2-3 tahun

11 Juni 2021

Vaksinasi MMR Kembali Hadir di Indonesia, Kenali Manfaatnya untuk Anak

Vaksin MMR berguna mencegah campak dan rubella pada Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Vaksinasi MMR merupakan vaksin gabungan yang berguna membantu tubuh mencegah campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella.

Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Melansir GMS Health Innovation and Technologies, campak, gondongan, dan rubella adalah penyakit sangat menular yang sering terjadi pada masa kanak-kanak.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka yang belum melakukan vaksinasi MMR dan terserang salah satu penyakit tersebut, dapat menyebabkan kematian.

Vaksinasi MMR memang sempat hadir di Indonesia, tapi beberapa tahun belakangan vaksin ini sempat menghilang.

"Vaksin ini kan memang umumnya impor, jadi permasalahannya terletak sama izin. Sekarang ini udah mulai legal lagi," ujar dr. Reza Abdussalam, SpA, dokter spesialis anak Brawijaya Hospital Antasari saat dihubungi oleh Orami. 

Saat ini, vaksinasi MMR yang sebelumnya sempat digantikan oleh vaksin MR mulai kembali hadir di Indonesia.

Ketika MMR menghilang di Indonesia, vaksinnya berganti menjadi vaksin MR saja untuk melawan campak dan rubella.

"Dengan hanya mendapatkan vaksin MR saja, anak-anak memang masih berisiko untuk terkena gondongan. Namun jangan khawatir, karena sebenarnya yang risikonya yang lebih besar dan berbahaya adalah campak dan rubella,” jelas dr. Reza.

Baca Juga: Si Kecil Mau Disuntik Vaksin? Cek Dulu 5 Tips Berikut Ini

Manfaat Vaksinasi MMR

Bagi Moms yang belum tahu, vaksinasi MMR memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan Si Kecil.

Melansir Human Vaccines & Immunotherapeutics, mereka yang daya tahan tubuhnya masih lemah, akan rentan terkena virus dan penyakit.

Vaksinasi MMR inilah yang menjadi solusi efektif mencegah mereka terkena penyakit yang disebabkan dari virus, yaitu:

1. Campak

campak

Foto: Orami Photo Stock

Gejala campak meliputi:

  • Ruam
  • Batuk
  • Pilek
  • Demam
  • Bintik putih di mulut (bintik Koplik)

Campak dapat menyebabkan pneumonia, infeksi telinga, dan kerusakan otak.

2. Gondongan

gondongan

Foto: Orami Photo Stock

Gejala gondongan meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelenjar ludah yang membengkak
  • Nyeri otot
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan

Ketulian dan meningitis adalah kemungkinan komplikasi dari gondongan.

Baca Juga: Mengenal Virus Influenza dan Cara Pencegahannya dengan Vaksin

3. Rubella

rubella pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Gejala rubella meliputi:

  • Ruam
  • Demam ringan sampai sedang
  • Mata merah dan meradang
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di belakang leher
  • Arthritis (paling sering pada wanita)

Rubella dapat menyebabkan komplikasi serius bagi wanita hamil, termasuk keguguran atau cacat lahir.

Kebanyakan orang yang divaksinasi MMR akan terlindungi seumur hidup. Vaksin dan tingkat vaksinasi yang tinggi telah membuat penyakit ini jauh lebih jarang.

Menurut Dr. dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropis Anak di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, apabila Si Kecil tidak diberikan vaksinasi MMR, maka risikonya akan terjadi penyakit campak yang berat dengan kemungkinan komplikasi radang paru, radang otak, sindrom rubella, dan kematian.

Baca Juga: Ingin Imunisasi Si Kecil? Ketahui Aturan Wajib sebelum Melakukan Vaksinasi

Usia yang Harus Melakukan Vaksinasi MMR

anak vaksin

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), usia yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi MMR adalah:

  • Anak-anak berusia 12 sampai 15 bulan untuk dosis pertama.
  • Anak-anak berusia 4 sampai 6 tahun untuk dosis kedua.
  • Orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih dan lahir setelah 1956 harus menerima satu dosis, kecuali mereka dapat membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi atau menderita ketiga penyakit tersebut.

Di antara anak-anak Moms mungkin ada yang pernah mendapatkan vaksinasi MMR di usia 15 bulan, tapi hingga usianya 5 tahun tak lagi mendapatkan penguat atau booster MMR.

Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran apakah hal tersebut akan berpengaruh pada kondisi kesehatan anak.

dr. Reza menjelaskan Moms tidak perlu was-was terhadap hal tersebut. “Pada prinsipnya vaksin tidak akan hangus. Jadi sebenarnya bukanlah masalah besar jika anak tidak mendapat booster," ungkapnya.

Sebelum melakukan perjalanan internasional, anak-anak berusia antara 6 dan 11 bulan harus menerima setidaknya dosis pertama. Anak-anak ini tetap harus mendapatkan dua dosis setelah mencapai usia 12 bulan.

Anak-anak berusia 12 bulan atau lebih harus menerima kedua dosis sebelum melakukan perjalanan tersebut.

Siapa pun yang berusia 12 bulan atau lebih yang telah menerima setidaknya satu dosis MMR tetapi dianggap berisiko lebih besar terkena gondongan selama wabah harus menerima satu lagi vaksin gondok.

Dalam semua kasus, dosis harus diberikan setidaknya dengan jarak 28 hari.

Baca Juga: Mengenal Syndrome Williams, Penyakit yang Diderita Anak Kedua Dede Sunandar

Orang yang Tidak Diperbolehkan Mendapatkan Vaksinasi MMR

anak tbc

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa kondisi tertentu tidak diperbolehkan mendapatkan vaksinasi MMR. Hal ini karena menghindari adanya efek samping yang terjadi.

Berikut ini orang-orang yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi MMR:

  • Pernah mengalami reaksi alergi yang parah atau mengancam jiwa terhadap neomisin atau komponen lain dari vaksin.
  • Pernah mengalami reaksi serius terhadap dosis MMR atau MMRV sebelumnya (campak, gondongan, rubella, dan varicella).
  • Menderita kanker atau sedang menerima perawatan kanker yang melemahkan sistem kekebalan.
  • Menderita HIV, AIDS, atau gangguan sistem kekebalan lainnya.
  • Sedang menerima obat apa pun yang memengaruhi sistem kekebalan, seperti steroid.
  • Menderita TBC.

Selain itu, Moms mungkin ingin menunda vaksinasi jika terjadi:

  • Mengidap penyakit sedang hingga berat.
  • Sedang hamil.
  • Baru saja menjalani transfusi darah atau mengalami kondisi yang membuat mudah berdarah atau memar.
  • Telah menerima vaksin lain dalam empat minggu terakhir.

Baca Juga: 4 Vaksinasi Penting bagi Moms yang Sedang Merencanakan Kehamilan

Efek Samping Vaksinasi MMR

anak vaksin

Foto: Orami Photo Stock

Seperti banyak perawatan medis, vaksinasi MMR dapat menyebabkan efek samping.

Namun, menurut kebanyakan anak yang mendapatkan vaksin tidak mengalami efek samping sama sekali. Selain itu, mendapatkan vaksinasi MMR jauh lebih aman daripada terkena campak, gondok, atau rubella.

Efek samping dari vaksinasi MMR dapat berkisar dari yang ringan sampai yang serius:

  • Kecil: demam dan ruam ringan.
  • Sedang: nyeri dan kaku pada sendi, kejang, dan jumlah trombosit yang rendah.
  • Serius: reaksi alergi, yang dapat menyebabkan gatal-gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas (sangat jarang).

Jika Si Kecil mengalami efek samping dari vaksin yang mengkhawatirkan, beri tahu dokter ya.

Baca Juga: Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

Moms mungkin pernah mendengar bahwa vaksinasi MMR dapat menyebabkan autisme bukan?

Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga saat ini belum ada penjelasan secara medis maupun bukti tentang hal tersebut.

Karena pada dasarnya, tentu semua vaksin telah melewati uji klinis yang dapat dipastikan keamanannya.

"Di Inggris pernah ada sebuah penelitian untuk hal ini, tapi penelitian tersebut tidak bisa dikatakan berhasil karena yang diteliti hanya sekitar 12 orang dan tidak memenuhi kriteria penelitian," kata dr. Reza. 

Jadi Moms tidak perlu ragu lagi untuk memberikan vaksinasi MMR pada Si Kecil ya! 

  • https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3011330/
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/mmr-tidak-menyebabkan-autisme-bagian-i
  • https://www.healthline.com/health/mmr-vaccine#vaccination
  • https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/Measles-Mumps-Rubella-Vaccines-What-You-Need-to-Know.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait