Kesehatan

KESEHATAN
29 April 2020

Ukuran Payudara Moms Berbeda, Normalkah?

Ukuran payudara berbeda bukan masalah serius, tetapi bisa jadi tanda-tanda kanker pada beberapa alasan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Beberapa wanita mungkin memiliki ukuran payudara yang berbeda atau besar sebelah. Ukuran payudara yang tidak sama atau asimetris ini bukan masalah serius yang perlu dikhawatirkan.

Menurut Mary Jane Minkin , MD, seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Yale Medical School di New Haven dilansir oleh The Healthy, mayoritas wanita memiliki payudara asimetris atau salah satunya berukuran kecil.

"Kami tidak tahu alasan mengapa hal ini terjadi. Tetapi perbedaan ukuran ini bukan hal yang mengkhawatirkan, kondisi itu hanya sedikit memberatkan bagi wanita ketika memakai bra, ”kata Dr. Minkin.

Sebenarnya perbedaan ukuran payudara kiri dan kanan yang berbeda merupakan hal alami. Tetapi, beberapa hal memang mungkin saja menyebabkan ukuran payudara kanan dan kiri berbeda pada beberapa orang.

Penyebab Payudara Asimetris

Ukuran Payudara Asimetris - penyebab - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Ukuran payudara kanan dan kiri yang berbeda atau asimetris dilansir oleh American Family Physicians, terjadi ketika satu payudara memiliki ukuran, volume, posisi, atau bentuk yang berbeda dari yang lain.

Asimetri payudara sangat umum terjadi pada sebagian besar wanita. Ada sejumlah faktor yang bisa mengubah ukuran atau volume payudara wanita, termasuk trauma, pubertas dan perubahan hormon.

Jaringan payudara juga bisa berubah saat wanita berovulasi. Saat itu biasanya payudara terasa lebih penuh dan sensitif. Sehingga sangat wajar bila payudara terlihat lebih besar, karena sebenarnya payudara tumbuh dari retensi air dan aliran darah.

Namun, ukuran payudara akan kembali normal ketika memasuki siklus menstruasi. Penyebab lain dari payudara asimetris adalah suatu kondisi yang disebut juvenile hypertrophy pada payudara.

Meskipun kondisi tersebut jarang terjadi, juvenile hypertrophy dapat menyebabkan satu payudara tumbuh lebih besar dari yang lain. Kondisi ini bisa teratasi dengan operasi, tetapi tindakan itu bisa menyebabkan sejumlah masalah psikologis dan rasa tidak aman.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan Pada Payudara?

Kondisi Medis yang Mempengaruhi Ukuran Payudara

Ukuran Payudara Asimetris - kondisi yang mempengaruhi - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Adapun berbagai kondisi medis yang memengaruhi perbedaan ukuran payudara kanan dan kiri seperi yang dilansir oleh Aesthethic Surgery Journal.

1. Kehamilan

Payudara akan terlihat tidak merata selama masa kehamilan. Karena, terjadi perubahan hormon dan persiapan tubuh untuk menyusui dan membuat payudara lebih besar sehingga terkadang berbeda.

Selama menyusui, ukuran payudara bisa bervariasi, terutama jika bayi lebih memilih menyusui di satu sisi. Selama anak bisa mendapatkan ASI yang cukup dan tumbuh dengan kecepatan tetap, payudara yang tidak rata tidak perlu dikhawatirkan.

2. Hiperplasia Duktal Atipikal

Hiperplasia duktal atipikal (ADH) adalah suatu kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan jaringan berlebihan pada saluran ASI. ADH bukanlah kanker, tetapi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker di masa depan.

Dalam kondisi ini, ada lebih banyak sel yang melapisi saluran dari biasanya dan beberapa dari sel-sel ini memiliki bentuk serta ukuran yang tidak teratur. Kondisi ini bisa menyebabkan benjolan jinak di payudara yang memengaruhi penampilannya.

3. Payudara Hipoplastik

Payudara hipoplastik juga disebut payudara terbelakang, biasanya kecil, tipis, berjarak berjauhan atau sangat tidak rata. Bagian areola juga mungkin muncul sangat besar.

Hipoplasia payudara seringkali terjadi tanpa sebab yang bisa diidentifikasi, meskipun didorong oleh hormon. Kadang-kadang kondisi ini terjadi karena cedera atau kondisi medis.

Contohnya, ada satu kasus atrofi payudara unilateral yang terjadi setelah perkembangan payudara normal akibat infeksi mononukleosis pada seorang gadis remaja.

Baca Juga: Kata Siapa Pria Tak Bisa Terkena Kanker Payudara? Kenali Gejala dan Faktor Pemicunya!

4. Juvenile Hipertrofi

Juvenile hipertrofi adalah kondisi langka yang mana satu payudara tumbuh lebih besar dari yang lain. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diyakini terkait dengan sensitivitas atau produksi hormon.

Menurut sebuah artikel tahun 2017, kondisi ini terjadi selama masa pubertas, seringkali mengikuti periode enam bulan pembesaran payudara yang ekstrim. Selain itu, kondisi ini juga diikuti oleh periode pertumbuhan payudara yang lambat namun berkelanjutan.

Kapan Kita Harus Khawatir dengan Payudara Tidak Rata?

Ukuran Payudara Asimetris - kapan harus khawatir - shutterstock.jpg

Foto: shutterstock.com

Sebenarnya ukuran payudara yang tidak rata atau asimetris bukan kondisi yang memprihatinkan. Sebuah penelitian menemukan bahwa asimetris payudara dapat menjadi faktor risiko kanker payudara.

Sejumlah penelitian melaporkan bahwa wanita yang ukuran payudaranya berbeda 20 persen berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Tetapi, temuan ini perlu lebih banyak penelitian untuk menentukan hubungan asimetri payudara dengan risiko kanker payudara. Jika Moms melihat adanya perubahan dalam ukuran, bentuk dan/atau penampilan kedua payudara, maka Moms harus memberi tahu dokter.

Itulah penjelasan tentang ukuran payudara yang asimetris. Jadi, Moms sekarang tahu, kan, kapan harus waspada dan segera ke dokter?

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Pelan-pelan 8 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Kanker Payudara

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait