Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Nov 4, 2018

Urine Berbau Tidak Sedap, Hati-Hati Terkena 5 Penyakit Ini

Bagikan


Apakah Moms pernah mengalami urine berbau tidak sedap? Urine berbau aneh atau tak sedap jangan diremehkan lho.

Selain membuat Moms tidak nyaman, urine berbau tidak sedap juga jadi pertanda masalah kesehatan ini:

Dehidrasi

Penyebab paling utama yang menyebabkan urine Moms mengeluarkan bau tak sedap adalah kurang mengonsumsi air putih.

“Saat tubuh Moms dehidrasi, urine memiliki bau yang kuat dan muncul warna gelap,” kata Sherry Ross,M.D., Dokter dari Providence St. John’s Health Center, Santa Monica.

Jadi, sebaiknya konsumsi air putih yang cukup agar tubuh Moms tidak dehidrasi.

Infeksi Saluran Kencing

Bakteri menyebabkan infeksi yang menyebabkan bau tak sedap, serta menyebabkan urine Moms mengeluarkan darah.

Diabetes

Terlalu banyak makan makanan manis bisa jadi Moms terkena diabetes, dan salah satu penyebab kencing menjadi muncul bau aneh adalah diabetes.

Jadi, jika kencing Moms berbau aneh, bisa jadi bau itu muncul karena gula yang dieksresikan oleh ginjal Moms.

Baca Juga : Gejala Diabetes Pada Anak dan Pengobatannya

Infeksi Ragi

Infeksi ragi meliputi infeksi yang berkisar dari yang ringan seperti sariawan mulut dan vaginitis, sampai yang berpotensi mengancam kehidupan manusia.

Infeksi ragi akan menyebabkan gatal pada daerah sekitar vagina Moms. Bukan hanya itu, infeksi ragi juga dapat menyebabkan kencing Moms berbau tak sedap.

Kelainan Genetik

Jika kencing Moms berbau “busuk,” atau “amis”, Moms mungkin memiliki kondisi yang disebut Trimethylaminuria.

Itu lebih sering terjadi pada wanita, dan gejala dapat memperburuk atau menjadi lebih terlihat saat pubertas, sebelum atau selama menstruasi, atau saat menjelang menopause.

Ditinjau oleh: dr. Jezzy Reisya

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.