Kesehatan

30 April 2021

Inilah 3 Penyebab Vagina Basah, Haruskah Khawatir?

Berikut penyebab vagina basah dan cara menjaga kesehatannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Vagina wanita memang memiliki tingkat kelembapan tertentu yang membuatnya memiliki cairan atau sedikit basah. Tak heran rasanya jika Moms pernah merasakan kondisi vagina basah. Kelembapan pada vagina ini terjadi karena pertumbuhan flora normal yang ada di dalamnya.

Dilansir dari laman healthline.com, dr. Janet Brito selaku Sex Therapist, vagina basah juga bisa terjadi karena beberapa hal seperti stress atau rangsangan terkait seksual.

Meski demikian, disadari atau tidak disadari, vagina setiap wanita memang selalu memproduksi lubrikan sehingga cenderung basah. Hal ini sangatlah normal. Cairan atau lendir di vagina dapat membantu kesuburan, membantu membuat aktivitas seksual menjadi lebih nyaman, serta mencegah nyeri pada vagina saat bercinta,

Lamanmedicalnewstoday.com pun menyebutkan bahwa setiap wanita rata-rata mengeluarkan cairan vagina sebanyak satu hingga empat milliliter cairan per hari. Menurut dr. Jen Gunter, selaku Obstetrician & Gynecologist, jika diukur sebagai gambaran, cairan vagina yang kental setidaknya berukuran 1 mililiter.

Cairan itu berasal dari leher rahim dan kelenjar bartholin. Biasanya saat mendekati masa subur, serviks akan memproduksi lebih banyak cairan. Bahkan lebih kental. Tujuannya untuk membantu sperma bisa lebih leluasa “berenang” menuju sel telur. Pada saat ini, setiap wanita pasti sangat merasakan kondisi vagina basah sehingga seringkali perlu mengganti celana dalam atau panty liners.

Apa fungsi dari kelenjar bartholin? Dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Gunter, kelenjar yang ada di dalam vagina ini berfungsi melumasi vagina agar tidak kering. Kelenjar ini bisa menghasilkan cairan saat seorang wanita terangsang terutama selama aktivitas seksual.

Baca juga: Sstt... Ini Tips Bercinta Berdasarkan Zodiak!

Tak hanya itu saja, penyebab vagina becek lain pun bisa terjadi karena perubahan hormon. Ketika terjadi peningkatan hormon estrogen, vagina juga bisa lebih lembab karena kelenjar bartholin memproduksi lebih banyak cairan.

Apakah Moms sedang menjalankan terapi hormon? Jangan heran jika Moms sering mengalami vagina basah, bahkan lebih basah dibanding biasanya. Tak apa Moms. Hal ini semuanya masih dalam keadaan normal.

Apa Saja Kandungan yang Terdapat pada Cairan Vagina

6 Penyebab Vagina Berdarah saat Berhubungan Seks

Foto: Orami Photo Stock

Moms tentu penasaran, apa sih sebenarnya yang terkandung dalam cairan yang dikeluarkan oleh vagina saat terjadi vagina basah?

Medicalnewstoday.com menjelaskan lebih lanjut bahwa ada beberapa komponen yang terkandung di dalam cairan vagina normal:

Kandungan itu terdiri dari:

  • Air, yang terdiri dari 90% air.
  • Garam, carian yang dikeluarkan oleh vagina mengandung 1% garam termasuk sodim chloride, kalsium, dan phosphate.
  • Kandungan organic seperti asam amino, lipid, hinga glycogen.
  • Sel yang menua yang berasal dari dalam vagina, uterus, dan serviks akan ikut keluar bersama cairan vagina saat vagina basah.
  • Antibodi, cairan vagina pun juga memiliki kandungan antibody yang mencegah dan melindungi vagina dari infeksi.

Cairan vagina pun bermacam-macan warnanya. Menurut medicalnewstoday.com warna cairan tersebut ada yang putih creamy, pink, putih kekuningan, putih kehijauan, hingga keabuan.

Hati-hati, setiap cairan yang keluar dari vagina memiliki artinya sendiri.

Waspadai Vagina Basah Karena Masalah Kesehatan

ciri-vagina-kering.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab vagina basah juga bisa disebabkan karena masalah kesehatan tubuh.

Moms perlu lebih waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kelamin dan dokter kandungan jika mengalami beberapa hal akibat beberapa faktor ini:

1. Vagina Basah karena Infeksi Jamur

Jika cairan vagina berwarna putih, kental, dan mirip keju cottage di vagina, bisa jadi Moms sedang mengalami infeksi jamur.

Gejala infeksi jamur antara lain vagina terasa becek atau vagina basah, vagina terasa gatal, vagina terasa panas seperti terbakar, hingga terasa menyakitkan saat bercinta.

2. Vagina Basah karena Bakteri Vaginosis

Ketidak seimbangan bakteri pada vagina juga bisa menjadi penyebab vagina basah dan cenderung gatal atua panas.

Jika seorang wanita mengalami vagina basah karena bakteri vaginosis, biasanya cairan vagina tersebut berwarna putih, abu-abu, atau kuning. Aromanya pun cenderung lebih amis.

Aroma dari cairan yang keluar dari vagina basah akan semakin tak sedap setelah bercampur dengan semen setelah bercinta.

3. Vagina Basah karena Infeksi Menular Seksual

Penyebab vagina basah yang tak normal yang juga perlu diwaspadai adalah infeksi menular seksual.

Biasanya, cairan dari vagina basah itu cenderung berbuh, gatal, panas, dan beraroma tak sedap. Cairannya pun cenderung berwarna kekuningan atau kehijauan. Biasanya disebut dengan trikomoniasis.

Segera hubungi dokter ahli penyakit kelamin dan dokter kandungan jika Moms memiliki gejala ini.

Baca juga: 3 Penyakit Kelamin Yang Mengganggu Fertilitas

Jaga Vagina Lebih Sehat dengan Asupan ini

vagina basah

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Women’s Health Concern, vagina becek atau vagina basah umumnya merupakan kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi jika vagina basah terjadi pada masa subur atau saat terangsang secara seksual.

Yang perlu Moms perhatikan adalah menjaga kondisi vagina dan floral vagina agar tetap terjaga kesehatannya.

Simak beberapa saran dari healthline.com ini terkait beberapa makanan di bawah ini untuk menjaga kondisi kesehatan vagina:

1. Ubi

Jaga kesehatan vagina dengan makan makanan yang mengandung karoten dan vitamin A seperti ubi. Apalagi jika Moms merupakan salah satu wanita yang memiliki riwayat PCOS.

Makanan ini mengandung nutrisi yang dapat membantu meningkatkan kesuburan, memperkuat jaringan otot pada dinding rahim dan vagina, serta membantu meningkatkan produksi hormon seks.

2. Kedelai

Kedelai serta produk olahannya, seperti tempe dan tahu, diyakini sangat bermanfaat bagi kesehatan vagina. Hal ini karena kandungan fitoestrogen pada kedelai dapat membantu meningkatkan estrogen pada tubuh.

Apalagi jika Moms sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau berada di fase menopause.

3. Sayuran hijau

Sayuran bernutrisi tinggi dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mencegah vagina menjadi kering. Konsumsilah bayam, kale, sawi, dan brokoli yang kaya akan vitamin E, magnesium, dan kalsium untuk membantu menjaga kesehatan floral vagina dan kesehatan otot vagina.

4. Apel

An apple a day keeps the doctor away. Hal ini berlaku untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk vagina.

Tahukah Moms bahwa buah apel juga mengandung phloridzin? Ini adalah senyawa kimia tumbuhan yang bekerja seperti hormon estrogen.

Dengan hormon ekstrogen yang baik dan seimbang, aliran darah serta kesehatan vagina bisa lebih terjaga. Bonusnya, gairah seksual pun lebih meningkat serta menunjang kesehatan reproduksi wanita.

5. Avokad

Untuk menyehatkan kondisi area vagina, rajinlah mengonsumsi avokad. Buah ini kaya akan lemak sehat, vitamin B6, vitamin E, serta kalium.

Ketiga nutrisi ini diketahui dapat memperkuat otot dinding vagina, mengatasi vagina kering, dan meningkatkan gairah seksual.

6. Makanan Probiotik atau Prebiotik

Sama seperti sistem pencernaan Moms, vagina juga memiliki bakteri baik yang berfungsi untuk mempertahankan kadar keasaman (pH) vagina dan mencegah infeksi.

Untuk menjaga kondisi bakteri baik, Moms bisa mengonsumsi makanan probiotik, seperti kimchi, yogurt, teh kombucha, agar jumlah bakteri baik pada vagina tetap terjaga.

Baca juga: 99 Ways to Grow Happy: 7 Camilan yang Mengandung Probiotik, Baik untuk Pencernaan Anak

7. Buah-Buahan Berry

Buah beri-berian seperti cranberries hingga stroberi kaya akan antioksidan. Semakin gelap warna buah berry, maka semakin tinggi antioksidan yang dikandungnya. Konsumsilah buah ini secara teratur, bisa dimakan langsung atau jus.

Buah beri dikenal mampu membantu menjaga kondisi floral vagina termasuk membantu mengatasi infeksi saluran kencing (ISK).

Yang terpenting, jangan terlalu banyak mengonsumsi gula pada apaun jenis makanan atau minuman yang Moms konsumsi, ya! Gula yang berlebih tidak hanya memicu diabetes, namun juga meningkatkan risiko jerawat radang dan membuat floral vagina tidak seimbang.

Itulah penyebab vagina becek atau vagina basah, serta menjaga kondisi kesehatan vagina. Waspadai dan sayangi juga area tubuh Moms di bagian bawah sana!


  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326504#causes
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322232#seeing-a-doctor
  • https://www.womens-health-concern.org/help-and-advice/factsheets/vaginal-dryness/
  • https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-wetness
  • https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-wetness#1.-Why-am-I-wet-down-there,-if-Im-not-in-a-sexual-situation
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait