COVID-19

29 Juni 2021

WHO Umumkan Varian COVID-19 Lambda, Waspadai Gejalanya!

Varian Lambda pertama kali terdeteksi di wilayah Amerika Selatan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pandemi COVID-19 belum juga usai dan hingga kini, virus corona dengan variannya yang berbeda terus mengancam masyarakat di seluruh dunia. Kini hadir varian COVID-19 Lambda.

Setelah B.1.1.7 (Alfa); B.1.351 (Beta); P.1 (Gamma); B.1.427 dan B.1.429 (Epsilon); B.1.617.2 (Delta); dan varian Delta Plus yang berbahaya dan sudah ditemukan pada berbagai negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan keberadaan virus COVID-19 baru yang disebut dengan varian Lambda.

Lalu, apakah varian Lambda berbahaya dan apa saja gejalanya? simak selengkapnya.

Varian COVID-19 Lambda Pertama Kali Terdeteksi di Amerika Selatan

varian covid-19 baru.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Varian Lambda pertama kali ditemukan di Peru dan WHO telah mengklasifikasikannya sebagai 'Variant of Interest', dimana sebanyak 81 persen kasus yang terdeteksi COVID-19 sejak April 2021 terkait dengan varian ini.

Sejauh ini, kehadiran varian Lambda yang signifikan telah terdeteksi di Peru, Chili, Argentina, dan Ekuador.

Varian Lambda juga telah diidentifikasi di sebanyak 29 negara, termasuk Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Oseania.

Tak hanya sampai di situ, Inggris turut melaporkan adanya enam kasus varian Lambda menurut data yang dipublikasikan Public Health England (PHE) pada Jumat, 25 Juni 2021. PHE pun telah menetapkan varian Lambda (C.37) sebagai 'Variants Under Investigation' (VUI) atau 'varian dalam penyelidikan'.

PHE menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengujian laboratorium untuk lebih memahami dampak mutasi pada perilaku virus. "Semua intervensi kesehatan masyarakat yang tepat akan dilakukan, termasuk pelacakan kontak tambahan dan pengujian yang ditargetkan," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 2 Juta, Simak Cara Pakai Masker Dobel yang Tepat

Lebih Berbahaya dari Varian yang Biasa

Virus COVID-19 Lambda

Foto: Orami Photo Stock

WHO dan para peneliti dunia lainnya pun menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dengan varian Lambda. Pasalnya, Corona varian C37 atau varian Lambda ini berpotensi untuk menjadi Variant of Concern (VoC) berikutnya.

Untuk diketahui, VoC adalah sebutan untuk sekelompok varian COVID-19 yang berbahaya karena telah terbukti mudah menular, bisa menghindari imun, hingga memiliki pola gejala yang berbeda.

WHO menyebutkan bahwa Lambda telah dikaitkan dengan tingkat substantif penularan komunitas di banyak negara, dengan peningkatan prevalensi dari waktu ke waktu bersamaan dengan peningkatan insiden COVID-19.

"Lambda membawa sejumlah mutasi dengan dugaan implikasi fenotipik, seperti potensi peningkatan transmisibilitas atau kemungkinan peningkatan resistensi terhadap antibodi penetralisir," tambah WHO dalam buletin mingguannya.

Namun, dengan bukti yang terbatas, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami karakteristik varian baru Lambda.

Baca Juga: Selain Vaksin Sinovac, 5 Vaksin COVID-19 Ini Juga Resmi Digunakan di Indonesia

Gejala COVID-19 Lambda

gejala covid lambda

Foto: Orami Photo Stock

Meski Public Health England (PHE) mengatakan bahwa saat ini tidak ada bukti varian Lambda menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin saat ini kurang efektif, tetapi masyarakat perlu waspada dan mengenali gejalanya.

Gejala utama virus corona yang disarankan oleh National Health Service (NHS) untuk diwaspadai adalah:

  • Suhu tinggi.
  • Batuk baru yang terus-menerus.
  • Hilang atau berubahnya indera penciuman atau perasa.

Kebanyakan orang dengan gejala COVID-19 akan memiliki setidaknya satu dari gejala yang tercantum di atas.

Jadi, setiap orang disarankan untuk melakukan tes secara teratur untuk mencegah infeksi menular ke orang lain, karena telah banyak pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala.

Siapa pun yang memiliki gejala COVID-19 harus mengisolasi diri, bersama dengan anggota rumah tangga mereka dan orang dengan gejala COVID juga harus mendapatkan tes PCR sesegera mungkin.

Baca Juga: Ini Prosedur Perawatan Pasien COVID-19 Berdasarkan Gejala, Moms Wajib Tahu!

Itulah informasi penting terkait varian Lambda. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Semoga Moms dan keluarga sehat selalu, ya!

  • https://www.livemint.com/news/india/new-covid-variant-scientists-detect-lambda-variant-here-s-all-you-need-to-know-11624885114609.html
  • https://www.republicworld.com/world-news/rest-of-the-world-news/covid-19-lambda-variant-new-covid-19-strain-found-in-29-countries-says-who-check-details.html
  • https://www.dnaindia.com/explainer/report-dna-explainer-know-all-about-lambda-variant-of-covid-19-its-symptoms-2897596
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait