Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Wajib Tahu, Ini 6 Makanan Yang Harus Dijauhi Oleh Ibu Menyusui

Bagikan


 

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar ibu secara eksklusif menyusui bayinya selama enam bulan pertama.

Bagaimanapun, molekul dari makanan yang Moms makan dapat terserap ke ASI sekitar 15% dan masuk ke sistem bayi. Tetapi inilah kabar baiknya: Sebenarnya tidak ada pantangan makanan bagi ibu menyusui, kecuali bayi mengalami alergi atau sakit.

Sebagian besar ibu menyusui dapat terus makan seperti biasanya, demikian menurut Lindsey Shipley, RN, seorang pendidik persalinan, pelatih laktasi bersertifikat IBCLC dan pendiri Lactation Link, sumber online untuk pendidikan menyusui.

Namun tetap penting untuk membatasi makanan. Diet seimbang sangat penting untuk membantu Moms dan bayi merasakan yang terbaik.

Kebanyakan bayi bisa menerima segala sesuatu yang dimakan ibunya. Alergi makanan terhadap makanan ibu menyusui jarang terjadi. Namun jika Moms menduga si kecil sensitif terhadap sesuatu dalam makanan yang Moms makan karena dia tampak sangat rewel (gejala kolik), atau dia mengalami gejala alergi makanan―seperti ruam, muntah, atau diare―cara terbaik untuk menemukan penyebabnya adalah mencoba diet eliminasi.

Baca Juga: Nutrisi Penting untuk Ibu Menyusui

Meskipun mungkin tidak ada daftar ketat pantangan makanan ibu menyusui yang harus dihindari sama sekali, ada beberapa hal yang mungkin ingin Moms batasi saat menyusui untuk menjaga tingkat produksi ASI dan memastikan bayi tetap sehat.

1. Susu

Makanan olahan susu dalam makanan ibu menyusui merupakan penyebab sebagian besar reaksi alergi terhadap ASI. Jika gejala alergi susu tidak mereda, segera hubungi dokter.

2. Kacang-kacangan, kedelai, gandum, dan telur

Alergen makanan biasa ini mungkin tidak seperti susu yang menyebabkan reaksi, namun beberapa bayi sensitif terhadapnya.

3. Makanan mengandung gas

Sayuran seperti brokoli, kol, kembang kol, dan kubis, serta buncis dan dedak, adalah produsen gas terkenal. Karena bakteri memecah makanan ini dalam usus yang kemudian menghasilkan gas, menjadikan kembung dan rasa tidak nyaman.

Karena makanan ini juga kaya gizi, jangan menyingkirkannya kecuali jika Moms yakin itu penyebab gejala alergi pada bayi.

4. Alkohol

Segelas anggur atau bir tidak dilarang saat Moms sedang menyusui, tetapi karena alkohol menjangkau bayi melalui ASI (walaupun dalam konsentrasi rendah), membatasi adalah kuncinya. Alkohol juga bisa mengubah rasa ASI, sehingga kurang enak bagi bayi.

Jika bisa, minumlah setelah selesai menyusui atau tunggu setidaknya dua jam setelah minum sebelum menyusui bayi lagi sehingga tubuh punya waktu untuk membersihkan alkohol.

5. Kafein

Tidak masalah kembali pada kebiasaan minum kopi di pagi hari, tetapi sekali lagi, membatasi itu penting. Miliki satu atau dua cangkir lalu berhenti. Terlalu banyak kafein bisa membuat bayi mudah marah dan bisa mengganggu tidurnya.

Selain itu, cokelat memiliki kandungan kafein yang sangat rendah, jadi Moms masih bisa menikmati cokelat, demikian menurut Tamara Hawkins, FNP, RN, IBCLC, ketua Asosiasi Konsultan Laktasi New York.

6. Ikan bermerkuri tinggi

Environmental Protection Agency merekomendasikan untuk menghindari ikan yang mengandung merkuri tinggi, logam berat yang dapat merusak efek pada otak dan sistem saraf bayi. Pilihlah ikan dengan merkuri rendah, yang meliputi salmon, nila, ikan tuna, cod, dan udang, karena mengandung asam lemak omega-3 yang sehat.

Membatasi atau menghindari ikan selama kehamilan dan masa kanak-kanak berarti kehilangan nutrisi penting yang dapat memberi dampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan serta kesehatan anak, demikian menurut Stephen Ostroff, MD, sebagai kepala ilmuwan untuk Food and Drug Administration.

Bagaimana pantangan makanan Moms selama menyusui?


(ROS)

Sumber: thebump.com, yourcareeverywhere.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.