Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Mar 12, 2018

Tips Mengenalkan Menu MPASI Baru untuk Si Kecil

Bagikan


Memberikan Si Kecil makanan pendamping ASI (MPASI) sejak usianya 6 bulan memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Moms. Salah satu hal yang cukup menantang yakni mengenalkan menu baru untuk bayi.

Pasalnya, Si Kecil biasanya menolak menu-menu baru saat ia sudah sangat menyukai satu jenis makanan tertentu. Padahal ia juga perlu mengenal rasa dan mengonsumsi berbagai jenis maakanan untuk mendapatkan asupan nutrisi sehat. Lantas bagaimana caranya mengenalkan menu MPASI baru untuk Si Kecil?

Strategi Mengenalkan Si Kecil Pada Menu MPASI Baru

Perkenalkan MPASI secara bertahap, satu per satu. Kenalkan menu baru pada Si Kecil 3-5 hari sebelum memberikan menu baru lainnya. Dengan cara ini Moms bisa mengetahui apakah ia memiliki reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu.

Meskipun Moms ingin Si Kecil mencoba berbagai macam makanan, dibutuhkan waktu untuk membuatnya terbiasa dengan setiap rasa dan tekstur makanan baru. Masing-masing bayi akan memiliki preferensi makanan yang berbeda-beda, namun secara umum bisa memulai masa-masa transisi dengan makanan jenis bubur atau semi cair, kemudian beralih ke makanan padat atau tumbuk hingga kemudian beralih ke makanan ringan atau finger food.

Baca juga: Mengenal 5 Manfaat MPASI untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil

Perhatikan Reaksi Si Kecil Terhadap Menu Baru yang Dicicipinya

Menurut dokter anak, William Sears, dalam mengenalkan menu MPASI baru, Moms perlu memperhatikan reaksi yang ditunjukkan oleh Si Kecil. Jika ia menunjukkan tanda-tanda menyukai makanannya (misal tersenyum dan ceria saat memakan makanannya), tandanya ia siap dan bersedia menemerima menu baru yang akan Moms berikan.

Namun, jika Si kecil terlihat tidak menyukai makanannya, berarti ia belum siap menerima menu baru. Si kecil mungkin menunjukkan ekspresi lucu sebagai reaksi terhadap rasa atau tekstur makanan baru yang dicicipinya.

Saat ia terlihat kembali membuka mulut untuk menerima suapan yang selanjutnya, Moms bisa memberikannya lagi, ini tandanya buah hati menyukai menu makanan baru yang ia rasakan.

Menyiapkan Menu MPASI Baru untuk Si Kecil

Bukan hanya cara memperkenalkan menu baru pada Si Kecil yang membuat Moms kebingungan. Pasalnya, Moms juga perlu mengetahui menu baru seperti apa yang baik diberikan pada anak sesuai dengan usianya. Nah, dalam hal ini Moms bisa memberikan sereal bayi selama beberapa bulan, namun ada juga orang tua cenderung langsung memperkenalkan berbagai jenis menu-menu MPASI baru.

Setelah Moms memberikan beberapa jenis sereal pada Si Kecil, pertimbangkan untuk mulai memberikan menu dari olahan sayuran dan daging ayam atau kalkun sebagai sumber zinc yang baik bagi anak. Setelah ia menikmati beberapa sayuran berbeda, Moms kemudian bisa mengenalkannya pada buah.

Baca juga: 3 Jenis MPASI Ini Paling Ideal untuk Bayi

Sereal maupun pisang bisa menyebabkan sembelit. Untuk mencegahnya, Moms bisa meracik sereal dan pisang yang akan diberikan pada Si Kecil menjadi sedikit lebih encer.

Sangat penting untuk memperhatikan reaksi alergi yang ditunjukkan anak. Sebaiknya jangan berikan menu dengan makanan yang menyebabkan alergi. Maka dari itu, Moms harus terlebih dahulu menguji coba dan memperhatikan reaksinya. Selain itu, jangan berikan madu sebelum Si Kecil berusia 1 tahun.

Yuk, kenalkan Si Kecil dengan berbagai rasa dan tekstur makanan, dimulai dari sereal, sayuran, daging kemudian buah untuk mendukung tumbuh kembangnya yang optimal.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.