Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | May 2, 2018

Viral Video Anak SD Lakukan Tindakan Tidak Senonoh, Ini Cara Cegah Anak Meniru Adegan Dewasa

Bagikan


Banyak sekali hal yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sejak usia dini. Sayangnya, tak jarang yang memengaruhi adalah hal yang negatif, seperti yang ada di video viral anak Sekolah Dasar (SD) yang melakukan tindakan tidak senonoh ini.

Pada sebuah video yang diunggah secara luas ke media sosial, terlihat dua orang anak sedang melakukan adegan tak senonoh. Kedua bocah SD laki-laki dan perempuan ini terlihat sedang berguling-guling berciuman seolah sedang melakukan adegan orang dewasa.

Tak hanya adegannya saja yang sangat disayangkan, namun bagaimana lingkungan sekitar, yaitu teman-temannya yang terlihat memberikan dukungan pada adegan yang mereka anggap tontonan ini.

Saat video atau kejadian ini berlangsung di sekolah, tak ada sosok guru yang terlihat di sekitar mereka. Banyak sekali netizen yang menyayangkan hal ini, termasuk Moms tentunya.

Baca Juga : Cegah Anak Tumbuh Dewasa Sebelum Waktunya

Tahapan Perkembangan Psikoseksual

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pencegahan terhadap anak-anak yang menirukan adegan dewasa, ada beberapa hal yang harus Moms pahami terkait perkembangan psikoseksual seseorang. Menurut psikolog anak,  Nidya Dwika Puteri, M. Psi, terdapat 5 tahap perkembangan sebagai berikut:

Fase Oral

Pada tahun pertama, Si Kecil akan mengalami fase oral dimana mulut yang memiliki peranan. Pada tahap ini, mereka akan menjadikan mulut sebagai sumber kenikmatan, sehingga biasanya mereka akan memasukkan segala jenis benda ke mulut. Mulai dari makanan, minuman hingga benda-benda lainnya.

Fase Anal

Memasuki tahun berikutnya yaitu antara 1-3 tahun, pusat kenikmata seseorang akan berpusat pada daerah anus. Pada tahap ini, sebaiknya Moms sudah mulai mengajarkan mereka toilet training.

Fase Phalik

Memasuki tahun ke 3-5, anak-anak mulai senang memperhatikan dan memainkan alat kelaminnya sendiri dimana pada fase ini alat kelamin mereka menjadi pusat kenikmatan.

Tak perlu kaget pula bila pada fase ini anak-anak sudah mulai melakukan masturbasi dengan mengusap-ngusap atau memijit-mijit organ seksualnya sendiri untuk membuat mereka merasa senang.

Fase Laten

Memasuki tahap berikutnya yaitu tahap laten yang terjadi pada usia 6 hingga 12 tahun. Fase ini merupakan fase tenang seksual dimana segala sesuatu yang terkait dengan seks akan dihambat.

Fase Genital

Memasuki fase terakhir yaitu dimulai dari usia sekitar 12 atau 13 tahun, di mana Si Kecil sudah memasuki usia remaja. Pada masalah organ reproduksi mulai matang. Tak hanya itu, pada fase ini mereka juga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis.

Mencegah Anak Meniru Adegan Dewasa

Perkembangan psikoseksual tersebut memberikan dampak yang beragam bagi perkembangan karakter anak termasuk menirukan adegan dewasa. Moms juga tak ingin bila Si Kecil menjadi salah satu korban perkembangan yang negatif bukan?

Untuk itu, mulailah pengawasan terhadap mereka sejak usia dini. Mereka memang mungkin saja belum paham, tapi ingatlah bahwa mereka adalah peniru ulung yang dapat menirukan setiap hal termasuk adegan yang dilakukan orang dewasa.

Mulailah dengan memberikan pengawasan terhadap tontonan mereka. Jangan biarkan mereka mengakses seluruh tontonan sendiri tanpa pengawasan Moms. selain memberikan pengawasan pada tontonannya, berikanlah pula waktu dan jangan sampai mereka dapat menonton apapun, kapanpun.

Selanjutnya berikanlah pendidikan seksual pada mereka, berikan pengertian tentang setiap organ tubuhnya. Beritahu mereka mana saja bagian yang memang tak boleh diperlihatkan apalagi disentuh orang lain. Lalu mulai pula dari Moms dan suami yang sebaiknya tak melakukan adegan yang belum saatnya dilihat anak di depan mereka.

Mulailah hal-hal tersebut sejak dini dan dari lingkungan terdekat seperti rumah dan sekolah. Jangan pernah anggap remeh pendidikan seksual karena dampaknya akan sangat buruk bila tak diantisipasi sejak dini.

Selalu pantau perkembangan dan perilaku Si Kecil ya Moms agar ia tumbuh sesuai dengan usianya.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.