Kesehatan

10 Juni 2021

Vaksin HPV untuk Wanita dan Laki-laki, Seberapa Penting?

Vaksin ini merupakan pencegahan utama kanker serviks lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sudahkah Moms melakukan vaksin HPV? HPV adalah Genital Human Papiloma Virus, virus umum yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung kulit-ke-kulit selama aktivitas seksual.

Kebanyakan orang yang aktif secara seksual besar kemungkinan mendapatkan HPV suatu saat dalam hidup mereka, meskipun kita tidak mengetahuinya.

Infeksi HPV paling sering terjadi pada orang di akhir usia belasan dan awal 20-an. Ada sekitar 40 jenis HPV yang dapat menginfeksi area genital pria dan wanita. Sebagian tidak menimbulkan gejala dan sembuh sendiri.

Tetapi beberapa dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita dan kanker lainnya.

Mengutip Center for Disease and Prevention (CDC), setiap tahun, sekitar 12.000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks dan 4.000 wanita meninggal akibat penyakit ini di AS.

Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Penting Dilakukan Sebelum Menikah?

Masih banyak orang beranggapan bahwa vaksin HPV hanya dipertuntukkan bagi mereka yang aktif melakukan hubungan seksual saja, ternyata anak-anak dan laki-laki pun perlu mengikuti vaksinasi ini, lho.

Mengapa demikian? Mari simak penjelasan terkait pentingnya vaksin HPV untuk wanita, laki-laki dan juga anak-anak.

Mengenal Vaksin HPV

Human Papillomavirus (HPV), Apakah Pengaruhi Kesuburan? 2

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin PV adalah vaksin yang melindungi dari infeksi human papillomavirus (HPV). HPV adalah sekelompok virus yang menyebar melalui kontak seksual langsung.

Di antaranya, dua jenis HPV menyebabkan kutil kelamin, dan dapat menyebabkan jenis kanker tertentu, seperti kanker serviks, anal, orofaring, penis, vulva, dan vagina.

Tak hanya untuk wanita, mengutip Mayo Clinic, vaksin HPV dapat digunakan untuk anak perempuan dan laki-laki.

Vaksin ini dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang gadis atau wanita terpapar virus.

Secara teori, memvaksinasi anak laki-laki terhadap jenis HPV yang terkait dengan kanker serviks juga dapat membantu melindungi anak perempuan dari virus dengan kemungkinan menurunkan penularan.

Jenis HPV tertentu juga telah dikaitkan dengan kanker di mulut dan tenggorokan, sehingga vaksin HPV kemungkinan menawarkan perlindungan terhadap kanker ini juga.

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau orang yang sakit parah.

Moms, jangan lupa untuk memberitahu dokter jika punya indikasi alergi.

Jika Moms pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap komponen vaksin apa pun atau terhadap dosis vaksin sebelumnya, Moms tidak boleh mendapatkan vaksin HPV.

Baca Juga: Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya

Apakah Syarat Vaksin HPV?

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

Tentu banyak orang bertanya-tanya, apakah syarat vaksin HPV? Siapa sajakah yang perlu menjalani vaksinasi ini?

“Vaksin HPV adalah cara pencegahan primer terhadap kanker serviks,” terang dr. Grace Valentine, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah.

Menurutnya, syarat vaksin HPV dianjurkan untuk dilakukan pada wanita sejak usia 9 hingga 45 tahun. Pada wanita yang belum aktif seksual, vaksinasi dapat langsung dilakukan.

“Sedangkan perempuan yang sudah aktif seksual, dianjurkan untuk melakukan pap smear terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa wanita tersebut belum terinfeksi virus HPV dan/atau tidak ada sel pra-kanker Serviks,” jelas dr. Grace.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, tes Pap (atau Pap smear) bertujuan untuk mencari prekanker, perubahan sel pada serviks yang dapat menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan tepat.

Sedangkan tes HPV merupakan sebuah proses mencari virus (human papillomavirus) yang dapat menyebabkan perubahan sel ini.

Baca Juga: Vaksin Tetanus: Jenis, Dosis, dan Efek Sampingnya pada Bayi Maupun Orang Dewasa

Sekalipun Moms sudah terjangkit satu jenis HPV, Moms tetap dapat memperoleh manfaat dari vaksin ini karena dapat melindungi dari jenis lain yang belum dimiliki.

Namun, untk saat ini tidak ada vaksin HPV yang dapat mengobati infeksi HPV yang sudah ada. Vaksin melindungi diri hanya dari jenis HPV tertentu yang belum pernah dialami.

Berdasarkan keterangan CDC, vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

Penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV tidak menyebabkan masalah bagi bayi yang lahir dari wanita yang divaksinasi saat hamil, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

Seorang ibu hamil tidak boleh mendapatkan dosis vaksin serviks hingga kehamilannya berakhir.

Mengutip dari UVA Health, vaksin HPV juga dianjurkan untuk anak laki-laki, karena HPV dapat menyebabkan kanker pada anak laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: 4 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Berapa Kali Vaksin HPV harus Dilakukan?

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Grace, vaksinasvi HPV dapat dilakukan dengan 3 kali suntikan dalam jangka waktu 6 bulan sesuai jadwal vaksinasi.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri merekomendasikan agar semua anak berusia 11 dan 12 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya enam bulan secara terpisah, daripada jadwal tiga dosis yang direkomendasikan sebelumnya.

Remaja yang berusia 9 dan 10 tahun dan remaja usia 13 dan 14 tahun juga dapat menerima vaksinasi pada jadwal dua dosis yang diperbarui.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jadwal dua dosis efektif untuk anak di bawah 15 tahun.

Remaja dan dewasa muda yang memulai seri vaksin nanti, pada usia 15 hingga 26, harus terus menerima tiga dosis vaksin.

CDC sekarang merekomendasikan vaksinasi mengejar ketinggalan untuk semua orang di usia 26 yang tidak cukup divaksinasi.

Baca Juga: 4 Vaksinasi Penting bagi Moms yang Sedang Merencanakan Kehamilan

Bahkan U.S. Food and Drug Administration sudah menyetujui penggunaan Gardasil (vaksin HPV) 9 untuk pria dan wanita berusia 9 hingga 45 tahun.

Efek Samping dan Biaya Vaksin HPV

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

Berbeda dengan vaksinasi bayi pada umumnya, bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV, ada biaya yang perlu dikeluarkan.

Mengutip National Cancer Institute, biaya atau harga untuk melakukan vaksinasi HPV bervariasi, tergantung rumah sakit mana dan klinik yang Moms pilih untuk vaksinasi.

Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya vaksin HPV berkisar dari Rp750.000 hingga lebih dari 1.300.000 per kali suntik.

Ini belum termasuk harga rangkaian suntik HPV.

Pada remaja dan orang dewasa, vaksin HPV perlu diberikan sebanyak 3 kali. Vaksin kedua diberikan setelah 1–2 bulan vaksin pertama, kemudian vaksin ketiga diberikan setelah 6 bulan vaksin HPV kedua.

Secara keseluruhan, efek vaksin HPV biasanya ringan. Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV termasuk rasa sakit, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan.

Terkadang sebagian orang menglami pusing atau pingsan setelah penyuntikan.

Tetap duduk selama 15 menit setelah penyuntikan untuk mengurangi risiko pingsan. Selain itu, sakit kepala, mual, muntah, kelelahan atau kelemahan juga dapat terjadi.

Namun tak perlu dikhawatirkan Moms, sebab ini umum terjadi dan tak menyebabkan masalah kesehatan serius.

Baca Juga: HBsAg, Salah Satu Tes yang Penting Mendeteksi Hepatitis B

Nah, sudah tidak bingung lagi kan soal vaksin HPV, kan? Mengingat ini adalah cara utama untuk mencegah kanker serviks, tidak ada salahnya untuk dilakukan, ya Moms.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292

https://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/screening.htm

https://blog.uvahealth.com/2019/05/07/hpv-vaccine-boys/

https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm

https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet#what-are-hpv-vaccines

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait