Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Masalah Fertilitas | May 8, 2018

Waspada Diabetes Sebabkan Sulit Hamil!

Bagikan



Tahukah Moms jika diabetes sebabkan sulit hamil? Sudah menikah sekian lama dan berusaha maksimal dengan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kesuburan, minum suplemen dan melepas atau menghentikan alat kontrasepsi. Namun jika Moms memiliki diabetes, maka bisa saja sulit mendapatkan keturunan.

Ya, diabetes dan kesuburan ada kaitannya, lho Moms. Di Amerika Serikat, penderita diabetes tipe 2 terus meningkat. Beberapa dokter spesialis kandungan menyatakan, diabetes menjadi salah satu penyebab utama kasus ketidaksuburan.

Kenapa Diabetes Sebabkan Sulit Hamil?

Lalu, kenapa diabetes bisa menyebabkan susah hamil? Ternyata diabetes dapat mencegah embrio tertanam di dalam rahim sehingga terjadi keguguran sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya hamil. Dalam kasus ini, diabetes bukan berarti mencegah proses pembuahan. Akan tetapi, mencegah kehamilan yang sedang berlangsung.

Kadar glukosa yang tinggi disebutkan dapat meningkatkan peluang terjadinya keguguran pada wanita sebesar 30-60%. Demikian menurut statistik yang dikeluarkan oleh American Diabetes Association.

Selain itu, kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi kadar hormon di seluruh tubuh, termasuk estrogen, progesteron dan testosteron yang sangat penting dan dibutuhkan agar kehamilan terjadi. Itulah sebabnya seorang wanita dengan diabetes jadi sulit hamil.

Kemudian, tak sedikit wanita dengan diabetes tipe 2 mengalami sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Nah PCOS ini dikaitkan dengan resistensi insulin. Karena POCS ini, seorang wanita akan kesulitan mengalami konsepsi atau pembuahan.

Seorang wanita yang mengalami diabetes, baik itu diabetes tipe 1 atau tipe 2, cenderung mengalami menstruasi yang sedikit daripada wanita yang tak mengalami diabetes.

Selain itu, wanita dengan diabetes juga cenderung mengalami menopause dini. Hal inilah yang mengakibatkan para wanita dengan diabetes memiliki peluang kesuburan yang lebih kecil.

Baca Juga : Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Waspadai Risiko Hamil dengan Diabetes

Kalaupun terjadi pembuahan dan wanita dengan diabetes akhirnya bisa hamil, namun ada beberapa risiko lain yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Peningkatan risiko cacat lahir karena terjadi kerusakan yang disebabkan oleh sel embrio yang membentuk kadar glukosa dalam darah jadi tinggi
  • Janin besar sehingga berisiko melahirkan dengan operasi caesar dan meningkatkan kemungkinan infeksi pada calon Moms.
  • Peningkatan risiko diabetes gestasional pada Moms, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya bagi Moms dan bayinya.

Kebanyakan orang tahu betapa berbahayanya diabetes tipe 1. Dalam kebanyakan kasus, jenis diabetes ini telah menghancurkan sel penghasil insulin di dalam tubuh, sehingga perlu suplemen insulin melalui suntikan sehari-hari.

Nah, bila penderita diabetes tipe 1 ini hamil, tentu perlu diwaspadai karena berisiko bagi calon Moms juga bayi yang dikandung.

Pada diabetes tipe 2 terjadi ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin yang cukup untuk mengikuti kadar glukosa dalam aliran darah. Diabetes tipe 2 ini adalah jenis diabetes yang paling umum saat ini dialami di AS bahkan di seluruh dunia.

Untuk kasus diabetes tipe 2 ini seringkali dapat dikendalikan dengan perubahan pola makan dan aktivitas olahraga. Diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dan risikonya lebih sedikit sehingga kehamilan lebih aman.

Bagaimana supaya bisa Hamil?

Jika seorang wanita dengan diabetes ingin hamil, maka sangat penting untuk berupaya mengendalikan kadar glukosa darahnya. Jadi, selain melepaskan alat kontrasepsi dan mengonsumsi makanan yang sehat, hal ini perlu dilakukan juga:

1. Upayakan berat badan pada angka normal atau ideal. Pasalnya, semakin gemuk seseorang, semakin sulit mengendalikan kadar glukosa dalam darah.

2. Pastikan sebelum melakukan program hamil kadar A1C di bawah 6,5- 7 persen.

3. Mengontrol kadar gula harian selama rentang waktu 3-6 bulan untuk memberi kesempatan pada tubuh mempersiapkan kehamilan.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.