06 April 2019

2 Penyebab Anak TK-SD Tidak Mau Sekolah dan Cara Mengatasinya

Meski di usia tersebut wajar anak mogok sekolah, sebaiknya jangan dibiarkan, Moms

Saat Si Kecil mulai bersekolah, Moms pasti pernah menemui dirinya rewel saat bersiap-siap di pagi hari. Bukan itu saja, terkadang beberapa orangtua mengeluh anaknya tak mau ditinggal sendirian di sekolah, atau bahkan ia merengek minta pulang.

Apa yang membingungkan, saat ditanya kegiatannya di sekolah Si Kecil enggan bercerita. Sampai kemudian ia memutuskan tidak mau sekolah. Duh, kenapa, ya?

Moms tidak sendirian, kok, menghadapi itu semua. Sebab di kategori Playgroup, TK dan SD adalah usia-usia dimana anak lebih banyak menolak untuk sekolah. Walaupun begitu, jangan menganggap masalah ini sepele, ya. Sebab orangtua harus cermat dalam memperhatikan perilaku anak.

Baca Juga: Anak Mama Masuk Sekolah untuk Pertama Kali? Perhatikan 5 Hal Berikut

Penyebab Internal dan Eksternal

Mari dekati anak dan bicarakan dengan pikiran tenang, tanyakan mengapa dia tidak mau ke sekolah. Penyebabnya bisa jadi ada dua hal yakni internal dan eksternal.

Penyebab internal ada di dalam diri anak dan berkaitan dengan karakternya sebagai individu. Situasi rumah dan perasaan nyaman dekat dengan orang terdekatnya (ibu atau pengasuh) juga termasuk dalam penyebab internal.

Separation Anxiety biasanya terjadi pada anak usia Playgroup dan TK karena terbiasa dekat dengan ibu atau pengasuhnya itu.

Di dalam kelas yang berisi orang-orang baru baginya membuat dirinya merasa tidak nyaman dan menolak sekolah lagi.

Karakter anak yang hiperaktif kadang juga membuatnya sulit untuk menyukai sekolah karena banyak aturan yang mengharuskannya untuk duduk diam begitu lama.

Baca Juga: 4 Trik Jitu Membangunkan Anak di Pagi Hari 

Sedangkan faktor penyebab eksternal antara lain lingkungan sekolah yang tidak nyaman, lingkungan baru yang membuat anak sulit untuk beradaptasi, guru yang galak, mainan di rumah lebih banyak dan menarik daripada di sekolah, atau karena ada teman di sekolah yang suka mengganggu (bully).

Hal-hal lain yang juga dapat membuat anak enggan ke sekolah antara lain jam tidur yang tidak baik sehingga anak mengantuk saat sekolah, pelajaran sekolah yang terlalu mudah atau terlalu sulit, tidak memiliki teman, atau masih merasa rendah diri atau marah karena dimarahi gurunya.

Jika anak tidak memberitahukan alasannya enggan ke sekolah, tanyakan pada gurunya di sekolah atau langsung pada teman-temannya.

Baca Juga: Pentingnya Rutin Berkomunikasi dengan Guru di Sekolah 

Lalu Bagaimana Solusinya?

Terapi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dengan tetap mengharuskannya ke sekolah setiap hari.

Dengan menghadapi rasa takutnya, lambat laun keluhannya akan berkurang.

Bila anak sering diizinkan untuk bolos, semakin sulit  bagi kita untuk mengembalikannya ke sekolah.

Selain itu, karena banyak ketinggalan pelajaran, anak akan semakin sulit untuk beradaptasi dengan teman-teman dan gurunya karena tidak merasa familiar.

Untuk masalah separation anxiety, cobalah untuk mundur dengan berkala agar anak pelan-pelan terbiasa untuk tidak bergantung pada orangtua atau pengasuhnya.

Usahakan untuk tidak mengomeli anak yang mengalami masalah ini, berikan dukungan mental dengan memberikan semangat pada prestasi-prestasinya. Bangun kepercayaan dirinya dan pujilah Si Kecil saat ia bisa mengalahkan rasa takutnya.

Besarkan hatinya dengan kata-kata sehingga motivasi anak tumbuh. Orangtua juga bisa mendiskusikan masalah ini dengan guru agar dapat bekerja sama menemukan jalan keluar yang maksimal. 

Nah, jika masalah anak adalah soal diganggu temannya, apalagi sudah menuju bulan April yang notabene bulannya anak-anak berlomba-lomba usil, Moms bisa tengok promo April Mop di Orami juga agar tidak pusing.

Moms senang, Si Kecil juga bisa lebih senang!

(HEI)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.