Bayi

16 Maret 2020

Trimester Keempat, Apa Maksudnya?

Tahukah mom fase inilah yang seringkali disebut dengan bau tangan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak orang yang tidak mengetahui dan menyadari bahwa setelah melewati tiga trimester yang melelahkan saat hamil, seorang ibu masih harus melewati satu fase trimester lagi yakni "the fourth trimester" atau "trimester keempat".

Menurut Pregnancy Birth & Baby, fase ini terjadi selama 12 minggu pertama sejak anak terlahir ke dunia dan fase ini bisa menjadi fase yang amat melelahkan hingga tak jarang seorang ibu terkena baby blues syndrome.

Fase ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr Harvey Karp di tahun 2002, di mana kita dituntut untuk menciptakan suasana semirip mungkin dengan suasana bayi di dalam kandungan.

Mengapa? Selama sembilan bulan seorang bayi berada di dalam rahim ibu yang sempit, hangat, nyaman, ada gerakan konstan (ketika ibu berjalan), mendengar suara ibu hingga mendengar organ tubuh ibu bekerja.

Ketika ia terlahir ke dunia, ia merasa asing dengan dunia yang baru yang membuatnya takut dan tidak nyaman. Cara bayi memberi tahu bahwa ia tidak merasa nyaman adalah dengan menangis.

Bayi biasanya akan banyak menangis di 12 minggu pertama kehidupannya karena pada masa ini ia tengah mencoba beradaptasi dengan dunianya yang baru, untuk itulah ini dinamakan dengan fase trimester keempat.

Baca Juga: Hindari Depresi Pasca Kehamilan dengan Memahami Trimester Keempat

Cara Menghadapi Trimester Keempat

Mendengar suara tangisan bayi secara terus menerus bisa membuat mental seorang ibu kelelahan dan berujung pada baby blues. Baby blues yang tidak terselesaikan bisa memicu terjadinya hal yang lebih serius yakni Postpartum Depression.

Menenangkan bayi bisa turut menenangkan seorang ibu. Namun, apa yang bisa dilakukan seorang ibu untuk bisa melewati fase ini dengan lebih baik? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Swaddling dan Swaying

Cari Tahu Apa Manfaat dan Risiko Membedong Bayi -3.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Membedong dan menimang bayi seperti mereka ulang suasana bayi di dalam rahim ibu yang sempit serta banyak gerakan konstan. Ya, ketika ibu berjalan, bergerak, bayi di dalam kandungan pun akan merasakan gerakan-gerakan tersebut.

Tidak heran jika bayi biasanya jauh lebih tenang dan bisa tidur lebih nyenyak jika dibedong dan diayun.

Menggendong dengan menggunakan gendongan bisa mereka ulang suasana yang hangat dan sempit serta banyak gerakan sekaligus dan tentunya seorang ibu juga bisa bergerak dengan bebas kemanapun tanpa meninggalkan kebutuhan anak untuk selalu dekat.

Dengan cara menggendong yang aman dan nyaman, seorang bayi benar-benar terasa seperti berada di dalam rahim ibu. Bagaimana tidak? Bayi bisa mendengar suara detak jantung ibu, suara ibu yang merdu, mencium bau khas ibu, tetap hangat, hingga posisinya pun sama dengan di rahim ibu.

2. Skin to Skin

skin to skin-1.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Skin to skin memang umum dilakukan apalagi ketika bayi baru lahir biasanya bayi langsung diberikan kepada ibu untuk dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan di dalamnya terdapat proses skin to skin.

Proses ini mestinya sering dilakukan, karena pada saat skin to skin anak bisa mencium bau khas ibu, mendengar suara detak jantung ibu serta skin to skin bisa menjadi regulator suhu agar anak tidak merasa kedinginan.

3. Feeding

Alat Bantu Laktasi untuk Menyusui Si Kecil, Perlu atau Tidak?

Photo: Orami Photo Stock

Kapanpun dan di manapun seorang bayi lapar dan haus, berikan susu yang dibutuhkan oleh bayi, baik itu ASI maupun susu pengganti ASI. Mom tidak perlu terlalu ketat dalam memberikan jadwal anak menyusu.

Kapanpun dan di manapun anak memerlukannya, berikan saja karena bayi tidak mengenal konsep ruang dan waktu. Apalagi jika anak berada dalam fase growth spurt, jadwal menyusu pasti akan berantakan sekali.

Nah, untuk menyiasatinya bisa diselang-seling dengan menggendong.

Baca Juga: Langsung Diet, 1 dari 5 Hal yang Mesti Dihindari di Trimester Keempat Kehamilan

4. Memandikan Bayi

Pertama Kali Memandikan Bayi? Ikuti Tips Berikut Ini

Photo: Orami Photo Stock

Mandi dengan air hangat bisa melemaskan otot-otot yang tegang, begitu juga dengan bayi. Walaupun kelihatannya bayi tidak bisa banyak bergerak, ia tetap merasakan lelah karena mencoba melatih otot-ototnya untuk bergerak.

Selain itu memandikan bayi dengan air hangat juga menyerupai air ketuban di dalam rahim ibu.

Trimester Keempat = Bau Tangan?

Bau tangan merupakan momok yang paling menakutkan ketika seseorang baru menjadi ibu.

Bagaimana tidak? Kata-kata itu selalu diulang-ulang secara terus menerus disertai dengan asertif negatif bahwa jangan sampai anak bau tangan, nanti akan sangat lelah, nanti anak cuma bisa tidur kalau digendong, bukankah hal itu amat sangat menakutkan?

Fase trimester keempat ini selalu disalah artikan dengan bau tangan dan berakibat pada banyak orang tua anti menyentuh anaknya kalau menangis dan membiarkan anak menangis hingga frustrasi karena kebutuhannya tidak terpenuhi.

Banyak orang pada akhirnya berekspektasi bahwa anak baru lahir harus bisa menenangkan dirinya sendiri, padahal hal itu tidak mungkin terjadi.

Mom tidak perlu khawatir dengan bau tangan, karena fase ini tidak lama. Justru nanti ketika fase ini sudah terlewat, Mom akan merindukan momen-momen berharga menggendong anak.

Membantu anak untuk beradaptasi dan menenangkan dirinya, tidak akan membuat anak serta merta menjadi manja, kok.

Baca Juga: Bagaimana Cara Agar Bayi Tidak Bau Tangan?

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang trimester keempat. Jadi, trimester keempat itu memang benar adanya. Namun, bukan hal yang berat jika dijalani mengikuti tips di atas. Selamat mencoba!

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait