Kesehatan

27 April 2021

Mengenal Xerostomia, Kondisi Mulut Kering yang Bikin Tidak Nyaman

Mulut kering yang mungkin sering dialami ini bisa dipicu oleh beragam hal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms pernah atau bahkan sering kali mengalami mulut kering atau xerostomia? Jika iya, kondisi ini mungkin akan menyebabkan mulut kurang nyaman karena bisa saja mengganggu aktivitas Moms saat minum atau makan.

Mulut Kering atau Xerostomia

xerostomia atau mulut kering

Foto: Orami Photo Stock

Menurut American Dental Association, mulut kering atau xerostomia adalah kondisi yang muncul karena berkurangnya aliran saliva dari kelenjar ludah.

Perlu Moms ketahui bahwa saliva atau air liur ini diperlukan untuk melumasi jaringan mulut dan melindungi mukosa. Penurunan produksi air liur dapat mempersulit Moms untuk mengunyah maupun menelan.

Sebenarnya, xerostomia ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Jadi, tak hanya disebabkan oleh kurangnya produksi air liur di dalam mulut.

Beberapa hal lain yang mendasari terjadinya mulut kering ini, yaitu kerusakan gigi dan berbagai infeksi mulut.

Mengutip Oral Cancer Foundation, xerostomia bukanlah penyakit, tetapi bisa jadi merupakan gejala dari berbagai kondisi medis, efek samping radiasi pada kepala dan leher, atau efek samping dari berbagai macam obat.

Xerostomia atau mulut kering ini termasuk keluhan umum yang sering ditemukan di antara orang dewasa yang lebih tua, yaitu mempengaruhi sekitar 20 persen orang tua.

Hal ini karena lebih banyak lansia yang mengonsumsi obat-obatan tertentu sehingga mereka lebih berpotensi mengalami xerostomia.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa orang-orang dengan usia yang lebih muda juga bisa mengalami mulut kering.

Baca Juga: 15+ Rekomendasi Senam Lansia, Rahasia Tetap Bugar di Usia Senja

Penyebab Alami Mulut Kering

penyebab mulut kering

Foto: Orami Photo Stock

Moms, ada beberapa penyebab mulut kering yang harus dipahami, di antaranya adalah:

1. Minum Obat Tertentu

Ada beberapa jenis obat yang bisa menyebabkan mulut kering, seperti antihistamin atau beberapa obat depresi dan kecemasan.

Mulut kering juga biasanya merupakan efek samping umum dari obat penghilang rasa sakit dan pelemas otot.

“Obat-obat tanpa resep seperti metamfetamin dan stimulan lainnya juga diketahui dapat menyebabkan mulut kering. Hal ini karena biasanya obat bisa hanya menargetkan pembuluh pada hidung saja, sehingga sebabkan mulut kering,” ujar Dr. Natasha Bhuyan, dokter keluarga dari One Medical di Arizona.

2. Masa Kehamilan

Ya, kondisi mulut kering dapat terjadi ketika Moms sedang hamil.

The Journal of Perinatal Education mengungkapkan, kondisi ini bisa terjadi karena kurangnya asupan cairan dalam tubuh sehingga tidak mampu menghasilkan air liur yang cukup.

Penyebab lainnya bisa juga karena perubahan hormon dan peningkatan volume darah selama masa kehamilan.

National Women’s Health Resource Center mengungkapkan, peningkatan volume darah dan peningkatan laju filtrasi di ginjal bisa menyebabkan sering buang air kecil yang berdampak pada kehilangan cairan dari tubuh sehingga sebabkan mulut kering.

Baca Juga: IUFD Adalah Hal yang Fatal di Masa Kehamilan, Apa Bedanya dengan Keguguran?

3. Pengaruh Usia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, xerostomia biasanya terjadi pada lansia.

Xerostomia mempengaruhi 30 persen pasien yang lebih tua dari 65 tahun dan hingga 40 persen pasien yang lebih tua dari 80 tahun.

Penyebab utamanya, yaitu efek dari penggunaan obat-obatan, meskipun dapat juga diakibatkan oleh kondisi komorbiditas, seperti diabetes, penyakit Alzheimer, atau penyakit Parkinson.

Para lansia atau orang-orang dewasa yang lebih tua, memiliki risiko dua kali lebih mungkin mengalami xerostomia.

Orang dewasa yang menggunakan satu dari lebih banyak obat setiap harinya juga memiliki risiko yang cukup tinggi mengalami mulut kering, jika dibandingkan dengan orang yang bebas pengobatan.

Prevalensi xerostomia juga lebih tinggi di antara individu dengan asupan lebih dari empat obat resep setiap hari.

4. Gejala dari Penyakit Autoimun

Jika Moms merasakan mulut kering, namun kondisinya tidak membaik meskipun sudah minum cukup air putih, maka bisa jadi ada masalah medis yang mendasarinya.

Mulut kering nyatanya bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit autoimun sindrom Sjogren yang di mana tubuh menyerang kelenjar yang membuat air mata dan air liur.

Sindrom Sjogren ini paling sering ditandai dengan mata kering dan mulut kering.

Penyakit autoimun lainnya yang bisa ditandai dengan mulut kering seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Nah, lebih baik Moms segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

5. Pengaruh Kemoterapi Kanker atau Radioterapi Kanker Kepala dan Leher

Mengutip American Dental Association, adanya komplikasi oral dari kemoterapi kanker atau radioterapi kanker kepala dan leher dapat menyebabkan xerostomia.

Xerostomia yang terjadi akibat kemoterapi kanker atau radioterapi kanker kepala dan leher ini dapat bersifat akut (berkembang selama terapi) atau kronis (terjadi terus-menerus selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah terapi).

Xerostomia akut akibat radiasi disebabkan oleh reaksi inflamasi, sedangkan xerostomia lanjut, yang dapat terjadi hingga satu tahun setelah terapi radiasi, disebabkan oleh fibrosis kelenjar ludah dan biasanya berlangsung permanen.

Baca Juga: Pemicu Kanker dari Pola Hidup yang Tidak Sehat. Waspada!

Mulut kering atau xerostomia ini juga dapat terjadi setelah transplantasi sel induk hematopoietik yang termasuk prosedur pengobatan khusus dalam penyakit kanker dan kelainan darah.

Hal ini karena prosedur perawatan memiliki efek radioaktif yang cukup tinggi. Radiasi akan menyebabkan perubahan pada sel sekretori serosa sehingga mengakibatkan penurunan produksi saliva dan peningkatan viskositas saliva. Keluhan awal yang umum terjadi setelah terapi radiasi adalah air liur yang kental atau lengket.

Kondisi lain yang berhubungan dengan mulut kering meliputi:

  • Fibrosis kistik
  • Penyakit graft-versus-host
  • Infeksi virus hepatitis C.
  • Infeksi HIV / AIDS
  • Perubahan hormonal (mis., Kehamilan atau menopause)
  • Limfoma
  • Kerusakan saraf akibat cedera kepala atau leher
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Penyebab psikogenik
  • Agenesis atau aplasia kelenjar ludah
  • Pukulan
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Potensi penyebab xerostomia gaya hidup termasuk penggunaan alkohol atau tembakau, atau konsumsi kafein atau makanan pedas yang berlebihan

Baca Juga: 14 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Bahan Alami, Yuk Coba!

Gejala Alami Xerostomia

gejala mulut kering

Foto: Orami Photo Stock

Mulut kering berbeda dengan bibir yang terasa kering, ya, Moms.

Meskipun sebenarnya bibir kering dan pecah-pecah bisa menjadi salah satu gejala mulut kering, namun ada beberapa tanda mulut kering lainnya yang harus dipahami.

Dilansir dari Better Health Channel, berikut ini beberapa gejala mulut kering yang harus dipahami, yaitu:

  • Lidah terasa kering dan cenderung menempel pada atap mulut.
  • Air liur yang terasa tebal atau berserabut.
  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Memiliki masalah dengan mengunyah atau menelan, terutama saat mengonsumsi makanan kering seperti kue dan biskuit.
  • Perubahan rasa terhadap makanan dan minuman pedas, asin atau asam.
  • Bau mulut tidak sedap dan bisa disertai dengan sariawan.
  • Terasa lengket, kering atau terbakar di mulut.
  • Rentan terhadap infeksi kandidiasis mulut.
  • Tingkat kerusakan gigi yang tinggi.

Baca Juga: Ternyata Ini 4 Manfaat Siwak, Bisa Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

“Keadaan mulut kering benar-benar memengaruhi indera perasa. Hal yang paling terasa ketika mencicipi atau mencoba jenis makanan tertentu. Umumnya, kondisi ini memang dialami oleh orang yang lanjut usia, tapi juga bisa terjadi karena beberapa faktor lainnya,” ungkap Dr. Lea Erickson, dokter gigi dari University of Utah.

Seringnya, penyebab terjadinya mulut kering adalah dehidrasi.

Untuk itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya, ya, Moms.

Cara lainnya adalah mencoba mengunyah permen karet bebas gula untuk meningkatkan produksi air liur.

Apabila Moms telah mencoba beberapa cara di atas, tetapi xerostomia tak kunjung teratasi. Cobalah untuk meminta bantuan ke tenaga medis agar penanganannya lebih tepat.

Tujuan pengobatan xerostomia secara medis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab, menghilangkan rasa tidak nyaman, dan mencegah komplikasi, misalnya karies gigi dan infeksi periodontal.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mulut kering, yaitu mencoba untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, antara lain:

  • Menghindari minuman gula dan kafein
  • Menghindari makanan asin atau pedas atau makanan kering, sulit dikunyah
  • Menghindari makanan lengket dan manis
  • Menghindari alkohol (termasuk obat kumur yang mengandung alkohol), tembakau, dan kafein

Terdapat juga beberapa rekomendasi khusus kesehatan gigi dan mulut dari National Institute for Dental and Craniofacial Research terkait xerostomia, yaitu:

  • Sikat gigi dengan lembut setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
  • Gunakan benang gigi setiap hari
  • Jadwalkan kunjungan gigi setidaknya dua kali setahun (dengan radiografi tahunan)
  • Penggunaan gel fluoride kekuatan resep (0.4 persen stannous fluoride, 1.1 persen sodium fluoride) setiap hari untuk membantu mencegah kerusakan gigi
  • Pengobatan yang tepat untuk infeksi jamur atau bakteri mulut

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai xerostomia, penyebab, dan gejalanya. Semoga bermanfaat, Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait