3-12 bulan

28 Oktober 2021

Vaksin Campak: Manfaat, Efek Samping, dan Waktu Pemberian yang Tepat

Berikan sesuai dengan waktu yang tepat, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Vaksin campak adalah salah satu bentuk imunisasi yang harus diberikan Moms pada Si Kecil.

Sebab, penyakit campak menjadi penyakit yang sangat mudah menular.

Penyakit campak ini sering menyerang anak-anak dan merupakan penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, untuk mencegah infeksi campak pada anak-anak, maka diwajibkan anak untuk menerima vaksin campak.

Virus campak sendiri penularannya bisa dari mana saja, seperti udara, dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi campak,serta benda-benda yang mungkin sudah terkontaminasi.

Jika sudah tertular, virus akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Bisa dikatakan, penyakit campak ini berbahaya bagi anak-anak, terutama jika terjadi pada bayi dan anak kecil.

Konsekuensi negatif dari campak dapat mencakup pneumonia, kerusakan otak, tuli, atau bahkan kematian.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai manfaat, waktu imunisasi, dan efek samping yang mungkin terjadi saat pemberian vaksin campak.

Baca Juga: Campak pada Bayi: Mengenal Ciri, Perawatan dan Pencegahannya

Kapan Waktu Diberikan Vaksin Campak?

Kapan Waktu Diberikan Vaksin Campak?

Foto: Orami Photo Stock

Jika Si Kecil belum menerima vaksin campak, kemungkinan besar ia akan lebih mudah terserang penyakit campak pada anak.

Maka dari itu, berikan anak vaksin campak tepat pada waktunya.

Manfaat vaksin campak, yaitu memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak dan rubella, yaitu penyakit virus akut yang disebabkan oleh campak.

Perlu dipahami, vaksin yang dapat diberikan, yaitu vaksin MR yang menjadi kombinasi dari vaksin campak, yaitu Measles (M) dan Rubella (R).

Kemudian, ada juga vaksin MMR yang terdiri atas 3 jenis vaksin, yaitu Mumps (gondongan), Measles (campak), dan Rubella.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, vaksin campak diberikan pertama kali saat anak berusia 9 bulan, untuk vaksin MR.

Kemudian, untuk imunisasi lanjutan, vaksin MR/MMR dapat diberikan pada anak ketika ia berusia 18 bulan dan 6 tahun.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin campak aman diberikan dan memiliki hasil yang efektif.

Dua dosis vaksin efektif mencegah penyakit campak hingga 97%, sedangkan satu dosis mampu mencegah penyakit campak hingga 93%.

Mengapa anak harus menerima vaksin campak berulang? Setiap jenis imunisasi memiliki ketahanan yang berbeda-beda.

Nah, tidak ada jaminan bahwa sekali anak disuntik vaksin, maka ia akan kebal selamanya terhadap penyakit tersebut.

Penyebabnya bisa karena vaksin lama-lama akan hilang efeknya, apalagi dalam tubuh anak.

Selain karena efeknya yang lama-lama hilang, berbagai bakteri serta virus penyebab penyakit juga mampu berevolusi jadi lebih ganas.

Vaksin yang diberikan pada anak sewaktu masih bayi mungkin masih bisa melawan virus dan bakteri.

Seiring berjalannya waktu, virus dan bakteri tersebut beradaptasi dengan jenis vaksin yang lama.

Akibatnya, imunisasi yang sudah diberikan menjadi tidak mempan lagi.

Inilah yang menjadi alasan Moms sebaiknya membawa anak untuk mendapatkan vaksin campak berulang.

Lantas, adakah efek samping vaksin campak yang bisa terjadi pada Si Kecil? Simak ulasan berikutnya!

Baca Juga: Jenis Imunisasi Anak yang Diprioritaskan di Masa Pandemi COVID-19, Catat!

Efek Samping dari Vaksin Campak

Efek Samping dari Vaksin Campak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, vaksin campak sangat aman, dan efektif untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella.

Namun, jenis vaksin apa pun tetap dapat memiliki efek samping. Kebanyakan orang yang mendapatkan vaksin campak tidak memiliki masalah serius dengannya.

Mendapatkan vaksin campak jauh lebih aman daripada terkena campak, gondongan atau rubella.

Dilansir dari CDC, berikut ini beberapa efek samping dari vaksin campak yang bisa terjadi, yaitu:

  • Area lengan yang terasa sakit karena suntikan
  • Demam dan ruam ringan
  • Nyeri sementara dan kekakuan pada persendian
  • Mengalami pembengkakan di pipi atau leher

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Cokelat saat Demam?

Vaksin campak telah dikaitkan dengan risiko kejang demam yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Kejang demam setelah MMR jarang terjadi dan tidak terkait dengan efek jangka panjang.

Risiko kejang demam meningkat seiring bertambahnya usia bayi, sehingga disarankan agar mereka divaksinasi sesegera mungkin.

Pada kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin memiliki reaksi alergi yang serius terhadap vaksin campak.

Siapa pun yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap antibiotik neomisin, atau komponen lain dari vaksin campak, tidak boleh mendapatkan vaksin.

Jadi, dapat disimpulkan, apabila anak mengalami efek samping tertentu setelah mendapatkan vaksin campak, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Waspada, Dampak dari Penyakit Campak, Gondongan, dan Rubella

Waspada, Dampak dari Penyakit Campak, Gondongan, dan Rubella.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat vaksin campak MMR adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak, gondongan, dan rubella.

Memang, ada pentingnya untuk mengetahui dampak yang bisa terjadi dari ketiga penyakit ini.

Penyakit campak bisa menyebabkan demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah dan berair.

Komplikasi dapat mencakup infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak, hingga berakibat fatal, yaitu kematian.

Sementara itu, gondongan dapat menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar ludah.

Komplikasi dapat mencakup pembengkakan testis atau ovarium, ketulian, radang otak dan/atau jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (ensefalitis/meningitis).

Rubella, menyebabkan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, dan mata merah dan gatal.

Jika seorang wanita terkena rubella saat tengah mengandung, dia bisa mengalami keguguran atau bayinya bisa lahir dengan cacat lahir yang serius.

Nah, itulah penjelasan tentang pentingnya mendapatkan vaksin campak untuk Si Kecil.

Jadi, jangan tunda pemberian vaksin campak MR/MMR ketika usia anak sudah cukup, ya, Moms!

  • https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/measles/index.html
  • https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
  • https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait