Kesehatan Umum

30 September 2021

Apa Itu Tukak Lambung? Simak Pengertian, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

Tukak lambung yakni kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dalam perut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Penyakit maag ternyata memiliki nama lain yang dikenal dengan sebutan tukak lambung, yakni kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dalam perut. Hal tersebut bisa terjadi karena infeksi, cedera, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Mereka yang menderita sejumlah gejala umum seperti nyeri pada bagian ulu hati atau perut bagian atas, mual, hingga muntah.

Untuk meredakan hal itu, Moms bisa mengonsumsi sejumlah obat pereda rasa nyeri agar rasa melilit pada perut berkurang.

Tak hanya itu saja, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh stres, beban pikiran, hingga tidak konsisten pada jam makan juga jadi pemicu seseorang menderita tukak lambung.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai tukak lambung, penyebab, gejala, hingga cara penggunaannya.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Gastritis, Radang Lambung yang Bikin Perut Tidak Nyaman

Apa Itu Tukak Lambung?

tukak lambung

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari Journal of Ethnopharmacology, tukak lambung atau sakit maag terjadi karena adanya luka pada lapisan perut. Sakit maag adalah salah satu jenis penyakit ini.

Sementara itu, ulkus peptikum adalah tukak saluran pencernaan dan terjadi pada lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil.

Mengapa seseorang bisa terkena sakit lambung ini? Tukak lambung terjadi ketika lapisan lendir tebal pelindung perut kekurangan cairan.

Hal ini memungkinkan asam pendernaan menggerogoti jaringan yang melapisi perut, sehingga menyebabkan maag.

Sebenarnya, dengan perawatan yang tepat, ia dapat disembuhkan dengan cepat tanpa perawatan yang berlebihan.

Namun, jika tukak lambung didiamkan, maka akan menjadi lebih parah bahkan membutuhkan perawatan medis.

Gejala Tukak Lambung

tukak lambung

Foto: Orami Photo Stocks

Ada sejumlah gejala terkait tukak lambung. Gejala yang dirasakan setiap orang berbeda tergantung tingkat keparahannya.

Namun, gejala paling umum ialah terasa sensasi seperti terbakar atau nyeri bagian tengah perut antara dada dan pusar.

Biasanya, rasa sakit akan lebih intens saat perut kosong, dan bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Tanda dan gejala umum lainnya dari tukak lambung meliputi:

  • Nyeri atau mati rasa di bagian perut
  • Berat badan menurun
  • Tidak nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Mudah kenyang
  • Bersendawa atau refluks asam acid
  • Mulas, yang merupakan sensasi terbakar di dada)
  • Rasa sakit atau nyeri tersebut biasanya akan membaik ketika Moms makan, minum, atau mengonsumsi antasida
  • Anemia, gejala berupa kelelahan, sesak napas, dan kulit pucat
  • Tinja berwarna gelap dan lembek
  • Muntah darah atau terlihat adanya bercak hitam saat muntah

Apabila Moms mengalami gejala-gejala di atas, segeralah hubungi dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

Meskipun rasa nyeri atau sakit dirasa masih dapat ditahan, tapi penyakit ini yang tidak segera diobati akan memperburuk kondisi kesehatan bahkan dapat mengancam jiwa.

Baca Juga: Apa Saja Fungsi Enzim pada Lambung? Yuk Kenali!

Penyebab Tukak Lambung

tukak lambung

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Baishideng Publishing Group, ada beberapa penyebab umum yang mengakibatkan seseorang menderita tukak lambung, yakni:

  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen dalam jangka panjang.
  • Kondisi yang dikenal sebagai sindrom Zollinger-Ellison dapat menyebabkan hal ini dan usus dengan meningkatkan produksi asam tubuh. Sindrom ini diduga terjadi pada kurang dari 1 persen dari semua tukak lambung.
  • Kanker perut dapat muncul sebagai maag, terutama pada orang tua.

Cara Mendiagnosis Tukak Lambung

tukak lambung

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut studi yang dilakukan oleh Iranian Journal of Basic Medical Sciences, diagnosis dan pengobatan yang tergantung pada gejala hingga tingkat keparahan yang diderita.

Untuk mendiagnosis tukak lambung, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan, gejala, hingga obat-obatan yang Moms konsumsi.

Sementara itu, untuk menyingkirkan infeksi H. pylori, dokter akan merekomendasikan tes darah, pengambilan sampel tinja dan pernapasan.

Saat melakukan tes napas, dokter akan menginstruksikan untuk minum cairan bening lalu menyuruh Moms bernapas di dalam sebuah kantung kemudian disegel.

Apabila terdapat bakteri H.pylori, maka sampel napas akan mengandung kadar karbondioksida yang lebih tinggi dari biasanya.

Baca Juga: Catat! Ini 12 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Selain cara-cara tersebut, masih ada beberapa hal lain yang dapat digunakan untuk mendiagnosis, yakni:

  • Menelan barium yaitu meminum cairan putih kental (barium) yang melapisi saluran pencernaan bagian atas dan membantu dokter melihat perut dan usus kecil dengan sinar X.
  • Endoskopi (EGD) yaitu sebuah tabung tipis dan terang dimasukkan melalui mulut dan ke dalam perut lalu diletakkan ke bagian pertama usus kecil. Tes ini digunakan untuk mencari bisul, pendarahan, dan jaringan apa pun yang terlihat tidak normal.
  • Biopsi endoskopi yaitu sepotong jaringan perut diangkat sehingga dapat dianalisis di laboratorium.

Cara Mengobati Tukak Lambung

tukak lambung

Foto: Orami Photo Stocks

Perawatan dan pengobatan tukak lambung bervariasi tergantung pada penyebab yang dirasakan.

Namun, kebanyakan penyakit ini dapat diobati dengan resep dari dokter, dan tidak membutuhkan pembedahan.

Sangat penting untuk segera mengobati tukak lambung. Bicaralah dengan dokter untuk mendiskusikan rencana perawatan.

Jika Moms memiliki tukak lambung yang sering kambuh dan menyebabkan perdarahan, diperlukan perawatan intensif dengan endoskopi dan obat ulku IV serta transfusi darah.

Berikut ini sejumlah perawatan atau pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati tukak lambung menurut American College of Gastroenterology.

Baca Juga: Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Mie Ayam? Ini Faktanya!

1. Perawatan Non-bedah

Apabila tukak lambung yang Moms derita diakibatkan oleh bakteri H. pylori, Moms memerlukan antibiotik dan obat-obatan yang disebut proton pump inhibitors (PPIs).

PPI memblokir sel-sel lambung yang menghasilkan asam. Selain perawatan ini, perawatan rekomendasi dokter lainnya ialah:

  • Penghambat reseptor H2 (obat yang juga menghambat produksi asam)
  • Menghentikan penggunaan semua NSAID
  • Endoskopi lanjutan
  • Probiotik (bakteri berguna yang mungkin berperan dalam membunuh H. pylori)
  • Suplemen bismut

Gejala tukak lambung dapat mereda dengan cepat menggunakan pengobatan di atas.

Namun, jika gejalanya tidak kunjung hilang, dianjurkan untuk kontrol berkala demi memastikan bahwa bakteri H.pylori benar-benar hilang.

Sementara itu, ada sejumlah efek samping yang harus Moms waspadai dalam penggunaan obat-obatan tukak lambung.

Efek samping dari obat yang digunakan untuk mengobati tukak meliputi:

2. Perawatan bedah

Dalam beberapa kasus, tukak lambung yang parah memerlukan pembedahan. Hal ini kemungkinan terjadi pada tukak lambung yang mengalami beberapa ciri berikut ini:

  • Sering kambuh
  • Sulit sembuh setelah mengonsumsi obat atau perawatan tertentu
  • Berdarah
  • Merobek perut

Sementara itu, beberapa pembedahan yang akan dilakukan meliputi:

  • Mengambil jaringan dari bagian lain dari usus dan mengambilnya di atas situs ulkus.
  • Mengikat arteri yang berdarah.
  • Memotong suplai saraf ke perut untuk mengurangi produksi asam lambung.

Baca Juga: 12 Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah Sampai ke Pinggang, Hati-hati!

3. Diet Sehat

Banyak orang beranggapan bahwa diet dapat menyebabkan tukak lambung.

Meskipun anggapan itu tidak selalu benar, tapi menyantap makanan yang terlalu asam, pedas, asin, dan berlemak memang dapat memicu tukak lambung.

Sebaliknya, menjaga pola makan dengan menyantap makanan yang bernutrisi baik, dapat memberikan manfaat pada saluran usus dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Selain mengonsumsi buah dan sayur, penting juga untuk menyantap makanan yang dapat berperan menghilangkan H.pylori.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, berikut ini makanan yang dapat membantu melawan H.pylori atau meningkatkan bakteri sehat tubuh sendiri meliputi:

  • Brokoli, kembang kol, kol, dan lobak
  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kangkung
  • Makanan kaya probiotik, seperti asinan kubis, miso, kombucha, yogurt (terutama dengan lactobacillus dan Sacharomyces)
  • Apel
  • Blueberry, raspberry, stroberi, dan blackberry
  • Minyak zaitun

Baca Juga: Sakit Perut Bagian Bawah saat Hamil, Adakah Bahayanya?

Tak hanya itu, orang dengan tukak lambung juga kemungkinan memiliki penyakit refluks asam yang menyertainya, ada baiknya untuk menghindari makanan pedas dan asam saat tukak lambung sedang sembuh.

Itulah serba serbi mengenai tukak lambung, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga perawatan dan pengobatan yang tepat.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan memeriksakan diri ke dokter sedini mungkin sebelum penyakit tukak lambung menjadi lebih parah.

  • https://www.healthline.com/health/stomach-ulcer#diet
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/stomach-ulcer
  • https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ulcer/
  • https://patient.info/digestive-health/dyspepsia-indigestion/stomach-ulcer-gastric-ulcer
  • https://www.merckmanuals.com/home/digestive-disorders/gastritis-and-peptic-ulcer-disease/peptic-ulcer-disease#v21357216
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3758027/
  • https://www.wjgnet.com/1948-9366/full/v9/i1/1.htm
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23220194/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait