3-12 bulan

3-12 BULAN
25 Januari 2021

Vaksin Polio untuk Anak, Ketahui Usia Wajib dan Efek Sampingnya!

Vaksin polio wajib diberikan minimal dua kali.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Polio adalah penyakit yang melumpuhkan dan berpotensi mematikan. Kpndisi ini disebabkan oleh virus polio.

Virus ini menyebar dari orang ke orang dan dapat menyerang otak dan sumsum tulang belakang orang yang terinfeksi, menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan bagian tubuh).

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, polio bisa dicegah dengan vaksin atau imunisasi.

Vaksin ini diberikan dengan suntikan di lengan atau tungkai, tergantung pada usia orang tersebut.

Baca Juga: Jika Anak Terlambat Imunisasi di Era Pandemi, Haruskah Khawatir?

Hampir semua anak (99 dari 100) yang mendapatkan semua dosis vaksin polio akan terlindungi dari penyakit polio, lho!

Moms, ternyata ada keputusan baru mengenai imunisasi polio atau IPV di Indonesia terkait perubahan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2020, simak yuk!

Pentingkah Vaksin Polio untuk Anak?

pentingkah vaksin polio untuk anak?

Foto: Orami Photo Stock

Imunisasi polio menjadi salah satu bagian dari jadwal imunisasi anak menurut IDAI.

Sangat penting untuk anak melengkapi jadwal imunisasi karena untuk meningkatkan kekebalan pada tubuhnya dalam melawan penyakit.

Namun seberapa penting sebenarnya imunisasi polio?

Berikut tanya jawab dengan Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SP.A(K), Msi, Sekretaris Satgas Imunisasi seputar imunisasi polio.

Tanya:

Seberapa pentingkah vaksin polio untuk anak dan dianjurkan berapa kali?

Jawab:

Menurut jadwal imunisasi IDAI 2020, vaksin polio direkomendasikan diberikan dua kali untuk meningkatkan kekebalan imun pada anak.

Sementara, pada 2017 vaksin polio hanya dianjurkan satu kali.

Perubahan ini terjadi karena berdasarkan riset penelitian, satu dosis kurang mampu untuk melindungi tubuh dalam melawan polio tipe 2.

Hal ini juga didukung oleh World Health Organization (WHO), akan ada perubahan pada tahun 2023 untuk mewajibkan semua negara melakukan imunisasi polio atau IPV sebanyak 2 kali.

Polio adalah penyakit yang mematikan menyerang saraf otak, maka sangat penting untuk orang tua segera melakukan vaksin polio untuk anaknya agar terlindungi dari penyakit mematikan ini.

Baca Juga: Nutrisi Tepat Pangkal Daya Tahan Tubuh Kuat!

Vaksin polio 0 (nol) sebaiknya diberikan segera setelah anak lahir.

Apabila lahir di fasilitas kesehatan berikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama.

Selanjutnya berikan bOPV atau IPV bersama DTwP atau DTaP.

Vaksin polio atau IPV sebaiknya minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.

Usia Anak yang Wajib Vaksin Polio

usia pemberian vaksin polio untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian Moms mungkin masih ragu untuk memberikan usia berapa sajakah vaksin polio untuk anak? Sebab, setiap vaksin tentu memiliki karakteristik yang berbeda.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan, anak-anak di Amerika Serikat harus mendapatkan vaksin polio yang dinonaktifkan (IPV) untuk melindungi dari polio, atau poliomyelitis.

Mereka harus mendapatkan total empat dosis, dengan satu dosis pada masing-masing usia berikut:

  • bayi 2 bulan
  • bayi 4 bulan
  • bayi 6 sampai 18 bulan
  • bayi 4 sampai 6 tahun

Setiap anak yang telah menerima tiga dosis IPV sebelum usia 4 tahun harus menerima dosis keempat pada usia 4 sampai 6 tahun (sebelum atau saat masuk sekolah).

Orang dewasa di Amerika Serikat memerlukan vaksinasi polio jika mereka tidak menerima dosis yang dianjurkan saat masih anak-anak dan memiliki faktor risiko tertentu.

Baca Juga: Kenali Jenis Vaksin Apa yang Aman untuk Anak Alergi Telur

Dokter mungkin merekomendasikan vaksinasi untuk orang dewasa, apabila:

  • Bepergian ke negara-negara di mana polio lebih umum.
  • Bekerja di laboratorium tempat menangani virus polio.
  • Bekerja di bidang kesehatan dengan orang yang mungkin menderita polio.

Efek Samping Vaksin Polio

efek samping vaksin untuk bayi

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu efek samping serius utama setelah vaksin polio adalah reaksi alergi, meskipun ini sangat jarang.

Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 1 juta dosis vaksin polio, menyebabkan reaksi alergi. Reaksi ini biasanya terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah menerima vaksinasi.

Beberapa orang setelah vaksin IPV juga merasa sakit di tempat di mana suntikan itu diberikan.

IPV belum diketahui menyebabkan masalah serius, dan kebanyakan orang tidak memiliki efek samping yang mematikan.

Namun, beberapa anak mungkin mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Pingsan. Beberapa orang mengalami kehilangan kesadaran dari efek samping vaksinasi polio. Duduk atau berbaring selama sekitar 15 menit dapat membantu mencegah pingsan dan cedera akibat jatuh. Bicarakan ke dokter terkait jika merasa pusing, atau penglihatan berubah atau telinga berdenging.
  • Nyeri bahu. Ada yang mengalami nyeri bahu dan cukup lama. Namun ini sangat jarang terjadi.
  • Alergi. Obat apa pun dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Reaksi semacam itu dari vaksin sangat jarang, diperkirakan sekitar 1 dalam sejuta dosis, dan akan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.
  • Mengantuk, rewel ringan hingga muntah.

Jadi apakah Moms sudah memberikan vaksin polio untuk anak? Segera dilengkapi ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait