelum 40 minggu 6 hari
  • Later-term: kelahiran dalam 6 hari setelah 41 minggu
  • Post-term: kelahiran setelah 42 minggu dan seterusnya

Setiap kehamilan unik bagi setiap wanita, sehingga masing-masing wanita bisa saja mengalami gejala dan kondisi yang berbeda saat hamil.

Namun, sebaiknya Moms menghindari melahirkan di periode post-term karena memiliki beberapa risiko untuk bayi, misalnya:

  • Ukuran bayi bertambah, sehingga menambah risiko terluka atau cedera saat melahirkan.
  • Mengisap kotoran sendiri yang akan berdampak pada masalah paru-paru saat lahir.
  • Plasenta menua dan kadar pH tali pusar menurun, menyebabkan neonatal acidemia atau rendahnya pH darah.
  • Masalah lain yang muncul akibat keterbatasan dalam rahim, seperti kulit berkerut, terkelupas, dan tubuh kurus akibat kurang nutrisi.

Sedangkan untuk Moms sendiri yang melahirkan di periode post-term juga berisiko:

  • Perlu melahirkan secara operasi caesar
  • Meningkatnya risiko robekan saat melahirkan
  • Kelahiran terhambat, lambat, atau tertunda
  • Dampak emosional yang negatif seperti kecemasan

Sebenarnya secara umum, mendorong kelahiran di usia kehamilan 38 minggu tidak disarankan dokter walaupun secara alami.

Namun, sebagian wanita dapat mengalami pecah ketuban saat usia kehamilan 38 minggu.

Air ketuban ditahan oleh dua membran yang melindungi bayi dari kuman dan bakteri.

Untuk bisa keluar dari tubuh, kedua membran ini harus dalam keadaan pecah. Penyebab utama mengapa air ketuban keluar sebelum waktunya masih menjadi misteri.

Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

Namun, hormon yang membantu kontraksi uterus, yaitu prostaglandins, dianggap sebagai salah satu penyebab.

Jika kandungan Moms sejauh ini masih baik-baik saja, maka disarankan untuk menunggu hingga periode full-term untuk melahirkan.

Dalam jurnal Care Practice #1: Labor Begins on Its Own, ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists) memberikan alasan-alasan medis mengapa kelahiran secara induksi dilakukan.

Pada dasarnya, kelahiran secara induksi apabila bayi dalam tubuh memiliki lebih banyak risiko dibandingkan dengan saat dilahirkan.

Kondisi yang dipertimbangkan untuk melakukan kelahiran secara induksi yaitu:

  • Air ketuban sudah bocor namun tanda-tanda melahirkan belum dirasakan
  • Usia kehamilan sudah memasuki periode post-term (42 minggu atau lebih)
  • Tekanan darah tinggi akibat kehamilan
  • Mengidap masalah kesehatan seperti diabetes yang dapat mempengaruhi bayi
  • Terjadi infeksi di uterus
  • Bayi tumbuh terlalu lambat

Manfaat Menunggu Kelahiran Secara Alami

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu menunggu kelahiran.jpg

Foto: freepik.com

Ketika Moms memutuskan untuk membiarkan tubuh yang memberikan tanda-tanda akan melahirkan secara sendirinya, atau menunggu hingga usia kehamilan mencapai periode full-term, sebenarnya ada beberapa manfaat yang akan Moms dapatkan, antara lain:

  • Pemulihan lebih cepat untuk Moms dan bayi
  • Bayi memiliki waktu lebih untuk membangun otot dan kekuatan
  • Mengurangi risiko gula darah rendah, infeksi, dan sakit kuning pada bayi
  • Mengurangi risiko masalah pada sistem pernapasan, penglihatan, dan pendengaran bayi di masa depan
  • Bayi dapat mengisap, menelan, dan bangun cukup lama untuk makan setelah lahir. Bayi yang lahir lebih cepat, terkadang tidak dapat melakukan hal-hal ini
  • Meningkatkan perkembangan otak yang lebih optimal, karena otak bertumbuh tiga kali lipat antara 35 minggu hingga 40 minggu.
  • Berat badan bayi dapat tumbuh lebih banyak di dalam kandungan. Bayi yang lahir dengan berat badan yang sehat, tubuhnya bertahan lebih hangat daripada bayi yang lebih kecil
  • Mengurangi risiko bayi terkena masalah kesehatan atau memiliki masalah belajar di masa depan dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum 39 minggu.

Pengalaman kehamilan setiap wanita dapat berbeda.

Usia kehamilan Moms yang mencapai 38 minggu mungkin dipenuhi ketidaknyamanan seperti sakit punggung, perut terasa gatal, kurang tidur, dan dipenuhi kecemasan.

Melakukan beberapa tips agar cepat melahirkan di atas, juga memiliki manfaat lain seperti relaksasi.

Jika Moms merasa tidak nyaman dan ragu-ragu melakukan pijat, akupresur, atau hubungan seks di usia kehamilan 38 minggu ini, tidak perlu menumpuk kecemasan dan ketegangan, cukup lakukan kegiatan yang membuat Moms merasa rileks.

Kegiatan alternatif yang dapat membuat Moms merasa lebih rileks contohnya meditasi, yoga, berendam air hangat, atau sekadar beristirahat. Semoga sehat selalu, ya!

Artikel Terkait