Kehamilan

11 Mei 2020

Vaksin Tetanus pada Ibu Hamil, Amankah?

Tetanus dapat berakibat mematikan bagi ibu dan janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak perempuan mungkin tidak menyadari bahwa mereka tidak mengikuti perkembangan mengenai imunisasi, sehingga rentan terhadap penyakit yang dapat membahayakan mereka atau calon bayi yang belum lahir.

Bahkan yang lain dapat menyebabkan penyakit serius, cacat lahir, dan cacat seumur hidup, seperti gangguan pendengaran atau masalah belajar.

Ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk mencari tahu vaksin mana yang mungkin mereka butuhkan dan apakah mereka harus mendapatkannya selama kehamilan atau menunggu sampai bayinya lahir.

Baca Juga: Kelahiran Prematur, Apakah Penyebabnya?

Vaksin tetanus pada ibu hamil sangat dibutuhkan. Dilansir dari laman Medline Plus, tetanus adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri clostridium. Bakteri ini hidup di tanah, air liur, debu, dan pupuk kandang.

Jenis bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka dalam, yang bisa kita dapatkan dari menginjak kuku, atau melalui luka bakar.

Mengapa bagi vaksin tetanus pada ibu hamil itu penting? Dan apakah mengganggu tumbuh kembang janin? Simak penjelasannya di bawah ini.

Amankah Vaksin Tetanus pada Ibu Hamil?

vaksin tetanus pada ibu hamil

Berdasarkan sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh Organization of Teratology Information Specialists (OTIS), dalam setiap kehamilan, seorang perempuan memiliki kemungkinan 3-5 persen untuk memiliki bayi dengan cacat lahir. Hal ini disebut risiko latar belakang.

Tetanus tidak dapat ditularkan dari orang ke orang, namun tetanus dapat berakibat mematikan bagi seorang ibu hamil dan dapat menyebabkan kematian bayi.

Baca Juga: Cara Merawat Tali Pusar sampai Mengenali Tinja Bayi Baru Lahir

Kelahiran sebelum usia kehamilan 39 minggu (kelahiran prematur) juga menjadi perhatian. Tetanus dapat terjadi pada bayi yang ibunya tidak memiliki cukup perlindungan tetanus untuk ditularkan kepada bayi yang baru lahir.

Tetanus pada periode bayi baru lahir lebih sering terjadi di negara berkembang dan sering mematikan.

“Vaksin tetanus pada ibu hamil memang sebaiknya dilakukan. Infeksi yang berasal dari bakteri clostridium tetani ini menghasilkan racun yang dapat menyebabkan kaku otot, di mana dapat tertular pada bayi saat pemotongan tali pusat bayi,” ujar dr. M. Charnain Ibrahim, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Berdampakkah pada Tumbuh Kembang Bayi?

vaksin tetanus pada ibu hamil

“Suntik vaksin tetanus pada ibu hamil sudah diteliti tidak mengganggu tumbuh kembang janin,” tegas dr. M. Charnain Ibrahim.

Vaksin tidak menular ini belum terbukti menyebabkan cacat lahir atau masalah dalam kehamilan. Vaksin tetanus dan difteri memiliki sejarah panjang penggunaan selama kehamilan tanpa peningkatan risiko.

Baca Juga: Manfaat Vaksin DPT dalam Mencegah Tetanus

Beberapa studi tentang vaksin ini telah dilakukan dan menawarkan informasi yang meyakinkan. Tidak ada peningkatan cacat lahir atau masalah kehamilan lainnya seperti keguguran, kelahiran prematur, pre-eklampsia (kondisi medis terkait kehamilan) atau bayi yang meninggal di dalam kandungan dilaporkan.

Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa tidak ada peluang lebih besar terjadi komplikasi pada bayi di periode bayi baru lahir, ketika seorang ibu mendapat vaksin tetanus selama kehamilan.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait