Kesehatan Umum

10 November 2021

Wajarkah Sesak Napas saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sesak napas saat hamil ini kerap dikeluhkan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat kehamilan berlanjut, Moms mungkin mengalami kesulitan untuk menarik napas setelah melakukan tugas-tugas rutin, seperti menaiki tangga. Menurut sebuah studi tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Wiley Online Library, diperkirakan 60 hingga 70 persen wanita mengalami sesak napas saat hamil.

Dokter pun sering mengaitkan hal ini dengan rahim yang tumbuh mendorong ke atas pada paru-paru sehingga membuat sesak napas saat hamil.

Mari simak penyebab dan cara mengatasi sesak napas saat hamil.

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Terjadi Tiap Trimester Kehamilan

Penyebab Sesak Napas saat Hamil

Sesak napas saat hamil memang sering dikeluhkan. Apakah wajar sebagian ibu hamil mengalami ini di tengah kehamilannya?

"Sebagian besar wajar dan kerap terjadi pada kurang lebih 60-70 persen ibu hamil," ujar dr. Bramundito, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Karenanya, hal ini tidak perlu dicemaskan.

Beberapa penyebab sesak napas saat hamil dapat berbeda-beda, tergantung sang ibu sedang berada pada usia kehamilan berapa.

Berikut beberapa penyebab sesak napas saat hamil yang Moms perlu tahu.

1. Trimester Pertama

sesak napas saat hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip dalamHarvard Health Publishing, sesak napas saat hamil di fase ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang dapat merangsang peningkatan frekuensi pernapasan sehingga napas dirasa lebih cepat.

Penyebab lainnya adalah karena ibu hamil sudah memiliki riwayat penyakit lambung (maag atau dispepsia) sebelumnya dan merasakan sensasi tidak nyaman di ulu hati.

Selain itu, hormon progesteron yang membuat saluran cerna bergerak lebih lambat sehingga udara terkumpul di dalam usus juga membuat sesak napas saat hamil.

Usus akan mengembang dan menekan diafragma ke atas, sehingga ibu hamil merasakan pernapasannya lebih tidak nyaman.

2. Trimester Kedua

Sesak napas saat hamil kerap terjadi karena rahim dan janin yang semakin membesar.

Pada trimester kedua menurut jurnal dalam National Center for Biotechnology Information, mulai terjadi peningkatan volume darah sehingga jantung harus memompa lebih keras ke seluruh tubuh dan plasenta.

Jumlah darah dalam tubuh ibu hamil meningkat secara signifikan selama kehamilan.

Beban kerja yang meningkat pada jantung bisa membuat sesak napas saat hamil di trimester kedua atau 12-28 minggu.

Baca Juga: Mengenal 5 Penyebab Polihidramnion, Kondisi Air Ketuban Berlebihan

3. Trimester Ketiga

trimester ketiga

Foto: Orami Photo Stocks

Trimester ketiga kehamilan berlangsung dari minggu ke 28 sampai 40 kehamilan.

Pada trimester ini, sesak napas saat hamil terjadi lebih sering karena ukuran janin yang sudah semakin besar. Apalagi jika kepala janin masih berada di posisi atas yang dapat menekan diafragma.

Sesak napas akan semakin berat apabila berat badan ibu hamil berlebih dan sedang hamil kembar.

Penyebab sesak napas saat hamil harus diwaspadai ketika ibu hamil memiliki penyakit-penyakit seperti:

  • Asma
  •  Penyakit jantung
  •  Emboli/bekuan di paru

Cara Mengatasi Sesak Napas saat Hamil

Merasa sesak napas bisa menjadi tidak nyaman dan membatasi aktivitas fisik Moms di masa kehamilan.

Tapi, sesak napas saat pada ibu hamil merupakan respon fisiologis.

Untungnya ada beberapa cara mengatasi sesak napas saat hamil sehingga membuat lebih nyaman dikutip dari Harvard Health, yaitu:

1. Perhatikan Postur Tubuh

Ibu hamil duduk

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, saat duduk maupun berdiri perhatikan postur tubuh dan buat agar kondusif untuk paru-paru dapat berfungsi dengan baik serta mencegah sesak napas saat hamil.

Berdiri atau duduk tegak dengan bahu Moms ke belakang dan dagu memungkinkan paru-paru mengembang tanpa hambatan.

Jika kebetulan Moms sedang sesak napas, posisi berikut dapat menghilangkan tekanan pada saluran udara seseorang dan meningkatkan pernapasannya.

Moms bisa duduk dengan cara berikut:

  • Duduk ke depan kursi, lebih baik dengan kepala ditopang oleh meja
  • Bersandar pada dinding sehingga bagian punggung juga tertopang
  • Berdiri dengan tangan menopang di atas meja, untuk melepaskan beban dari kaki
  • Berbaring dengan kepala dan lutut ditopang oleh bantal

Tambahkan juga sabuk penopang kehamilan yang dapat membuat berlatih postur baik menjadi lebih mudah. Sabuk ini tersedia di toko khusus dan online.

Baca Juga: 17 Obat Batuk untuk Ibu Hamil, Mulai dari yang Alami Sampai Medis

2. Gunakan Bantal Tambahan

Saat Moms tidur gunakan bantal tambahan untuk menopang diri. Jika terbiasa tidur miring pastikan menopang kepala.

Sehingga, lorong napas pun tidak terhalang saat tidur dan mampu mengatasi sesak napas saat hamil.

Memiringkan sedikit ke kiri dalam posisi ini juga dapat membantu menjaga rahim dari aorta, arteri utama yang menggerakkan darah teroksigenasi ke seluruh tubuh sehingga menjauhkan sesak napas saat hamil.

3. Menggunakan Kipas Angin

Kipas-Angin-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Penelitian menemukan bahwa menggunakan kipas genggam untuk meniupkan udara ke seluruh hidung dan wajah dapat mengurangi sensasi sesak napas saat hamil.

Merasakan aliran udara saat bernapas membuat Moms merasa seperti lebih banyak udara masuk. Perawatan ini terbukti efektif dalam mengurangi sensasi sesak napas.

Namun, para peneliti tidak menemukan bahwa penggunaan kipas sebenarnya meningkatkan gejala ketika mereka disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya.

4. Istirahat

Moms, sesak napas saat hamil bisa menjadi tanda agar beristirahat.

Saat hamil tak jarang Moms harus mengurus semua kebutuhan tiap harinya dan memberikan tekanan.

Berkonsentrasilah untuk bersantai dan mengendalikan napas selama 20 menit berikutnya untuk mengatasi sesak napas saat hamil.

Setelah Moms merasa nyaman lagi, lanjutkan aktivitas.

Istirahat pun dibutuhkan saat trimester ketiga, karena Moms mungkin tidak dapat melakukan tingkat aktivitas yang sama seperti sebelumnya dan rentan untuk sesak napas saat hamil.

5. Latih Pernapasan

Ibu hamil ke dokter

Foto: Orami Photo Stocks

Cara bagus untuk mengatur masalah pernapasan adalah latihan. Latihan pernapasan ini berkonsentrasi pada pernapasan dada karena perut akan terganggu.

Saat berlatih latihan pernapasan, berkonsentrasilah pada pergerakan tulang rusuk.

Latihan ini diyakini mampu mengatasi sesak napas saat hamil sekaligus latihan pernapasan untuk persiapan persalinan.

Pernafasan dengan bibir tertutup membantu mengurangi sesak napas dengan memperlambat laju pernapasan seseorang.

Metode pernapasan mulut bisa jadi cara untuk Moms coba dalam menerapkan ini.

Untuk mencoba pernapasan mulut di rumah, Moms harus:

  • Duduk tegak di kursi dengan bahu santai
  • Kerutkan bibir
  • Tarik napas melalui hidung selama beberapa detik
  • Dengan lembut hembuskan melalui bibir mereka yang mengerut selama empat hitungan
  • Terus menghirup dan menghembuskan napas dengan cara ini selama 10 menit

Moms dapat mencoba latihan ini kapan saja merasa sesak napas, dan ulangi sepanjang hari sampai mereka merasa lebih baik.

6. Olahraga

Olahraga teratur selain dibutuhkan untuk ibu hamil untuk berbagai kondisi.

Olahraga juga mampu mengatasi sesak napas saat hamil. Bicarakan dengan dokter kandungan tentang bentuk olahraga yang paling cocok untuk Moms.

Moms dapat memilih yoga atau aerobic seperti berenang ke dalam rutinitas harian.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sakit Pinggang Haid dan Hamil? Yuk, Cari Tahu!

Namun apabila Moms saat sesak napas saat hamil harus segera mencari perawatan medis apabila mengalami gejala-gejala berikut ini, dilansir dari Medical News Today:

  • Bibir, jari, atau jari kaki biru
  • Jantung berdebar atau detak jantung sangat tinggi
  • Sakit saat bernapas
  • Napas pendek yang nampaknya semakin memburuk

7. Menghirup Uap

menghirup uap untuk mengurangi sesak napas saat hamil.jpg

Foto: makehealthyeasy.com

Menghirup uap dapat membantu menjaga saluran hidung Moms tetap bersih, yang dapat membantu bernapas lebih mudah.

Panas dan uap air dari uap juga dapat memecah lendir di paru-paru, yang mungkin juga mengurangi sesak napas saat hamil.

Untuk mencoba menghirup uap di rumah, Moms harus:

  • Mengisi mangkuk dengan air yang sangat panas
  • Menambahkan beberapa tetes minyak esensial peppermint atau eucalyptus
  • Meletakkan wajah mereka di atas mangkuk, dengan handuk di atas kepala mereka
  • Mengambil napas dalam-dalam dan menghirup uapnya

Penting untuk memastikan bahwa air dibiarkan menjadi agak dingin jika baru saja direbus. Kalau tidak, uapnya bisa melukai kulit.

8. Makan Teratur

Jika penyebab sesak napas saat hamil karena GERD, penyakit pencernaan kronis yang menyebabkan refluks asam dan mulas, makan teratur adalah cara mengatasinya.

Menurut Mayo Clinic, makan dengan porsi kecil dan menghindari makanan yang tampaknya memicu mulas. Seperti makanan pedas dan terlalu asam.

Selain itu, menunggu setidaknya tiga jam setelah makan sebelum berbaring. Moms mungkin dapat mengurangi sesak napas saat hamil dengan meninggikan kepala dari tempat tidur.

9. Minum Cukup Air

Cara Diet Ibu Hamil banyak minum air putih.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kelelahan dapat menyebabkan dehidrasi dan sesak napas saat hamil, jadi pastikan Moms minum banyak air setiap hari.

Kurangi asupan kafein dan minuman ringan lainnya yang menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Hindari teh, kopi, dan alkohol selama kehamilan ya, Moms. Selain itu, zat dalam teh dan kopi dapat menyerap zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Usahakan makan makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau tua seperti daun sawi dan lentil.

Selain itu, pastikan Moms mendapatkan cukup vitamin C.

Baca Juga: 7 Potret Kehamilan Nagita Slavina, Makin Glowing di Trimester Ketiga!

10. Meditasi atau Yoga

Kelas yoga atau mempelajari posisi yoga untuk berlatih di rumah dapat berguna untuk mengatasi sesak napas saat hamil.

Moms bisa mulai dengan menarik napas dalam dan kemudian melanjutkan ke latihan dari ahli profesional.

Menjelang akhir kehamilan, sebaiknya luangkan 10 menit setiap hari untuk menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napas sepenuhnya.

Ini mendorong paru-paru untuk mengembang semaksimal mungkin.

Yoga adalah olahraga yang baik untuk dilanjutkan setelah melahirkan, juga saat paru-paru tidak lagi tertekan oleh bayi.

Baca Juga: 15 Makanan Program Hamil untuk Suami, Dicoba Yuk, Dads!

Kapan Harus Khawatir tentang Sesak Napas saat Hamil?

sesak napas pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sesak napas saat hamil yang tiba-tiba, parah, atau berhubungan dengan nyeri dada atau denyut nadi yang lebih cepat, harus segera mendapatkan bantuan medis.

Pembekuan darah bisa saja mengendap di paru-paru. Situasi ini (disebut emboli paru) adalah kejadian langka namun berbahaya di antara ibu hamil, terutama mereka yang memiliki pembekuan darah di kaki mereka.

Perlu diketahui juga, bahwa masalah pernapasan dapat disebabkan oleh pneumonia. Biasanya disertai demam, nyeri dada, dan batuk, pneumonia adalah penyebab kematian ketiga di antara ibu hamil.

Pneumonia dapat berupa virus atau bakteri—dan dengan salah satunya, komplikasi potensial dapat mencakup kegagalan pernapasan, kelahiran prematur, atau infeksi yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Moms juga harus mendapatkan bantuan medis jika menderita asma yang memburuk selama kehamilan. Banyak obat asma yang dianggap aman saat hamil.

Dokter biasanya lebih suka meresepkan obat inhalasi karena memiliki efek yang lebih terlokalisasi dan bekerja dengan baik.

Jika sesak napas sangat mengganggu atau jika Moms mengalaminya untuk pertama kali, Maka harus sesegera mungkin menemui dokter kandungan.

Dokter mungkin ingin melakukan tes pencitraan, seperti ultrasound pada kaki, untuk mengesampingkan bekuan darah sebagai penyebab potensial serta mencari tahu cara mengatasi sesak napas saat hamil yang Moms alami.

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-asthma/art-20047303
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322316#seeing-a-doctor
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4202050/
  • https://www.health.harvard.edu/decision_guide/shortness-of-breath-in-pregnancy
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1002/clc.22452
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait