Rupa-rupa

2 Juni 2021

Viral TV Swasta Tayangkan Adegan Ranjang dengan Anak Bawah Umur, Kenali Istilah "Child Grooming"!

Ketahui juga bahaya dari child grooming agar Moms waspada
placeholder

Foto: vidio.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Child grooming menjadi hal yang sedang hangat diperbincangkan oleh netizen Indonesia karena sebuah mega series televisi swasta.

Pasalnya child grooming sendiri adalah sebuah bentuk pelecehan seksual pada anak.

Televisi swasta tersebut menuai protes banyak pihak setelah sinetron dengan judul "Suara Hati Istri Zahra" pada 24 Mei lalu menayangkan sebuah adegan ranjang seorang aktor dengan aktris dengan inisial LCF yang memerankan karakter Zahra dan masih berusia 15 tahun.

Baca Juga: Pegawai Starbucks Intip Perempuan Lewat CCTV, Ini 5 Dampak Pelecehan Seksual bagi Korban

Televisi Swasta Tuai Protes Masyarakat

grooming

Foto: Orami Photo Stock

Jalan cerita tersebut yang memperlihatkan adegan di tempat tidur nampaknya membuat masyarakat resah dan geram.

Pasalnya aktor dari karakter Panji Saputra yang berusia 39 tahun terlihat sedang di ranjang dengan dengan Zahra yang masih berusia 15 tahun. Hal ini menuai komentar pedas dari netizen karena perbedaan usia yang sangat jauh.

Tak sampai sana, seorang netizen dengan akun Twitter @bapmokjaaa pun mengutarakan pendapatnya.

"Gak sengaja nonton ini, di episode-episode awal pas tirta pendekatan sama zahra sumpah serem banget. Dia suka pegang-pegang tangan sama pipinya zahra, jemput zahra di sekolahnya," tulis @bapmokjaaa.

Selanjutnya pemilik akun @bapmokjaaa pun lantas mempertanyakan apakah mega series ini menormalisir pedofilia dan groooming.

Sinopsis mega series Suara Hati Seorang Istri Zahra sendiri menceritakan tentang kisah kehidupan Zahra yang merupakan anak seorang buruh tani.

Kecantikan Zahra sendiri membuat Tirta, juragan di kampung yang sudah memiliki 2 istri yakni, Ratu dan Putri ingin mempersuntingnya.

Demi membantu ekonomi keluarga, Zahra pun terpaksa untuk menikah dengan Tirta.

Nah, usai mengetahui sinopsis dan hal yang membuat mega series ini menjadi perbincangan masyarakat. Yuk ketahui apa itu child grooming!

Baca Juga: Apa Perbedaan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual?

Mengenal Child Grooming

grooming

Foto: Orami Photo Stock

Istilah child grooming sendiri menjadi perbincangan usai adegan di atas ranjang di sinetron tersebut tayang.

Dilansir Raising Children, grooming adalah ketika seseorang mencoba untuk membangun hubungan dengan seorang anak di bawah umur atau keluarga dari anak tersebut agar mereka bisa melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak,

Grooming sendiri termasuk seseorang yang membangun koneksi dan juga kepercayaan anak tersebut dan juga keluarganya selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan juga menahun.

Contohnya, seseorang bisa saja mencoba untuk berteman dengan keluarga anak yang ditargetkan sehingga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang orang tua atau bahkan sang baby sitter.

Hal tersebut dilakukan agar pelaku bisa lebih dekat dan bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak tersebut.

Tahapan ini bisa menjadi salah satu cara agar sang pelaku bisa melakukan pelecehan seksual kepada anak tersebut di waktu yang mendatang.

1. Siapa yang Bisa Menjadi Groomer?

grooming

Foto: stock.adobe.com

Semua orang bisa menjadi groomer. Perempuan, laki-laki, teman, orang asing, atau bahkan orang yang dipercaya oleh keluarga seperti guru dan lain sebagainya.

Bahkan groomer sendiri pun bisa hadir di tengah keluarga. Jadi, Moms dan Dads perlu berhati-hati untuk mempercayakan seseorang dalam menjaga Si Kecil, ya!

2. Tahapan Grooming yang Patut Diwaspadai

grooming

Foto: doctoroz.com

Biasanya pelaku grooming sendiri akan melakukan beberapa tahapan ketika melakukan modus tidak terpujinya. Dilansir dari Darkness to Light, berikut hal yang biasa dilakukan pelaku.

  • Menargetkan Anak

Pelaku biasanya akan menargetkan Si Kecil dan mencari tahu hal-hal yang menjadi titik lemahnya seperti: kebutuhan emosional, merasa terbaikan, kehidupan rumah yang sedang sulit, atau kurangnya pengawasan orang dewasa.

Hal tersebut bisa dilakukan pelaku dengan memberikan perhatian khusus kepada calon korbannya.

  • Mendapatkan Kepercayaan Anak dan Keluarga

Pelaku biasanya akan mulai berusaha untuk mendapatkan kepercayaan anak tersebut serta keluarga atau bahkan baby sitter.

Pelaku bisa mendapatkannya dengan mengumpulkan informasi mengenai anak tersebut, mengetahui kebutuhannya dan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan anak tersebut.

Seperti ketika pelaku tahu calon korbannya ingin mengunjungi taman bermain dan mencoba untuk mengajaknya pergi dan kemudian meminta izin keluarganya dengan cara yang sangat halus.

  • Memenuhi Kebutuhan Calon Korban

Ketika pelaku mulai bisa memenuhi kebutuhan calon korban, mereka akan dianggap menjadi seseorang yang penting dalam kehidupan anak tersebut. Karenanya, pelaku pun bisa memberikan hadiah untuk mendapatkan perhatian yang lebih.

Misalnya pelaku memberikan hadiah mobil-mobilan karena tahu bahwa anak tersebut sangat ingin membeli mobil-mobilan tertentu.

Baca Juga: Anak Berkebutuhan Khusus, Ini yang Moms Harus Dengar dan Simak Tipsnya!

  • Mengisolasi Anak

Pelaku setelahnya akan melakukan taktik isolasi yang bisa membuat hubungannya menjadi lebih dekat dengan sang anak. Hal tersebut seperti mengajak mereka jalan-jalan untuk menghabiskan waktu yang panjang.

Dalam tahap ini orang tua mungkin akan merasa bahwa anak mereka tak lagi peduli dan menyayangi mereka seperti sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan sang pelaku mungkin mengucapkan kalimat "kamu bisa memercayaiku karena tak ada yang mengerti kamu seperti yang aku lakukan".

  • Hubungan yang Mengarah ke Hubungan Seksual

Saat pelaku sudah menjadi bagian penting dari anak tersebut, pelaku pun bisa mengarahkan hubungan ke arah seksual.

  • Mengontrol Korban

Ketika hubungan yang menyangkut hubungan seksual sudah terjadi, pelaku biasanya akan meminta korban untuk tidak memberitahukan hubungan tersebut kepada siapapun.

Biasanya agar hubungan mereka tetap terjaga, pelaku akan mengancam korban seperti "kalau kamu memberitahukan ini pada orang lain, hal buruk akan terjadi pada keluargamu," atau "jika kamu memberitahukan orang lain, kita takkan bisa bersama lagi".

Nah itu dia Moms penjelasan mengani grooming dan tahapan yang biasa dilakukan oleh pelaku.

Jangan sampai lengah, sebaiknya Moms dan Dads tidak mudah percaya dengan orang-orang di sekitar ketika ingin menitipkan Si Kecil, ya!

  • https://raisingchildren.net.au/school-age/safety/online-safety/grooming-signs
  • https://www.d2l.org/child-grooming-signs-behavior-awareness/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait