Tren

TREN
9 Juli 2017

Yuk, Berbisnis dari Rumah!

Perhatikan 4 hal ini sebelum memutuskan menjalankan usaha dari rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Bekerja di rumah merupakan pekerjaan dambaan banyak orang, terutama para ibu yang sudah memiliki anak. Inginnya tak perlu meninggalkan si kecil, tapi tetap bisa mendapatkan penghasilan. Kini, dengan segala kemajuan teknologi, Mama bisa mengelola bisnis di rumah tanpa harus mengorbankan waktu untuk keluarga. Mamapun bisa lebih bebas menjalankan usaha dan mengatur waktu sendiri.

Banyak faktor kenapa tren bisnis seperti ini menjadi booming. Beberapa faktor tersebut adalah kondisi kemacetan Jakarta dan kota-kota besar lainnya, polusi dan suara bising, serta tingkat stres yang semakin tinggi. Menjalankan usaha rumahan memang sangat efisien, karena tidak memakan waktu dan biaya untuk transportasi, serta waktu dengan keluarga di rumah jadi lebih banyak. Namun, ada hal-hal yang harus Mama perhatikan sebelum berbisnis dari rumah:

1. Pilih Usaha sesuai Minat dan Kemampuan

Passion first then money will follow. Gali minat dan kemampuan Mama sebagai dasar dan bekal untuk memulai usaha. Misalnya Mama hobi menulis, Mama bisa menjadi penulis lepas. Ada banyak pilihan karier lain yang bisa Mama kerjakan dari rumah, seperti social buzzer, agen asuransi, atau menjadi koresponden.

Baca juga: Hobi yang Bisa Dijadikan Ide Bisnis

2. Pilih Pekerjaan yang Mudah Dijalankan

Tidak perlu memilih usaha yang rumit untuk meraih keuntungan. Salah satu bisnis yang paling mudah adalah berdagang. Anda bisa berjualan secara online dan mengelola online shop dari rumah.

Baca juga: Berapa Biaya Endorse Artis di Instagram?

3. Bekerja di Rumah Bukan Berarti Tidak Ada Kendalanya

Untuk bisa lancar dalam menjalankan usaha dari rumah, kita harus memiliki kesadaran diri yang tinggi agar pekerjaan berjalan dengan lancar. Tak hanya itu, Mama juga harus memiliki manajemen waktu, kapan mulai bekerja dan kapan harus beristirahat.

4. Buat Pembukuan Sederhana

Pembukuan harus dibuat berkala dan disimpan secara rapi. Jangan sampai Mama tidak mendapat untung karena lalai menghitung biaya produksi. Pisahkan rekening tabungan rumah tangga dan bisnis. Saat memulai usaha, buat rekening tabungan terpisah. Anda dapat memulainya dengan saldo sebesar Rp 1 juta. Jangan menggunakan uang hasil jualan ini untuk belanja bulanan atau keperluan lainnya.

(OCH)

Artikel Terkait