Kesehatan

KESEHATAN
20 Februari 2018

Vagina Nyeri Saat Keputihan, Apa Penyebabnya?

Apakah ini tanda suatu kelainan pada vagina?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Tanya:

Apakah keputihan selalu menyebabkan gatal? Soalnya keputihan saya berwarna kuning kehijauan tetapi tidak gatal, cuma terkadang tulang vagina terasa nyeri.

Jawab:

Keluhan yang Anda alami ada kemungkinan disebabkan oleh vulvovaginitis, yaitu peradangan pada vagina dan bibir vagina. Gejala yang dapat timbul pada vulvovaginitis antara lain:

-Iritasi dan nyeri pada organ intim

-Peradangan pada area organ intim (bengkak, kemerahan, nyeri)

-Timbul keputihan

-Vagina berbau

-Nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan intim

Berbagai kemungkinan penyebab terjadinya vulvovaginitis antara lain:

-Kebersihan yang kurang terjaga

-Iritasi atau alergi, misalnya akibat penggunaan pembersih kewanitaan, sabun, pembalut, pantyliner, kondom, pelumas

-Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat

-Infeksi jamur/kandidiasis vagina

-Infeksi bakteri/vaginosis bakterial

-Penyakit menular seksual (gonore, trikomoniasis, klamidia)

Untuk mengatasi keluhan yang timbul sebaiknya Anda kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar dapat ditangani lebih lanjut. Dokter terlebih dahulu akan menelusuri penyebabnya melalui wawancara medis dan pemeriksaan lebih detail.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara langsung dokter baru dapat menentukan apakah diperlukan tes penunjang lebih lanjut (seperti tes cairan vagina atau tes darah) dan jenis pemeriksaan apa saja yang dibutuhkan untuk menelusuri penyebabnya lebih jauh. Dengan demikian maka penanganan yang tepat dapat diberikan bagi Anda sesuai dengan kondisi dasarnya.

Beberapa kondisi medis akan memerlukan penanganan dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga disarankan agar Anda kontrol secara teratur ke dokter agar keluhan yang timbul dapat ditangani secara tuntas.

Pertolongan pertama

Berikut ini anjuran bagi Anda:

-Menjaga kebersihan organ intim

-Kenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat, serta menggantinya secara teratur

-Bersihkan dan keringkan organ intim setiap kali sesudah mandi atau ke toilet

-Basuh organ intim secara perlahan dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi bakteri dari anus ke vagina

-Hindari penggunaan produk apapun pada vagina

-Tunda melakukan hubungan seksual selama keluhan belum teratasi

Dijawab oleh dr. Ayu Andrian Putri

Sumber: meetdoctor.com

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait