Kesehatan

1 Juli 2020

Virus G4, Flu Babi Jenis Baru yang Menyerang China, Ini Penjelasannya

Para peneliti di China menemukan virus flu babi G4 yang diprediksi akan memicu pandemi baru.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Belum usai perjuangan masyarakat dunia dalam melawan COVID-19, kini para peneliti di China menemukan virus flu babi G4 yang diprediksi akan memicu pandemi baru.

Sebelumnya, tahun 2009, virus flu babi tipe H1N1 sempat menghebohkan dunia dan menjadi penyebab kematian banyak orang.

Sementara itu, virus G4 merupakan turunan dari virus flu babi H1N1 yang mana merupakan gabungan dari beberapa virus sekaligus.

Baca Juga: Flu Babi Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Virus G4 Menginfeksi Warga China

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: Orami Photo Stocks

Virus dengan nama resmi G4 EA H1N1 ini diketahui telah menginfeksi 10,4% pekerja peternakan babi di China dan 4,4% populasi masyarakat China. Itulah mengapa peneliti memprediksi bahwa virus ini akan menjadi pandemi baru di tengah tantangan masyarakat melawan COVID-19.

Peneliti menyebut bahwa virus ini sangat berbahaya apabila menyerang manusia. Sebab, virus yang mirip dengan tipe virus flu burung yang melanda Eropa dan Asia ini memiliki campuran strain mamalia di dalamnya.

Sehingga virus tersebut bisa tumbuh dan berkembang di dalam sel-sel darah yang mengalir ke pernapasan manusia. Apabila manusia terinfeksi virus tersebut akan membahayakan nyawa karena manusia tidak memiliki kekebalan atau imunitas untuk melawan virus tersebut.

7 Hal yang Menyebabkan Virus G4 Berpotensi Jadi Pandemi Baru

Selain berbahaya, peneliti dan ilmuwan mengkhawatirkan virus tersebut akan bermutasi dan bisa menular melalui manusia hingga memicu pandemi atau wabah secara global. Selain itu, ada hal-hal lain yang menyebabkan virus G4 berpotensi menjadi pandemi baru.

1. Virus G4 Sudah Menyebar di Populasi Babi dan Akan Terus Meluas

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: Orami Photo Stocks

Saat ini banyak populasi ternak babi di China telah terinfeksi virus G4.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Proceeding of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) berjudul Prevalent Eurasian avian-like H1N1 swine influenza virus with 2009 pandemic viral genes facilitating human infection menjelaskan bahwa setelah melakukan penelitian lebih dari 7 tahun dan 10 provinsi di China pada bagian paru-paru babi, ditemukan bahwa pada tahun 2011-2013 varian flu yang paling umum menyerang babi ialah flu EA H1N1dan strain genotipe 1 (G1).

Kemudian virus tersebut bermutasi dan memunculkan virus baru yakni genotipe 4 (G4). Pertumbuhan virus G4 semakin meluas sejak tahun 2014 bahkan melampau virus pendahulunya, yakni G1.

Baca Juga: 6 Anak Selebriti Ini Akan Lahir di Tahun Babi Tanah, Bagaimana Karakternya?

2. Berkaitan dengan Reseptor yang Mirip dengan Manusia

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari penelitian yang dipublikasikan oleh PloS One berjudul Human and Avian Influenza Viruses Target Different Cells in the Lower Respiratory Tract of Humans and Other Mammals, menjelaskan bahwa hal lain yang membuat virus G4 berpotensi menjadi pandemi ialah adanya reseptor yang SAa2,6al dalam virus yang mirip dengan manusia.

Pada tubuh manusia, reseptor tersebut melapisi saluran pernapasan yang mana memudahkan virus menempel dan masuk ke dalam sel darah.

3. Menempel pada Jaringan Trakea Manusia

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: Orami Photo Stocks

Bagian ketiga dalam penelitian yang dilakukan oleh PNAS menunjukkan bahwa virus dapat menempel pada sel manusia.

Bukan sembarangan sel, namun pada sel-sel yang melapisi trakea.

Dari semua sel dalam tubuh, sel trakea adalah yang terpenting karena berhubungan dengan saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah sekaligus paru-paru.

Jadi jika Moms dan keluarga terinfeksi virus G4 maka virus tersebut akan mengikat sel yang ada pada trakea dan selanjutnya masuk ke paru-paru hingga menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

4. Virus G4 Bisa Menginfeksi Sel Epitel pada Saluran Napas Manusia

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: Orami Photo Stocks

Studi bagian keempat PNAS menunjukkan adanya kemampuan virus G4 untuk mengambil sel-sel yang bertugas sebagai bronkus manusia dan alveoli sekaligus berhasil menginfeksi seluruh tubuh.

Bisa dibilang, virus ini melakukan 'pembajakan' pada mesin sel untuk bermutasi.

5. Virus dalam Menular Melalui Tetesan Air Liur atau Kontak Langsung

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: unsplash.com

Dalam sebuah percobaan yang dilakukan oleh peneliti terhadap seekor musang untuk menemukan apakah virus ini bisa menular antar manusia, ditemukan bahwa musang yang terinfeksi menginfeksi musang lain yang tidak menggunakan masker, tidak ada jarak sosial, maupun tidak mencuci tangan.

Sehingga hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut bisa menular melalui kontak langsung. Percobaan kedua, musang yang terinfeksi ditempatkan dalam kandang berdekatan dengan musang yang tidak terinfeksi.

Meskipun diberi jarak, namun peneliti membiarkan musang yang terinfeksi tersebut batuk atau meninggalkan air liur dan terbukti musang yang sehat malah ikut terinfeksi, sehingga ini bisa jadi bukti bahwa virus dapat menular melalui air liur.

Baca Juga: Hati-hati, Flu Bisa Menyebabkan Skizofrenia Pada Janin!

6. Memiliki Perbedaan dari Strain Virus yang Sudah Ada dalam Vaksin Flu

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: unsplash.com

Penelitian menunjukkan ketika musang yang terinfeksi virus G4 diberikan vaksin flu, terlihat musang tersebut tidak memiliki cukup perlindungan untuk melawan virus G4 dengan vaksin tersebut.

Hal ini karena strain virus pada G4 berbeda dengan virus-virus yang ada pada vaksin flu, sehingga perlu mengembangkan vaksin baru.

7. Virus Bisa Menginfeksi Manusia Bahkan Diprediksi Lebih Ganas dari Flu Babi Sebelumnya

Virus G4, flu babi jenis baru di china

Foto: unsplash.com

Saat peneliti mengumpulkan sampel darah para pekerja di peternakan babi pada tahun 2016 hingga 2018 dari peternakan babi yang berbeda, ditemukan bahwa 10,4% sampel pekerja dan 4,4% masyarakat secara umum diketahui memiliki antibodi yang mana menjadi bukti bahwa mereka telah terinfeksi virus G4.

Sementara itu, pada penelitian sebelumnya, diketahui 6,5% pekerja dan 2,2% masyarakat memiliki antibodi yang memungkinkan untuk terinfeksi virus G1 yang mana menjadi bukti bahwa virus G4 lebih berbahaya dibandingkan virus flu babi G1 sebelumnya.

Analisis statistik menyebut bahwa kemungkinan para pekerja di peternakan babi lebih rentan terinfeksi virus G4 dibandingkan masyarakat lainnya.

Dengan tingkat penularan yang tinggi, tentu Moms dan keluarga haru meningkatkan kewaspadaan diri dengan terus melakukan protokol kesehatan dan menghindari konsumsi daging babi dan menjauhkan diri dari babi.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait