Kesehatan

KESEHATAN
19 Desember 2020

Waspada Telinga Bengkak dan Sakit Bisa Jadi Karena Hal Ini!

Ada beberapa penyebab telinga bengkak yang perlu Moms waspadai berikut!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Apakah Moms atau anggota keluarga di rumah pernah alami telinga bengkak? Biasanya kondisi telinga bengkak juga akan menyebabkan telinga terasa hangat, meradang, dan nyeri.

Banyak penyebab pembengkakan telinga dan umumnya dikaitkan dengan infeksi. Misalnya karena bakteri, virus, atau mikroorganisme lain memasuki tubuh.

Sistem kekebalan tubuh pun kemudian akan meningkatkan respons terhadap mikroorganisme. Respons sistem kekebalan inilah yang menghasilkan gejala khas infeksi, seperti kemerahan, hangat, dan bengkak.

Ada beberapa jenis infeksi yang bisa sebabkan lubang atau daun telinga bengkak dan sakit berikut ini!

Baca Juga: Penyebab Telinga Panas dan Merah, Bukan Karena Malu!

Jenis Infeksi Telinga yang Bisa Bikin Nyeri dan Bengkak

Jenis Infeksi Telinga yang Bisa Bikin Nyeri dan Bengkak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Health Grades, ada tiga jenis infeksi pada telinga yang bisa bikin lubang atau daun telingan bengkak dan sakit berikut ini:

1. Otitis Media

Kondisi ini terjadi saat saluran Eustachius di telinga tengah tersumbat oleh cairan dan terinfeksi. Tabung eustachius ini menghubungkan telinga ke tenggorokan dan memungkinkan drainase cairan dari telinga tengah.

Jika cairan menumpuk, maka ini dapat menyebabkan telinga tengah terinfeksi bakteri atau virus dan kemudian bengkak dan nyeri terjadi.

2. Otitis Eksterna

Penyebab telinga bengkak lainnya adalah otitis eksterna, yang umumnya dikenal sebagai telinga perenang. Kondisi ini terjadi akibat air yang masuk ke saluran telinga luar, seringkali disertai dengan rasa terbakar, bengkak, dan gatal.

Air yang tertinggal di telinga kemudian akan menciptakan lingkungan yang hangat dan lembab yang mendorong pertumbuhan bakteri, seperti Pseudomonas. Namun otitis eksterna juga bisa terjadi akibat infeksi tulang di dasar tengkorak, benda asing bersarang di telinga, dan iritasi akibat gatal atau pembersihan telinga.

3. Mastoiditis

Kondisi ini terjadi jika Moms atau anggota keluarga lain di rumah mengalami nyeri di tulang belakang telinga, disertai rasa sakit dan bengkak,. Mastoiditis juga disebut dengan infeksi tulang mastoid di belakang telinga.

Baca Juga: Telinga Keluar Cairan, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Telinga Bengkak Lainnya

Penyebab Telinga Bengkak Lainnya

Foto: Orami Photo Stock

Telinga bengkak dan sakit juga tidak hanya terjadi karena infeksi. Ada beberapa penyebab lain yang perlu Moms waspadai mungkin terjadi pada salah satu anggota keluarga berikut:

  1. Tindik

Ini adalah penyebab paling umum dari daun telinga bengkak bagi kebanyakan orang. Rasa sakit dan bengkak dalam jumlah tertentu adalah normal saat ditindik. Dan gejalanya akan hilang dalam hitungan hari.

Pembengkakan juga bisa terjadi karena penolakan tindik atau tindikan yang terinfeksi. Jika pembengkakan dan nyeri terus berlanjut, mungkin perlu segera pergi ke dokter.

2. Reaksi Alergi

Reaksi alergi, terutama terhadap jenis perhiasan tertentu, dapat menyebabkan salah satu atau kedua daun telinga bengkak. Pada kebanyakan reaksi alergi, nikel pada anting dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Oleh karena itu, lepaskan anting dan pilih untuk memakai anting yang tidak mengandung nikel untuk mengatasi gejala.

3. Cedera

Cedera apa pun pada daun telinga dapat menyebabkan pembengkakan, bahkan cedera kecil seperti memakai anting yang terlalu ketat. Seiring dengan pembengkakan, cuping telinga yang terluka mungkin terasa sakit dan bengkak.

4. Hematoma Auris

Hematoma auris, juga dikenal sebagai telinga kembang kol, adalah kelainan bentuk luar telinga. Itu bisa terjadi setelah cedera pada telinga. Ini paling sering dikembangkan dalam olahraga kontak seperti gulat, tinju, dan seni bela diri.

Hematoma auris terjadi ketika darah terkumpul di telinga luar. Jika cedera tidak dikeringkan dengan benar, dapat menyebabkan infeksi dan kelainan bentuk. Selain bengkak, mungkin akan muncul juga memar dan nyeri.

5. Abses

Abses adalah benjolan yang terjadi di bawah atau di permukaan kulit, menandakan kumpulan nanah atau cairan di area yang terkonsentrasi. Biasanya, ini adalah akibat dari infeksi bakteri.

Karena abses kulit dapat muncul di bagian tubuh mana pun, abses juga mungkin terjadi di daun telinga. Pembengkakan yang diakibatkan abses dapat meningkat seiring waktu, sehingga kemungkinan daun telinga akan terus membengkak jika abses tidak diobati.

6. Carbuncles dan Bisul

Carbuncle adalah pengelompokan bisul, keduanya adalah infeksi kulit yang berkembang jauh di bawah permukaan kulit yang bisa berisi nanah. Infeksi melibatkan folikel rambut, dan seringkali menyakitkan saat disentuh.

Ukuran karbunkel dapat bervariasi. Ada beberapa gejala lain mungkin terjadi seperti gatal, pegal-pegal, kelelahan, demam, dan pengerasan kulit atau keluarnya area yang terkena.

7. Kista

Kista pada kulit dikenal sebagai kista sebasea. Ini hanyalah kelainan pada kulit yang berisi cairan atau bahan setengah cair. Meskipun tidak mengancam jiwa, kista bisa membuat Moms tidak nyaman.

Kista sebaceous paling sering ditemukan di kulit kepala, wajah, leher, dan punggung, dan tidak jarang ditemukan di daun telinga. Semakin besar kista, semakin besar kemungkinan sakitnya.

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Anak Terkena Infeksi Telinga

Cara Mengatasi Telinga Bengkak

Cara Mengatasi Telinga Bengkak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara untuk mengatasi pembengkakan daun telinga, tetapi pengobatan akan bergantung pada penyebab pembengkakan.

Pertama, Moms dapat mencoba beberapa pengobatan rumahan untuk meredakan pembengkakan. Kompres dingin dapat menurunkan aliran darah ke area tersebut, yang dapat meredakan gejala pembengkakan.

Jika Moms menduga ada kista di daun telinga, kompres hangat dapat membantu. Namun jika daun telinga sakit, obat pereda nyeri bisa digunakan.

Sementara itu, dalam kasus infeksi bakteri, Moms memerlukan antibiotik. Biasanya antibiotik tersedia secara oral atau dioleskan. Untuk gigitan serangga dan reaksi alergi lainnya, Moms mungkin ingin mencoba antihistamin atau krim topikal hidrokortison.

Untuk meminimalkan atau mencegah pembengkakan telinga, Moms juga bisa melakukan hal seperti yang dikutip dari Buoy Health berikut:

  • Jaga Telinga Tetap Kering. Keringkan telinga secara menyeluruh setelah terpapar kelembapan dari berenang atau mandi. Miringkan kepala ke samping untuk membantu air mengalir dari saluran telinga dan seka telinga luar secara perlahan dan lembut dengan handuk.
  • Jangan Memasukkan Benda Asing ke Dalam Telinga. Jangan coba menggaruk atau menggali kotoran telinga dengan benda seperti penyeka kapas (ujung Q) atau penjepit kertas. Benda-benda ini mungkin tidak hanya mengiritasi atau merusak kulit di telinga, tetapi juga dapat memasukkan bahan tersebut lebih dalam ke dalam saluran telinga sehingga memperburuk penyumbatan dan penumpukan kelembapan.
  • Lindungi Telinga dari Iritan. Waspadai jenis dan kualitas perhiasan dan tindikan yang Moms gunakan di telinga. Lindungi juga saluran telinga dari semprotan dan pewarna rambut dengan menggunakan bola kapas.

Ingat ya Moms, pembengkakan disertai demam dan kemerahan di sekitar telinga luar dan kulit di sekitar telinga bisa menjadi indikasi infeksi serius yang harus segera ditangani.

Meskipun sebagian besar infeksi telinga sembuh dengan sendirinya atau dengan antibiotik, beberapa gejala memerlukan perhatian medis segera, karena dapat mengarah pada infeksi tulang di belakang telinga. Pembengkakan telinga juga bisa menjadi gejala anafilaksis, yakni reaksi alergi yang mengancam jiwa.

Artikel Terkait