Parenting Islami

19 November 2021

Arti Kalimat Wallahualam yang Disunnahkan oleh Rasul, Masya Allah!

Sebenarnya, kapan kalimat wallahualam diucapkan? Ini jawabannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak kata serapan dari bahasa Arab yang terdengar familiar saat ini, salah satunya adalah wallahualam. Kata ini sering juga dirangkaikan dengan kalimat lain menjadi wallahualam bishawab.

Para cendikiawan Islam bahkan para artis yang berhijrah kini sering menggunakan kata tersebut dalam caption sosial medianya atau saat menjelaskan sesuatu. Sebenarnya, apa arti wallahualam?

Baca Juga: Memahami Arti Kata Konspirasi, Istilah yang Kerap Muncul saat Terjadi Peristiwa Besar

Arti Kalimat Wallahuallam

Pixabay_Membingungkan urutan huruf dalam kata-kata.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wallahualam adalah ungkapan yang dipergunakan untuk menyatakan ketidakpastian karena memiliki arti 'dan Allah Yang Mahatahu'.

Wallahualam sendiri berasal dari kata a'lam (أعلم) yang merupakan turunan dari kata 'alima (علم), yang artinya ‘tahu’ atau mengetahui.

Maksud ungkapan wallahu a'lam di akhir tulisan adalah pengakuan keterbatasan ilmu-pengetahuan seseorang, sekaligus pernyataan bahwa Allah SWT saja yang paling tahu, Maha Tahu, atau pemilik segala pengetahuan.

Itu juga merupakan sebuah kesadaran bahwa semua penjelasan yang diberikan manusia hanyalah upaya mendekati 'kebenaran'. Sebab, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui segalanya.

Baca Juga: 100+ Daftar Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Artinya

Anjuran Rasulullah SAW untuk Menggunakan Kalimat Wallahualam

Wallahualam -1.jpg

Foto: Nu.or.id

Dalam kita Shahih Bukhari, ada hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan agar umat muslim mengucapkan wallahualam jika merasa tidak tahu akan sesuatu.

Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

Artinya: “Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’ (Allah Mahatahu). Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’.

Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan,” (QS Shad: 86) (HR Bukhari).

Ini menjadi landasan bahwa menutup atau mengatakan wallahualam saat menyampaikan pendapat atau setelah menyelesaikan pembahasan tertentu sangat dianjurkan oleh para ulama.

Ini dimaksudkan agar seseorang tetap menjaga adab kepada Allah SWT, bahwa setiap ilmu yang disampaikan kepada orang lain tidak lain hanya berupa pemberian ilmu dari Allah, dan Allah yang sangat mengetahui mengenai kebenaran ilmu tersebut.

Para ulama juga memakai kalimat tersebut sebagai kode etik dalam menutup fatwa. Spirit wallahualam ini yang menjadikan Islam sebagai agama yang mempunyai kekayaan tafsir, pendapat, pandangan, tradisi, kebudayaan, dan khazanah literasi.

Dalam Islam, konsep ilmu sangat tinggi karena tidak hanya sebagai pembuktian dari sesuatu, namun juga mengembalikan kepada kekuasaan Allah SWT.

Misalnya, menurut penelitian Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Unida Gontor, konsep sains dalam Islam memiliki dimensi universal, metafisik dan empiris, dan berbeda dengan sains yang berasal dari pandangan dunia Barat yang terbatas pada dimensi empiris.

Ini menjadi ciri khas yang berbeda dengan konsep ilmu lain di peradaban lain. Ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dalam Islam sangat erat kaitannya sebagai bukti Maha Besar Allah SWT.

Maka dari itu, sebaiknya setiap perkataan atau penjelasan manusia disampaikan dengan kerendahan hati, karena hanya Allah SWT yang memiliki kebenaran sejati.

Baca Juga: Simak Arti Kata Cuanki dan 3 Resep Cuanki Bandung yang Lezat

Kapan Menggunakan Kalimat Wallahualam?

ayat-alquran-tentang-pernikahan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain diucapkan saat menutup sebuah penjelasan seperti keterangan di atas, dalam kitab Hasyiyah I’anatut Thalibin, disebutkan bahwa ada waktu lain yang dianjurkan untuk mengucapkan wallahualam.

Yaitu ketika ditanya mengenai masalah tertentu dan tidak mengetahui jawabannya, maka seseorang dianjurkan untuk mengatakan ‘Allahu wa Rasuluhu A’lam’ atau ‘hanya Allah dan Rasul-nya yang mengetahui’.

Sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

ويسن لمن سئل عما لا يعلم أن يقول الله ورسوله أعلم

Artinya: “Disunnahkan bagi seseorang yang ditanya mengenai sesuatu yang ia tidak ketahui untuk mengatakan ‘Allahu wa Rasuluhu A’lam (Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui),”.

Jadi, mengatakan Wallahualam merupakan perkataan yang dianjurkan untuk diucapkan saat selesai menyampaikan ilmu tertentu, terutama ilmu yang tidak kita ketahui kebenarannya dengan pasti.

  • https://quran.kemenag.go.id/
  • https://kbbi.web.id/wallahualam
  • https://www.risalahislam.com/2018/12/pengertian-wallahu-alam-bish-shawabi.html
  • http://siabuhnews.com/spirit-wallahualam
  • https://bincangsyariah.com/kalam/mengatakan-wallahu-alam-saat-menyampaikan-pendapat/
  • https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/kalimah/article/view/286
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait