COVID-19

14 Juli 2021

11 Varian Virus Corona Hasil Mutasi yang Sudah Tersebar di Dunia, Kenali Gejalanya!

Moms harus tetap waspada dan selalu melaksanakan protokol kesehatan ya
placeholder

Foto: Freepik.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Varian Covid-19 sekarang menjadi lebih beragam. Meski baru "menyerang" dunia pada akhir tahun 2019, di tahun 2020 virus Corona sudah bermutasi menjadi berbagai jenis varian.

Diketahui varian baru virus Covid-19 memiliki berbagai sebutan.

Menyedihkannya, varian virus Corona tersebut pun sudah menyebar ke seluruh belahan dunia tak terkecuali Indonesia.

Jangan sampai bingung, yuk kita bekali diri dengan mengetahui apa saja varian dan gejalanya!

Baca Juga: WHO Umumkan Varian COVID-19 Lambda, Waspadai Gejalanya!

Mengenal Berbagai Macam Varian Virus Corona

varian virus corona

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan di awal, virus Corona sudah bermutasi sehingga memiliki berbagai macam varian.

Dilansir dari WHO, semua virus, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19 juga berevolusi dari waktu ke waktu.

Virus mereplika dan membuat dirinya menjadi banyak. Terlebih, ketika melakukan hal tersebut, virus mengubah "gen"nya sedikit dan itu adalah hal yang normal.

Semua perubahan yang dilakukan disebut mutasi dan mutasi dari virus disebut variasi dari virus yang asli.

1. Varian Alfa

Virus corona dengan varian Alfa pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020.

Tingkat penularan virus varian ini pun lebih tinggi yakni 43 hingga 90% lebih mudah menular dari virus Corona sebelumnya.

Potensi gejala yang ditimbulkan oleh virus varian Alfa adalah gejala berat dan risiko peningkatan rawat inap yang juga lebih tinggi.

Gejala yang umumnya dirasakan adalah:

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Nyeri dada atau rasa tertekan pada dada
  • Hilangnya indera perasa dan penciuman

2. Varian Beta

Virus Corona varian Beta ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada Oktobrt 2020.

Varian baru yang ditemukan ini diketahui 50% lebih mudah ditularkan dari varian yang sebelumnya.

Sekarang, para ahli pun memberikan perhatian khusus pada virus varian dengan kode B1351 ini karena dianggap bisa menurunkan efektivitas vaksin.

Tak hanya itu, varian Beta pun dikatakan lebih mudah menginfeksi kelompok individu dengan usia muda.

Untuk gejalanya, varian yang satu ini memiliki gejala sama dengan varian alfa dan sebelumnya.

Baca Juga: Ketahui Pengobatan Virus Corona dan Langkah Pencegahannya

3. Varian Delta

varian corona

Foto: Orami Photo Stock

Varian Delta disebut juga sebagai B.1.617.2 i. Varian ini pertama kali ditemukan pada bulan Oktober di India.

Varian Delta sendiri disebut sebagai jenis yang menular lebih cepat dan mampu menghindari respons imun tubuh.

Varian delta sendiri pun dirpediksi menjadi varian virus yang paling dominan di dunia akrena menyebabkan wabah tersebar dengan cepat di negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.

Varian virus delta sendiri bisa memicu sakit parah dalam 3 atau 4 hari setelah individu tersebut terinfeksi.

Gejala yang bisa dirasakan adalah:

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Kehilangan indera perasa atau penciuman

4. Varian Gamma

Varian Gamma pertama kali ditemukan pada bulan November 2020 di Brazil. Selain Brazil, varian ini pun ditemukan di negara Jepang.

Mutasi virus ini pun memicu lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut. Dikabarkan varian Gamma membawa mutasi E484K yang bisa membantu virus menghindari sistem kekebalan tubuh seseorang.

Gejala yang ditimbulkan pun umumnya sama seperti sesak napas, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk dan pilek.

5. Varian Epilson

Varian Epilson sendiri ditemukan di California Amerika Serikat.

Dilansir dari Kompas.com, varian virus ini sudah menimbukan lonjakan dengan menyumbang 52% kasus Covid-19 di negara tersebut.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun memasukkan varian Epilson sebagai varian yang mengkhawatirkan karena peningkatan penularan yang lebih parah.

Mengenai gejala, varian Epilson pun memiliki gejala yang sama dan umum yakni sesak napas, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk dan pilek.

6. Varian Lambda

varian corona

Foto: Orami Photo Stock

Varian Lambda pertama kali ditemukan di Peru dan WHO telah mengklasifikasikannya sebagai 'Variant of Interest'. Sebanyak 81% kasus yang terdeteksi COVID-19 sejak April 2021 terkait dengan varian ini.

Sejauh ini, kehadiran varian Lambda yang signifikan telah terdeteksi di Peru, Chili, Argentina, dan Ekuador.

Varian Lambda juga telah diidentifikasi di sebanyak 29 negara, termasuk Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Oseania.

Tak hanya sampai di situ, Inggris turut melaporkan adanya enam kasus varian Lambda menurut data yang dipublikasikan Public Health England (PHE) pada Jumat, 25 Juni 2021. PHE pun telah menetapkan varian Lambda (C.37) sebagai 'Variants Under Investigation' (VUI) atau 'varian dalam penyelidikan'.

7. Varian Zeta

Varian Zeta disebut sama seperti varian Gamma. Pertama kali varian ini ditemukan di Brazil.

Varian Zeta sendiri dilaporkan sudah terdeteksi di Inggris serta telah menyebar di Rio de Jeneiro.

Meski demikian, varian Zeta sendiri dikabarkan tak cukup mengkhawatirkan dari segi penyebarannya.

Baca Juga: 9+ Manfaat Kacang Polong, Mampu Jaga Imunitas Tubuh!

8. Varian Eta

Varian Eta pertama kali teridentifikasi di Inggris pada awal bulan Juni. Saat ini para peneliti masih mengawasi varian baru ini.

9. Varian Theta

varian virus corona

Foto: Orami Photo Stock

Varian Theta pertama kali ditemukan di Filipina. Varian ini pun terdeteksi pada tanggal 13 Maret 2021.

Masih belum ada banyak hasil penelitian ilmiah yang diinformasikan mengenai varian ini. Namun dari segi penularan, varian Theta lebih cepat menular dibandingkan varian aslinya.

Baca Juga: Jangan Panik Kehabisan Susu Beruang, Ini 5 Alternatif Susu Steril yang Tidak Kalah Bergizi!

10. Varian Iota

Varian Iota adalah varian dari virus Corona yang ditemukan pada November lalu di New York, Amerika Serikat.

Saat ini belum diketahui apakah virus varian ini memiliki sifat menular atau tidak.

11. Varian Kappa

Varian ini adalah varian kedua yang ditemukan pertama kali di India selain Delta. Virus corona jenis ini pun disinyalir mengandung murasi ganda.

Dari hasil penelitian, varian ini menunjukkan berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi yang dihasilkan oleh vaksin.

CDC sendiri menuliskan bahwa varian Alfa, Beta, Gamma dan Delta bisa lebih mudah menyebar. Hal tersebut pun bisa menjadi faktor yang menyebabkan lonjakan kasus di berbagai daerah

Nah itu dia Moms 11 varian virus Corona yang ditemukan. Jaga kesehatan tubuh selalu, ya!

  • https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-effects-of-virus-variants-on-covid-19-vaccines?gclid=CjwKCAjw87SHBhBiEiwAukSeUYIEvUZ2FvDZH0K8Lnv-8GEoMVBP2f-lqrBSfkMiSU_cwSGCvPq_aRoCAXEQAvD_BwE
  • https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/variant.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait