Kesehatan

14 April 2021

Baguskah Memakan Ubi untuk Diet?

Apakah bisa menambahkan ubi dalam menu program diet?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms dan Dads yang sedang berusaha mencapai berat badan ideal mungkin harus mempertimbangkan ubi untuk diet yang sehat. Mengapa ubi cocok untuk diet?

Ubi merupakan sumber daya pangan yang tidak asing lagi terdengar oleh masyarakat Indonesia. Selain nasi, beberapa daerah menjadikan ubi sebagai salah satu makanan pokok untuk dikonsumsi.

Menurut sejarahnya, ubi berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Para arkeolog menemukan sisa-sisa ubi pada zaman prasejarah di Polinesia dari sekitar 1000 M sampai 1100 M.

Ubi dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Baik makanan tradisional hingga makanan modern. Masyarakat Indonesia sendiri sering mengolah ubi dengan cara direbus untuk dimakan begitu saja, dijadikan keripik, bahan dasar kue, puding, dan lain sebagainya.

Ubi sangat mudah untuk diolah dan ditambahkan ke dalam menu harian, khususnya untuk Moms dan Dads yang sedang menjalani program diet.

Rasa manis alami pada ubi berpadu dengan baik dengan banyak bumbu yang berbeda, dan dapat dinikmati dalam hidangan gurih dan manis.

Yuk, simak lebih lanjut tentang konsumsi ubi untuk diet berikut ini, Moms.

Baca Juga: 5 Sayuran untuk Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat Ubi Untuk Diet

Manfaat ubi untuk diet

Foto: Freepik.com

Jika Moms berencana melakukan diet untuk menurunkan berat badan, maka mengonsumsi ubi bisa menjadi salah satu alternatif pengganti nasi.

Selain enak, ubi untuk diet memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan di antaranya adalah menyehatkan pencernaan, dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan penglihatan, meningkatkan fungsi otak, dan menguatkan sistem imun tubuh.

Ada beberapa alasan kenapa ubi untuk diet merupakan pilihan yang mungkin tepat, antara lain:

1. Rendah Kalori

Alasan ubi untuk diet karena ubi memiliki kandungan kalori yang sedikit dibandingkan dengan kentang. Jadi, mengonsumsi ubi dalam jumlah yang tepat untuk cemilan tidak akan merusak rencana diet.

2. Kaya Akan Serat

Ubi mengandung serat yang cukup banyak, terutama saat disajikan dengan kulitnya.

Dalam jurnal Dietary Fiber and Body Weight, menyatakan bahwa diet tinggi serat dapat membantu mempertahankan dan menurunkan berat badan dengan sehat. Serat dicerna secara perlahan, membuat rasa kenyang lebih lama di antara waktu makan.

Baca Juga: 5 Karbohidrat yang Baik untuk Diet

3. Mengontrol Nafsu Makan

Kandungan serat pada ubi yang dapat membuat rasa kenyang lebih lama, juga dapat mengurangi dan mengontrol nafsu makan. Penelitian juga menemukan bahwa ubi memiliki kemampuan mengecilkan sel lemak.

4. Kaya Akan Nutrisi Penting

Alasan ubi untuk diet selanjutnya adalah ubi kaya akan nutrisi penting yang dapat membantu Moms dan Dads tetap sehat saat menjalankan program diet.

Beberapa jenis diet yang membatasi makanan tertentu dapat membuat Moms dan Dads kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan sehari-hari. Ubi dapat membantu memenuhi kebutuhan ini agar kesehatan Moms dan Dads tetap prima.

5. Mengandung Kadar Air yang Tinggi

Alasan ubi untuk diet lainnya adalah kandungan air yang tinggi pada ubi dapat membantu menurunkan berat badan, dengan cara menjaga tubuh agar tetap terhidrasi.

Tubuh yang dehidrasi dapat memperlambat metabolisme yang berujung pada peningkatan berat badan.

Baca Juga: 3 Cara Menghindari Naik Berat Badan Akibat Kerja Kantoran

Nutrisi Penting Ubi untuk Diet yang Sehat

Kandungan nutrisi dalam ubi

Foto: Freepik.com

Selain karena mudah untuk diolah, mengonsumsi ubi untuk diet juga memberikan manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya yang penting untuk tubuh.

Ubi merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik. Adapun beberapa nutrisi penting yang terkandung pada ubi dikutip dari Healthline, yaitu:

1. Karbohidrat

Pada ubi dengan ukuran sedang yang direbus tanpa kulit, mengandung 27 gram karbohidrat. Komponen utama pada ubi adalah pati yang merupakan 53% dari kandungan karbohidrat.

Kandungan gula sederhana pada ubi seperti glukosa, fruktosa, sukrosa, dan maltosa, terdiri dari 32% kandungan karbohidrat.

Ubi memiliki indeks glikemik yang tergolong sedang hingga tinggi. Mengingat indeks glikemik ubi yang cukup tinggi, maka tidak dianjurkan mengonsumsi ubi untuk diet dalam porsi berlebihan dan tidak cocok untuk dikonsumsi pengidap diabetes tipe 2.

2. Pati

Pati dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan seberapa mudah mereka dicerna. Proporsi pati dalam ubi jalar adalah sebagai berikut:

  • Pati tercerna cepat (80%). Pati ini cepat rusak dan diserap, meningkatkan nilai indeks glikemik (GI).
  • Pati tercerna lambat (9%). Jenis ini rusak lebih lambat dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang lebih kecil.
  • Pati resisten (11%). Pati jenis ini lolos dari sistem pencernaan dan bertindak seperti serat, sehingga menjadi makanan bakteri usus. Jumlah pati resisten dapat ditingkatkan sedikit dengan mendinginkan ubi setelah dimasak. Pati ini baik untuk pencernaan.

Baca Juga: Mengenal Diet Sirtuin, Diet yang Dilakukan Adele

3. Serat

Ubi yang dimasak memiliki serat yang cukup tinggi. Beberapa jenis serat yang ditemukan dalam ubi adalah serat larut (15-23%) dalam bentuk pektin, dan tidak larut (77-85%) dalam bentuk selulosa, hemiselulosa, serta lignin.

Serat larut, seperti pektin, dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi asupan makanan, serta mengurangi lonjakan gula darah dengan memperlambat pencernaan gula dan pati.

Mengonsumsi makanan yang tinggi serat, seperti ubi untuk diet, juga bermanfaat untuk kesehatan seperti penurunan risiko diabetes dan peningkatan kesehatan usus.

4. Protein

Sebenarnya kandungan protein pada ubi tidaklah banyak. Dalam ubi yang berukuran sedang hanya mengandung 2 gram protein saja.

Namun, ubi mengandung sporamin yang berfungsi untuk membantu penyembuhan setiap kali tanaman mengalami kekurangan fisik.

Dalam jurnal Tuber storage proteins, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sporamin diduga memiliki sifat antioksidan.

5. Vitamin dan Mineral

Ubi untuk diet juga merupakan sumber beta karoten, vitamin C, dan kalium yang sangat baik. Adapun beberapa kandungan vitamin dan mineral yang melimpah dan terkandung di dalam ubi adalah:

  • Pro-vitamin A

Ubi kaya akan beta karoten, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Dalam 3,5 ons (100 gram) ubi dapat memenuhi kebutuhan vitamin A harian.

  • Vitamin C

Ubi kaya akan vitamin C yang juga bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh manusia, seperti menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan tubuh dari berbagai macam penyakit, dan meningkatkan kesehatan kulit.

  • Kalium

Kalium atau potasium penting untuk mengontrol tekanan darah. Mineral ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Mangan

Mangan merupakan mineral penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan metabolisme tubuh.

  • Vitamin B6

Vitamin ini berperan penting dalam konversi makanan menjadi energi.

  • Vitamin B5

Vitamin B5 yang juga dikenal sebagai asam pantotenat. Vitamin ini ditemukan sampai batas tertentu di hampir semua makanan.

  • Vitamin E

Vitamin E atau tocopherol adalah antioksidan kuat yang dapat larut dalam lemak. Vitamin ini dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.

Baca Juga: 10 Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Ubi untuk diet tidak hanya mendukung pencapaian berat badan ideal Moms dan Dads, namun ternyata juga mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.

Agar lebih maksimal dan efisien, Moms dan Dads juga dapat berkonsultasi dengan dokter gizi atau ahli untuk mendapatkan rekomendasi porsi ubi untuk diet yang sesuai.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12730067/
  • https://www.healthline.com/nutrition/foods/sweet-potatoes
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15797686/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait