Kesehatan

KESEHATAN
6 April 2021

9 Bahan Alami untuk Mengatasi Vagina Kering, Ampuh!

Vagina kering bisa membuat hubungan seks jadi kurang nikmat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Vagina kering merupakan masalah yang hampir dialami oleh setiap wanita dari segala usia. Penipisan lapisan vagina yang mengakibatkan gejala kekeringan ini sangat umum terjadi, apalagi seiring bertambahnya usia.

Hal ini juga bisa terjadi pada Moms sebelum dan setelah masa menopause, lho.

Mari cari tahu penyebab dan cara mengatasi vagina kering berikut ini.

Penybab Vagina Kering

Berbahayakah Vagina Kering Ini Penyebab dan Pencegahannya 03.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Vagina kering biasanya diakibatkan oleh penurunan kadar estrogen. Kadar estrogen mulai menurun saat mendekati menopause.

Ovarium menghasilkan estrogen, dan estrogen mengontrol perkembangan karakteristik tubuh wanita, seperti payudara dan bentuk tubuh. Ini juga memainkan peran kunci dalam siklus menstruasi dan kehamilan.

Estrogen membantu menjaga jaringan yang melapisi vagina tetap tebal, lembab, dan sehat. Saat level menurun, lapisan menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastis.

Perubahan ini dikenal sebagai atrofi vagina.

Ada pula beberapa penyebab lain vagina kering, di antaranya:

1. Stres

Mengutip dalam Springer EPMA Journal, faktor psikologis seseorang memainkan peran penting dalam bagian dari penyebab vagina kering. Misalnya, terbukti bahwa pemanasan yang tidak cukup sebelum berhubungan seks sering kali menyebabkan vagina kering pada wanita pra dan pascamenopause.

Selain itu, stres dan kecemasan yang berlebihan berdampak negatif pada libido dan lubrikasi vagina.

Obat antidepresan sering kali memiliki efek samping seksual seperti vagina kering, libido menurun, dan kesulitan orgasme.

2. Kelainan Autoimun

Gangguan Autoimun Pengaruhi Vagina Kering? 4

Foto: Orami Photo Stocks

Sindrom Sjögren, kelainan autoimun yang melibatkan peradangan pada kelenjar ludah dan kelenjar air mata. Vagina kering adalah gejala umum pada wanita pra dan pasca menopause dengan sindrom Sjogren.

Sjogren's Syndrome Foundation menemukan, ini dapat menyebabkan nyeri atau gatal di sekitar vagina, nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan (dispareunia), keinginan untuk buang air kecil lebih dari biasanya, atau infeksi saluran kemih.

Baca Juga: Mengatasi Vagina Bau, Konsumsi Makanan Ini

3. Efek Samping Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang membantu mengatasi gejala flu dan alergi.

Alergi dan obat flu yang mengandung antihistamin serta obat asma dapat memiliki efek pengeringan di dalam tubuh dan menyebabkan pelumasan vagina berkurang.

Dalam beberapa kasus, vagina kering dapat disebabkan oleh libido rendah atau masalah seksual dengan pasangan.

Cara Alami Mengatasi Vagina Kering

Tentu, jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan kondisi yang berbahaya bagi vagina dan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks.

Saat terangsang, tubuh secara otomatis akan menghasilkan cairan bening dan licin yang disebut dengan lendir atau pelumas alami.

Pelumasan vagina ini terjadi seiring dengan meningkatnya rangsangan dan gairah seksual, yang disebabkan juga oleh peningkatan aliran darah ke area genital. Lendir inilah yang nantinya akan mengatur kelembapan vagina.

Namun, beberapa wanita tidak bisa menghasilkan pelumas vagina ini karena faktor-faktor tertentu, salah satunya karena hormon estrogen yang menurun.

Estrogen menjadi faktor hormon yang paling penting pada kesehatan vulva dan vagina.

Menurut Journal Biomed Res Internatinal, apabila wanita memiliki kadar estrogen yang rendah, maka bisa menyebabkan kekeringan pada vagina.

Untuk mengatasi masalah vagina kering, maka Moms harus melakukan usaha ekstra, seperti membiasakan mengonsumsi bahan-bahan alami.

Lalu, apa saja makanan alami yang bisa Moms nikmati dan berkhasiat mengatasi vagina kering? Berikut adalah ulasannya.

1. Okra

okra.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Cara mengatasi vagina kering yang pertama yakni dengan okra. Okra adalah salah satu makanan yang bisa menghasilkan pelumas alami di vagina.

Sayuran yang satu ini sangat kaya akan vitamin A, thiamin, vitamin B6, kalsium, dan nutrisi baik lainnya. Vitamin B6 yang terdapat di okra bisa membantu Moms untuk meningkatkan libido.

Dalam cara pengolahannya, Moms bisa merebusnya ke dalam air atau memakannya secara mentah yang dicampurkan dengan sayuran lain.

Mengonsumsi okra secara teratur juga dapat menyingkirkan masalah keputihan yang sulit diatasi.

Baca Juga: Vagina Kering, Apa Bahaya dan Gejalanya?

2. Biji Rami

Flaxseed.jpg

Foto: focusedonfit.com

Kaya akan kandungan fitoestrogen dan asam lemak omega 3, biji rami alias flaxseed juga dapat memerangi masalah terkait dengan vagina kering.

Kandungan fitoestrogen yang terdapat di dalam biji rami, bisa meningkatkan kadar estrogen. Hal ini tentu saja bisa mencegah terjadinya vagina kering dan gejala menopause lainnya.

Biji rami bisa sangat praktis untuk Moms implementasikan ke dalam diet Moms.

Taburkan sekitar 1 sendok makan biji rami ke dalam sereal, yoghurt, salad, ataupun jus kesukaan Moms.

Hal yang perlu diingat, jangan lupa juga tetap minum air yang cukup agar pencernaan lancar, ya.

3. Berbagai Sayuran Hijau

sayuran hijau

Foto: verywellfit.com

Siapa sih yang tidak tahu kalau sayuran hijau memang punya banyak manfaat bagi tubuh ketika kita mengonsumsinya secara teratur?

Selain bisa menyehatkan, sayuran hijau juga nyatanya bisa membantu mengurangi vagina kering.

Diperkaya dengan nutrisi yang bisa meningkatkan sirkulasi darah sehingga mencegah kekeringan pada vagina, sayuran ini juga kaya akan vitamin E, magnesium, dan kalsium, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan otot tubuh, termasuk otot vagina.

Baca Juga: Waspada, Ini 5 Tanda Vagina Tidak Sehat

4. Minum Air yang Cukup

minum air putih mineral

Foto: beliveperform.com

Cara mengatasi vagina kering dapat dimulai dengan kebiasaan minum air putih, lho.

Menjaga tubuh agar tidak dehidrasi adalah cara yang tepat menjaga kesehatan seluruh tubuh secara bersamaan.

Dokter menyarankan untuk minum 8 hingga 10 gelas air setiap hari untuk mengatur fungsi tubuh. Air sangat berperan penting untuk mencuci racun berbahaya dalam tubuh.

Air putih juga bisa meningkatkan pelumasan wanita dan menjaga kelembapan daerah vagina.

Untuk itu, membiasakan diri minum air putih adalah hal yang patut dicoba dan sebisa mungkin meminimalisir minuman berwarna seperti teh atau kopi.

5. Makanan Kedelai

tempe

Foto: onegreenplanet.org

Produk kedelai seperti tahu dan edamame mengandung banyak isoflavon yang diketahui fungsinya menyerupai dengan estrogen.

Fungsi estrogen sendiri adalah menjaga kelembapan vagina agar tidak kering.

Ketika Moms mengonsumsi produk kedelai, tubuh akan memecahnya menjadi fitoestrogen, yang bisa memicu terbentuknya estrogen.

Hal ini menjadi produk kedelai dapat menjadi salah satu cara mengatasi vagina kering pada wanita.

Selain itu, kandungan ini juga bisa membantu Moms menjaga kesehatan kulit agar tetap sehat dan pembuluh darah pasca menopause.

Baca Juga: 5 Makanan Enak dan Baik untuk Kesehatan Vagina

6. Ikan

sushi ikan tuna salmon

Foto: nypost.com

Sama halnya dengan biji remi, ikan juga mengandung omega 3. Asam lemak esensial ini memainkan peran penting dalam menjaga pelumas atau lendir vagina dan mencegah vagina kering.

Dilansir dari Maturitas, disebutkan bahwa asam lemak omega 3 ini bisa membantu Moms mengurangi kekeringan vagina pasca menopause.

Dalam penyajiannya, ikan bisa Moms olah dengan berbagai resep yang bisa dipilih sesuai selera. Olahan ikan salmon, sarden atau makarel bisa menjadi pilihan yang bagus untuk Moms.

Agar hasil yang didapatkan maksimal, cobalah mengonsumsinya secara teratur selama 3 kali seminggu, ya.

Sangat penting bagi Moms untuk selalu memastikan vagina cukup terlumasi selama hubungan seks agar tidak terjadi trauma dan mencegah infeksi pada lapisan vagina.

7. Terapi Estrogen

Berbahayakah Vagina Kering Ini Penyebab dan Pencegahannya 01.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Perawatan yang paling umum untuk mengatasi vagina kering karena kadar estrogen yang rendah adalah terapi estrogen topikal.

Ini menggantikan beberapa hormon yang tidak lagi dibuat oleh tubuh. Itu membantu meredakan gejala vagina kering, dengan cara menaikkan hormon estrogen dalam bentuk krim atau salep.

Ini bisa dioleskan langsung ke area vagina untuk cara mengatasi vagina kering.

Seseorang yang menggunakan krim topikal akan menyerap estrogen lebih sedikit dibandingkan dengan mengonsumsi estrogen sebagai pil. Akibatnya, risiko efek samping relatif rendah.

8. Pelumas Berbahan Air

Amankah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Vagina Kering? 5.jpeg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms bisa membeli pelembab vagina seperti gliserin-min oil-polycarbophil di toko obat atau dari rekomendasi dokter.

Luangkan waktu sebelum berhubungan seks untuk memastikan bahwa tubuh benar-benar rileks. Oleskan pelumas berbahan dasar air untuk membantu Moms lebih menikmati hubungan seksual.

Pelumas berbahan dasar air dapat membantu menambah kelembapan pada lapisan vagina dan mengatasi vagina kering.

Efektivitasnya dapat bertahan selama berjam-jam, menjadikannya alternatif yang baik ketika kekeringan menyebabkan ketidaknyamanan selama hubungan seksual.

9. Obat Oral

Deretan Obat  Vagina Kering yang Bisa Bantu Redakan Gejala

Foto: Orami Photo Stocks

Obat yang diminum secara oral seperti ospemifeme (Osphena), membuat jaringan vagina lebih tebal dan tidak rapuh, sehingga mengurangi rasa sakit pada wanita saat berhubungan seks.

Ini menjadi alternatif mengatasi vagina kering.

Food Drug and Administration memperingatkan bahwa efek samping Osphena dapat mempertebal endometrium (lapisan rahim) dan meningkatkan risiko stroke dan penggumpalan darah.

Hindari penggunaan bubble bath, sabun wangi, dan losion di sekitar area sensitif vagina. Produk ini bisa memperparah vagina kering, lho.

Baca Juga: 6 Penyebab Vagina Berdarah saat Berhubungan Seks

Jika Moms merasa vagina kering, tidak perlu panik sebab masalah ini umum dialami sebagian besar wanita.

Namun, jika dirasa kondisinya semakin memburuk atau sudah terjadi infeksi, maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan medis yang tepat.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait