Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Nutrisi Balita | Feb 1, 2019

Sebenarnya di Usia Berapa Balita Harus Berhenti Disuapi Makan?

Bagikan


Sebenarnya banyak orang tua yang ingin balita berhenti disuapi dan mulai makan sendiri.

Sayangnya, banyak yang akhirnya tidak kunjung mulai membiasakan balita makan sendiri karena khawatir Si Kecil hanya makan sedikit dan harus membereskan meja yang berantakan. Apa Moms juga pernah mengalami dilema yang sama?

Pendapat Pakar Tentang Usia Ideal Balita Berhenti Disuapi

Menurut pakar perkembangan anak, kemampuan balita makan sendiri perlu dilatih sejak dia sudah bisa memegang sendok dengan benar, yaitu dimulai sejak usia 12 bulan.

Pada awalnya balita pasti masih akan makan dengan berantakan karena skill motorik halusnya belum cukup terlatih.

Di balik gemasnya tingkah buah hati yang masih suka menumpahkan makanan atau malah menempelkan makanan ke pipi, sebenarnya dia sedang melatih koordinasi serta kekuatan otot yang dibutuhkan untuk makan.

Bila terus dibiasakan, di usia 18 bulan pasti Moms sudah bisa melihat balita makan sendiri dengan lebih baik dan efisien. Kadar berantakannya juga akan sangat jauh berkurang.

Dengan dukungan dan konsistensi mengajarkan balita makan sendiri, di usia 24-36 tahun biasanya balita sudah bisa makan dengan baik tanpa berantakan.

Asyik kan Moms, kalau tak perlu repot mengejar Si Kecil kesana kemari supaya mau makan?

Baca Juga: Anak Picky Eater, Ini Dampaknya Pada Mental Si Kecil dan Orang Tua

Alasan Balita Harus Mulai Berhenti Disuapi

Anjuran melatih balita makan sendiri sedari kecil bukan tanpa alasan lho, Moms. Ini dia yang jadi alasannya:

  • Saat balita berhenti disuapi, dia bisa mencoba lebih banyak rasa, tekstur, dan jenis makanan sehingga mencegahnya jadi picky eater maupun fussy eater.
  • Mendorong kemandirian dan otonomi diri balita.
  • Membangun kebiasaan makan sehat yang bermanfaat hingga dewasa nanti.
  • Mengurangi resiko obesitas. Setelah balita berhenti disuapi dan mulai makan sendiri, dia akan lebih peka dengan sinyal lapar dan kenyang.
  • Melatih kemampuan motorik halus yang berguna untuk latihan menulis, bermain musik, maupun melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Ini Jumlah Asupan Ideal Omega-3 Yang Dibutuhkan Balita Setiap Hari

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Mengajarkan Balita Makan Sendiri?

Saat balita berhenti disuapi dan mulai belajar makan sendiri, mulailah dengan memberikan makanan dalam potongan yang mudah disendok dalam porsi kecil.

Dengan menggunakan kursi khusus, Moms juga bisa mengajaknya duduk bersama di meja makan agar dia bisa memperhatikan cara dan kebiasaan makan yang benar.

Jangan lupa waspadai tanda koordinasi struktur oral yang kurang baik atau keterlambatan kemampuan motorik, seperti:

  • Sering tersedak saat menelan makanan.
  • Kesulitan menggerakkan makanan di dalam mulut.
  • Kesulitan mengunyah atau menelan.

Coba deh Moms perhatikan, balita di Jepang dan Korea umumnya sudah bisa makan sendiri saat mereka berusia 3 tahun.

Ini menjadi bukti kalau balita sebenarnya bisa melakukan apapun dengan perhatian dan dukungan yang konsisten.

Bagaimana dengan Moms, apa saja kendala yang ditemui saat ingin membuat balita berhenti disuapi?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.