Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Program Hamil | Mar 21, 2018

Untuk Pengantin Baru, Yuk Kenali Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi!

Bagikan


Sudah menikah tapi masih ingin menunda memiliki anak? Tenang, ada banyak alat kontrasepsi yang bisa membantu Moms untuk menunda memiliki momongan. Secara umum, alat penunda kehamilan atau kontrasepsi terbagi atas dua jenis yakni yang bersifat sementara dan permanen.

Kontrasepsi sementara biasanya digunakan dalam sekali pemakaian sementara permanen ditujukannya untuk pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Lebih lanjut, yuk Moms kenali alat-alat kontrasepsi berikut ini.

Kondom

Alat kontrasepsi ini adalah yang paling terkenal dan umum dipakai oleh pria. Meski begitu, terdapat juga kondom yang diperuntukkan bagi wanita dan dipasangkan pada mulut vagina setidaknya 8 jam sebelum melakukan hubungan seksual.

Kondom adalah alat kontrasepsi sementara yang hanya bisa digunakan sekali pakai namun dirasa kurang efektif mencegah kehamilan karena menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Baca juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

Pil dan suntik KB (Keluarga Berencana)

Gerakan keluarga berencana memang sudah banyak dikampanyekan sejak lama namun tak banyak yang tahu kalau ternyata pil dan suntik KB adalah dua piihan alat kontrasepsi yang berbeda dan memiliki golongan.

Pil KB memiliki dua jenis golongan yakni yang mengandung hormon progesteron dan kombinasi progesteron serta esterogen dan dikonsumsi setiap hari. Sementara Suntik KB diberikan pada titik lengan bagian atas setiap tiga bulan sekali.

KB memiliki efek samping di antaranya terganggunya siklus menstruasi, kenaikan berat badan yang drastis, hingga darah tinggi.

Spiral

Spiral atau biasa disebut IUD adalah alat kontrasepsi yang disematkan di dalam rahim wanita. Spiral berbentuk tembaga dan dapat bertahan lima tahun.

Efek sampingnya, jika menggunakan spiral seringkali menimbulkan perasaan tidak nyaman seperti kram karena tubuh sebenarnya menolak pemasangan alat ini. Meski begitu, masih banyak yang memilih alat kontrasepsi seperti ini, karena jangka waktu yang lama.

Baca juga: IUD, Kontrasepsi Aman untuk Wanita Tinggi Resiko Kanker Payudara

Implan

Implan adalah sebuah batang kecil seukuran korek api yang akan diimplan ke lengan bagian atas. KB implan ini akan melepaskan hormon progestin yang berfungsi untuk mencegah ovulasi, sehigga tidak akan terjadi kehamilan.

Efek samping KB implan adalah payudara nyeri, sakit kepala, rasa sakit pada bagian implan, menstruasi dapat menjadi tidak teratur, atau jumlah darah menstruasi malah jadi berlebihan. Namun efek samping tersebut akan berkurang dan menghilang seiring berjalannya waktu.

Tapi pada wanita yang merokok, risiko mengalami hal-hal tersebut akan meningkat, jadi sebaiknya berhenti merokok jika akan menjalani KB implan ya.

Baca juga: Bagaimana Cara KB Alami dengan Menghitung Masa Tidak Subur?

Spermisida

Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti jeli yang dan diaplikasikan di dalam vagina 30 menit sebelum berhubungan seksual. Biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma yang terbuat dari karet dan dipasangkan di mulut rahim. Selain karena harus dipakai 6 jam setelah berhubungan seksual. memakai alat kontrasepsi ini akan rentan iritasi dan juga penggunanya memiliki risiko terjangkit virus kelamin.

Kalau masih bingung ingin memilih yang mana, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Bicarakan juga tentang kondisi kesehatan Moms yang sedang dirasakan saat ini.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.