Kesehatan

KESEHATAN
9 Maret 2021

Vegetarian vs Vegan, Kenali Perbedaan Keduanya!

Meski sama-sama menghindari produk hewani, keduanya memiliki perbedaan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Sejak beberapa waktu lalu, pola makan vegan dan vegetarian kembali naik daun. Kedua pola diet ini secara sederhananya adalah pola makan sehat tanpa memasukkan daging ke dalamnya.

Berkat tren ini pun, banyak bermunculan supermarket dan restoran yang menyajikan makanan kedua pola hidup sehat ini untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.

Namun, mungkin Moms masih bertanya-tanya, apa sih sebenarnya perbedaan antara pola makan vegetarian dan vegan? Lantas, apakah makanan keduanya juga memiliki perbedaan signifikan?

Untuk Moms yang masih belum mengetahui di mana letak perbedaan keduanya, mari simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: Bolehkah Tetap Vegetarian Saat Hamil?

Apa itu Pola Makan Vegetarian?

Apa itu Pola Makan Vegetarian

Foto: zerowastememoirs.com

Menurut VegetarianSociety, vegetarian adalah seseorang yang tidak makan daging, unggas, hewan buruan, ikan, kerang, atau produk sampingan dari penyembelihan hewan.

Pola makan ini mengandung berbagai tingkatan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Pola makan ini masih memasukkan susu dan telur, akan tetapi ini akan tergantung pada jenis diet yang diikuti.

Ada beberapa jenis vegetarian yang paling umum antara lain:

  • Lacto-ovo Vegetarian: Pola makan vegetarian ini menghindari semua daging hewani, tetapi masih mengonsumsi produk susu dan telur.
  • Lacto Vegetarian: Pola makan vegetarian ini menghindari daging dan telur hewani, tetapi mengonsumsi produk susu.
  • Ovo Vegetarian: Pola makan vegetarian ini menghindari semua produk hewani kecuali telur.

Mereka yang tidak makan daging atau unggas tetapi masih mengonsumsi ikan dianggap pescatarian, sedangkan vegetarian paruh waktu (terkadang menjalani pola makan vege, terkadang tidak) sering disebut sebagai flexitarians.

Meskipun terkadang dianggap vegetarian, pescatarian dan flexitarian memang masih memakan daging hewan. Oleh karena itu, mereka secara teknis tidak termasuk dalam definisi vegetarianisme.

Baca Juga: 9+ Resep Masakan Vegetarian yang Menggugah Selera!

Lantas, Apa Bedanya dengan Vegan?

Lantas, Apa Bedanya dengan Vegan

Foto: greenqueen.com.hk

Pola makan vegan adalah salah satu bentuk vegetarianisme, namun ia adalah pola makan vegetarian yang paling ketat karena mereka sama sekali tidak mengonsumsi makanan hewani, baik itu telur atau susu.

Veganisme saat ini didefinisikan oleh sebagai cara hidup yang berupaya untuk mengesampingkan semua bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan sebanyak mungkin. Ini termasuk eksploitasi untuk makanan dan tujuan lainnya.

Oleh karena itu, pola makan vegan tidak hanya mengecualikan daging hewani, tetapi juga produk susu, telur, dan bahan lain yang berasal dari hewani.

Ini termasuk gelatin, madu, carmine, pepsin, albumin, whey, kasein dan beberapa bentuk vitamin D3.

Keduanya sering kali menghindari makan produk hewani karena alasan serupa.

Perbedaan terbesar adalah sejauh mana mereka menganggap produk hewani dapat diterima. Misalnya, kedua pola makan ini mungkin mengecualikan daging dari makanan mereka karena alasan kesehatan atau lingkungan.

Namun, vegan juga memilih untuk menghindari semua produk sampingan hewani karena mereka yakin ini memiliki dampak terbesar pada kesehatan dan lingkungan mereka.

Dari segi etika, vegetarian menentang pembunuhan hewan untuk dimakan, tetapi menganggap konsumsi produk sampingan hewan seperti susu dan telur dapat diterima, selama hewan tersebut dipelihara dalam kondisi yang memadai.

Sementara itu, vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk bebas dari pemanfaatan oleh manusia, baik untuk makanan, pakaian, sains, atau hiburan.

Karena itu, mereka berusaha untuk mengecualikan semua produk sampingan hewan, terlepas dari kondisi di mana hewan dikembangbiakkan atau ditampung.

Keinginan untuk menghindari segala bentuk eksploitasi hewan adalah alasan mengapa para vegan memilih untuk tidak mengonsumsi susu dan telur, yakni produk yang masih banyak dikonsumsi oleh vegetarian.

Baca Juga: Anak Jadi Vegetarian, Apakah Nutrisinya Akan Terpenuhi?

Mana yang Lebih Sehat, Makanan Vegetarian atau Makanan Vegan?

Mana yang Lebih Sehat, Makanan Vegetarian atau Makanan Vegan

Foto: rawmunchies.org

Menurut laporan dari Academy of Nutrition and Dietetics dan beberapa tinjauan ilmiah, baik makanan vegetarian maupun vegan dapat dianggap sesuai untuk semua tahap kehidupan, selama pola makan tersebut direncanakan dengan baik.

Namun, perlu ingat bahwa asupan nutrisi yang tidak mencukupi seperti asam lemak omega-3, kalsium, dan vitamin D dan B12 yang paling banyak ditemukan pada sumber hewani, dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kesehatan, termasuk kesehatan mental dan fisik.

Kedua pola hidup ini mungkin memiliki asupan nutrisi yang lebih rendah.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa vegetarian cenderung mengonsumsi sedikit lebih banyak kalsium dan vitamin B12 daripada vegan.

Oleh karena itu, para ahli nutrisi harus memberi perhatian khusus pada strategi nutrisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan nabati.

Mereka juga mungkin perlu mengonsumsi makanan dan suplemen yang diperkaya nutrisi lain, terutama untuk nutrisi seperti zat besi, kalsium, omega-3 dan vitamin D dan B12.

Keduanya harus sangat mempertimbangkan untuk menganalisis asupan nutrisi harian mereka, mengukur tingkat nutrisi darah mereka, dan mengonsumsi suplemen yang sesuai.

Beberapa penelitian yang secara langsung membandingkan mana yang lebih sehat antara makanan vegetarian atau makanan vegan.

Penelitian dari Nutrients melaporkan bahwa vegan mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung dan berbagai jenis kanker daripada vegetarian.

Selain itu, vegan cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah daripada vegetarian dan berat badannya tampak berkurang seiring bertambahnya usia.

Namun, sebagian besar penelitian sejauh ini bersifat observasional. Alhasil, ini berarti bahwa tidak mungkin untuk mengatakan dengan tepat aspek mana dari pola makan vegan yang menghasilkan efek ini atau memastikan bahwa pola makan adalah satu-satunya faktor penentu.

Baca Juga: Apa Boleh Memberikan Makanan Vegetarian untuk MPASI Bayi?

Vegan Nyatanya Lebih dari Sekadar Pola Makan

Vegan Nyatanya Lebih dari Sekadar Pola Makan

Foto: sslinvest.com

Meskipun keduanya mungkin memilih untuk menghindari produk hewani untuk tujuan yang sama, namun sebetulnya veganisme lebih dari sekadar pola makan sehat semata.

Faktanya, veganisme sering kali dianggap sebagai gaya hidup yang berakar kuat pada hak-hak hewan.

Karena alasan ini, banyak vegan juga menghindari membeli pakaian yang mengandung sutra, wol, kulit, atau suede, yang merupakan bahan produk sehari-hari yang memanfaatkan hewan.

Terlebih lagi, banyak perusahaan vegan yang kini telah memboikot produk perawatan tubuh yang masih melakukan pengujian pada hewan, dan hanya membeli kosmetik yang bebas dari produk sampingan hewan.

Vegan yang etis juga cenderung menghindari menonton acara sirkus, kebun binatang, pacuan kuda, dan aktivitas lain apa pun yang melibatkan penggunaan hewan untuk hiburan.

Akhirnya, banyak pencinta lingkungan mengadopsi pola makan vegan ketimbang vegetarian karena mereka yakin dengan mengurangi pemanfaatan hewan, maka ini akan bermanfaat pada sumber daya bumi dan bahkan terhadap perubahan iklim.

Itulah beda antara pola makan vegetarian dan vegan, serta risiko dan manfaatnya.

Meski mereka sama-sama menghindari konsumsi produk hewani karena alasan yang sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan tingkatan.

Kedua jenis pola makan ini aman dilakukan, namun penting untuk Moms yang ingin menerapkan pola makan ini untuk merencanakan makanan dengan baik untuk menghindari masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait