Kesehatan

29 Juli 2021

Cari Tahu Manfaat dan Risiko Water Fasting atau Diet Air Putih

Pernah coba, Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Ada banyak pilihan diet menurunkan berat badan yang bisa dicoba. Salah satunya water fasting atau diet air putih yang tren beberapa tahun belakangan.

Water fasting diklaim ampuh menurunkan dalam waktu singkat. Namun, tidak semua orang boleh menerapkan diet ini, terutama mereka yang menderita penyakit tertentu.

Oleh karena itu, sebelum Moms menjalankan water fasting, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli nutrisi, agar bisa menerapkannya dengat tepat ya!

Apa Itu Water Fasting?

5 Tips Cemilan Sehat Bagi Penderita Diabetes - 5 minum air.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: 15+ Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh, Salah Satunya Bikin Awet Muda!

Sesuai namanya, water fasting adalah puasa dengan tidak mengonsumsi makanan ataupun minuman lain, selain air putih. Ini berarti selama menjalankannya tidak boleh meminum kopi, teh, susu maupun soft drink.

Biasanya diet air putih dilakukan selama 24-72 jam. Apabila akan menjalankannya dengan durasi lebih, maka diperlukan pengawasan dokter.

Beberapa alasan orang melakukan diet ini yaitu karena alasan sprititual atau keagamaan, menurunkan berat badan, untuk detoks, alasan kesehatan dan persiapan sebelum operasi atau prosedur kesehatan lainnya.

Puasa air putih yang disarankan secara medis, biasanya akan dipantau secara teratur untuk melihat efek sampingnya, seperti rasa tidak enak di mulut, nyeri punggung bawah, ruam kulit, keluarnya cairan dari selaput lendir, sakit kepala, mual, muntah ataupun perubahan mood. Selain itu, tes darah dan urin juga kadang dilakukan.

Meski terlihat sederhana dan murah, water fasting bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan lho, Moms! Bayangkan selama berdiet, Moms tidak bisa mengonsumsi apapun selain air putih selama beberapa hari.

Melansir very well fit, berikut beberapa kondisi kesehatan yang tidak direkomendasikan melakukan water fasting.

  • Penyakit ginjal kronis, karena diet air putih dapat memperburuk fungsi ginjal
  • Diabetes, karena dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ketoasidosis diabetik dan hipoglikemia (gula darah rendah).
  • Gangguan makan, karena dapat mengakibatkan pola makan yang tidak teratur seperti siklus binge-restrict.
  • Heartburn atau gangguan refluks gastroesofagus (GERD), karena akan merangsang lambung menghasilkan asam dapat yang memperburuk gejalanya.

Cara Menerapkan Water Fasting

MInum air putih yang cukup

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Diet Buah, Apakah Efektif dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan?

Belum ada pedoman ilmiah tentang bagaimana menerapkan water fasting yang tepat.

Mungkin Moms pernah membaca atau mendengar orang-orang menjalankan diet air putih 3 hingga 7 hari. Sebenarnya durasi ini lebih lama dari yang disarankan para expert lho.

Mengutip Everyday Health, Taz Bhatia MD, seorang dokter dan penulis buku Super Woman Rx merekomendasikan agar water fasting tidak dilakukan lebih lama dari 24 hingga 48 jam. Terutama jika Moms baru pertama kali mencobanya.

Selama 24-48 jam ini, pastikan tubuh mendapat asupan air yang cukup atau lebih banyak dari biasanya. Minum air secara teratur sepanjang hari, kalau perlu pasang alarm agar tidak terlewat dan tetap terhidrasi. Selain itu, perbanyak istirahat karena diet ini mungkin membuat tubuh mudah lelah.

Moms juga bisa mengikuti panduan seperti dilansir dari Healthline berikut ini.

  • Sebelum Diet

Persiapkan tubuh 3-4 hari sebelumnya, misalnya dengan makan dalam porsi lebih kecil setiap kali makan atau latih dengan berpuasa setengah hari terlebih dahulu.

  • Selama Diet

Selama water fasting, tidak ada asupan makanan ataupun minuman lain yang masuk ke tubuh, sehingga kadang menyebabkan rasa lemas, pusing dan ketidaknyamanan pada tubuh.

Batasi aktivitas fisik selama periode ini dan hindari melakukan kerja berat seperti mengangkat beban ataupun mengemudi yang membutuhkan fokus tinggi.

  • Setelah Diet

Tahan keinginan untuk makan dalam porsi besar karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Sebagai gantinya, berbuka puasa dengan smoothie atau makanan ringan sehat.

Perlu diingat Moms, kalau fase pasca diet sangat penting mendapat perhatian karena berisiko terjadi sindrom refeeding, suatu kondisi yang berpotensi fatal, di mana tubuh mengalami perubahan kadar cairan dan elektrolit yang cepat.

Manfaat Diet Air Putih atau Water Fasting

Ini 4 Alasan Moms Harus Minum Air Mineral Sebelum Tidur!.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Mengenal Metode Diet Alkaline dan Menu Makanan yang Disarankan

Sebuah jurnal berjudul Effects of Complete Water Fasting and Regeneration Diet on Kidney Function, Oxidative Stress and Antioxidants dalam Researchgate mengungkap water fasting (WF) selama 11 hari memberikan efek positif dengan menurunkan berat badan. Selain itu, dapat memberikan manfaat kesehatan yang lain, antara lain:

1. Menurunkan Tekanan Darah

Water fasting dengan hanya minum air putih, tanpa ada asupan garam yang masuk ke dalam tubuh dapat membantu mengelola tekanan darah.

Diet air putih yang diawasi secara medis terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi.

2. Membantu Daur Ulang Sel (Autofagi)

Water fasting merupakan salah satu jenis puasa yang dapat membantu proses autofagi dalam tubuh. Autofagi adalah cara tubuh untuk membersihkan diri dari sel-sel yang sudah tua dan rusak, sehingga dapat membentuk sel-sel baru yang lebih sehat.

Autofagi beperan untuk mencegah kanker, penyakit jantung hingga penyakit Alzheimer.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Ada bukti ilmiah yang mengungkap water fasting dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Puasa air putih yang dilakukan kepada 30 orang yang sehat selama 24 jam, menunjukkan tingkat trigliserida dan kolesterol yang lebih rendah, dua faktor risiko besar terjadinya penyakit kardiovaskular.

4. Menurunkan Risiko Diabets

Penelitian menunjukkan bahwa puasa jenis apa pun dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Resistensi insulin adalah faktor utama dalam perkembangan diabetes tipe 2, jadi ada kemungkinan puasa air putih dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko diabetes.

Risiko atau Bahaya Water Fasting

Merasa-Pusing-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Diet Tinggi Serat Turunkan Peluang Risiko Terkena Kanker Payudara

Ada manfaat ada juga risiko menerapkan water fasting ini. Berikut beberapa risiko atau bahaya yang perlu Moms pertimbangkan.

1. Kehilangan Massa Otot

Water fasting merupakan jenis diet membatasi kalori sehingga membuat kita kehilangan berat badan dengan cepat. Faktanya, dengan pola diet ini akan menurunkan berat badan sekitar 0.9 kg setiap hari. Sayangnya, banyak berat badan yang turun mungkin berasal dari air, karbohidrat, dan bahkan massa otot.

2. Gangguan Pencernaan

Pasca membatasi kalori, lalu mengonsumsi makanan dalam jumlah besar mungkin akan menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, seperti mual dan muntah. Selain itu, berisiko terjad sindrom refeeding, suatu kondisi yang berpotensi fatal yang melibatkan perubahan metabolisme yang cepat.

3. Defisiensi Nutrisi

Jenis puasa apapun, termasuk water fasting dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Dengan tidak makan apapun, akan membatasi asupan vitamin esensial, mineral, asam lemak, asam amino, dan elektrolit, semua hal yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

4. Pusing, Kelelahan, dan Kabut Otak

Membatasi kalori dapat menyebabkan pusing dan kelelahan. Selain itu, berpotensi mengakibatkan kabut otak atau brain fog. Kondisi yang membuat kita mendadak lupa yang muncul sesaat, lalu kemudian hilang seperti kabut.

5. Hipotensi Ortostatik

Minum air terlalu banyak air dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri. Hipotensi ortostatik dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala ringan.

Baca Juga: 11 Tips Diet Berhasil Agar Cepat Langsing Tanpa Efek Samping

Itu dia Moms ulasan tentan manfaat dan risiko water fasting bagi kesehatan. Sebelum menerapkan diet air putih ini, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan supervisi yang tepat ya!

  • https://www.verywellfit.com/is-water-fasting-safe-4588873
  • https://www.healthline.com/nutrition/water-fasting#benefits
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2908954/https://www.researchgate.net/publication/323146817_Effects_of_complete_water_fasting_and_regeneration_diet_on_kidney_function_oxidative_stress_and_antioxidants
  • https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/will-water-fasting-result-weight-loss-what-know/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait