Bayi

14 Juni 2020

Mengenal Torticollis, Kondisi Leher Bengkok Bawaan pada Bayi

Sungsang dalam kandungan bisa jadi salah satu penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kondisi fisik bayi baru lahir yang sulit diucapkan ini terdengar sangat menakutkan, yakni torticollis. Berasal dari bahasa latin, torticollis artinya kondisi leher bengkok. Tetapi dalam kenyataannya, torticollis bawaan pada bayi tidak seseram kedengarannya.

Bayi yang lahir dengan torticollis bawaan memiliki mobilitas terbatas di lehernya, yang menyebabkan kepalanya miring ke satu sisi. Tetapi dengan perawatan dengan latihan peregangan dan penguatan misalnya, kebanyakan kasus torticollis bawaan pada bayi akan mendapatkan kembali mobilitas kepala dan lehernya dalam beberapa bulan.

“Torticollis bisa menakutkan bagi orang tua. Tetapi kebanyakan anak-anak melakukannya dengan sangat baik, terutama ketika torticollis diidentifikasi lebih awal dan diobati dengan cepat,” kata David Burke, dokter anak dan remaja di Medina Hospital Medical.

Baca Juga: 4 Penyebab Ruam Leher pada Bayi dan Gejalanya, Wajib Tahu!

Penyebab Torticollis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -1.jpg

Foto: Health.clevelandclinic.org

Dikutip dari Pediatric Orthopaedic Society of North America, diperkirakan, satu dari setiap 250 hingga 300 bayi dilahirkan dengan atau mengalami torticollis bawaan sejak tiga bulan pertama kehidupannya.

Meskipun terlihat tidak nyaman, untungnya kondisinya ini tidak menyakitkan bagi bayi.

Torticollis bawaan paling sering disebabkan oleh otot yang membentang di kedua sisi leher atau otot sternocleidomastoid (SCM) yang berkontraksi dan memendek. Pengetatan ini dapat terjadi jika bayi ada dalam posisi sempit atau tidak biasa di dalam rahim seperti sungsang.

Tetapi, tidak semua bayi sungsang lahir dengan kondisi tersebut dan tidak selalu jelas mengapa beberapa bayi dilahirkan dengan torticollis dan yang lainnya tidak.

Penggunaan forsep selama persalinan juga dapat menjadi faktor yang berhubungan dengan torticollis. Dalam kasus yang sangat jarang, torticollis bawaan dapat disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya seperti kelainan tulang belakang, katai, atau gangguan pertumbuhan tulang.

Baca Juga: Ruam di Leher Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Gejala Torticollis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -2.jpg

Foto: Babycenter/Istockphoto.com

Jika kepala bayi sepertinya selalu dimiringkan ke satu sisi atau bayi tidak bisa mengikuti wajah Moms saat bergerak dari satu sisi tubuhnya ke sisi yang lain, bayi mungkin mengalami kesulitan menggerakkan lehernya.

Jika bayi menderita torticollis bawaan, Moms juga mungkin akan melihat benjolan kecil yang tidak berbahaya di sisi lehernya di area otot SCM yang rusak.

Namun Moms tidak usah khawatir, benjolan tersebut biasanya akan sembuh sendiri sebelum bayi berusia dua tahun. Banyak lagi bayi dengan torticollis bawaan yang memiliki bentuk kepala asimetris, yang disebut plagiocephaly.

Beberapa bayi yang juga memiliki fitur wajah yang sedikit asimetris. Tetapi dengan perawatan, baik plagiocephaly dan asimetri wajah biasanya akan sembuh.

“Banyak anak-anak memiliki bentuk kepala yang lebih rata karena mengikuti kampanye posisi tidur telentang untuk mengurangi risiko SIDS. Meskipun bentuk kepala mungkin lebih rata, itu jauh lebih aman daripada membiarkan anak-anak tidur tengkurap,” jelasnya.

Baca Juga: Pelampung Leher Tidak Boleh Sering Digunakan Saat Bayi Berenang?

Mengobati Torticollis pada Bayi

Mengenal Torticolis Bawaan pada Bayi -3.jpg

Foto: News-medical.net

“Torticollis akan sering mengoreksi diri ketika dirawat lebih awal. Idealnya, dalam satu atau dua bulan pertama,” kata David.

Jika menunggu sampai bayi berusia 3 bulan atau lebih, perawatan pengobatan dapat memakan waktu lebih lama. Biasanya, dokter akan menjelaskan cara memposisikan bayi, dan melakukan pijat dan peregangan bayi untuk dilakukan di rumah, atau merujuk ke terapi fisik.

Untuk peregangan, Moms bisa memijat otot leher dan punggung bayi, lalu lakukan latihan peregangan ringan beberapa kali sehari. Dengan gerakan tangan yang lembut, ini akan membuat jaringan kembali ke posisi yang lebih santai.

"Ini memungkinkan leher untuk meluruskan dengan mengembalikan keselarasan dan melepaskan kekencangan jaringan," tambahnya.

Dilansir dari Clevelandclinic.Org , reposisi juga diperlukan untuk membantu bayi melakukan peregangan sendiri. "Anda bisa membalikkan bayi sehingga mereka menghadap ke arah yang berlawanan dari yang mereka inginkan. Misalnya, jika Anda menempatkan bayi menghadap dinding di boks, bayi harus meregangkan otot lehernya untuk melihat Anda di samping tempat tidur," jelasnya.

Mengajak bayi tummy time juga akan membantu. Lakukan tummy time beberapa kali sehari saat bayi terjaga dan lakukan bertahap hingga 20 menit. Ini akan mendorong bayi untuk memalingkan kepala dari satu sisi ke sisi lain, mendorong lengan ke atas dan meningkatkan tonus otot.

"Kami menyarankan melakukan ini untuk semua bayi. Tummy time dapat memperbaiki kasus plagiocephaly ringan dan membuat kepala bayi bagus dan bulat," katanya.

Baca Juga: 5 Stimulasi Untuk Memperkuat Leher Bayi

Segerakan perawatan torticollis bawaan pada bayi agar Si Kecil tidak terganggu perkembangannya.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait