25 Agustus 2019

3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys

Jangan sampai sex toys malah berubah bentuk dan tekstur

Seks jadi hal penting dalam kehidupan berpasangan, untuk meluruhkan stress setelah beraktivitas di depan komputer, atau bekerja di lapangan dengan tekanan yang cukup tinggi.

Dilakukan dengan pasangan ataupun sendirian, seks bisa jadi pilihan rekreasi jika kita tidak bisa pergi traveling untuk refreshing.

Namun, jika Moms atau Dads susah ketemu, atau memang merasa lebih nyaman melakukannya sendiri, tidak jadi masalah, asalkan sudah tahu risikonya.

Well, untuk Moms atau Dads yang terbiasa melakukan aktivitas seksual sendiri, biasanya punya alat bantu atau sex toys.

Termasuk bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, membersihkan sex toys juga sama pentingnya untuk dilakukan oleh para penggunanya.

Apalagi kalau Moms atau Dads termasuk orang yang aktif melakukan solo sex, alat bantu ini punya kemungkinan menjadi penyebab infeksi yang bisa menimbulkan penyakit.

Karenanya membersihkan sex toys secara rutin itu penting!

Moms and Dads perlu tahu cara yang benar membersihkan sex toys, agar jangan sampai malah menimbulkan kerusakan yang berimbas pada tubuh dan kesehatan.

Di sini Orami membantu merangkum apa saja yang harus diketahui, dan langkah apa yang harus dilakukan untuk membersihkan sex toys.

Baca Juga: 3 Manfaat Sex Toys Dalam Hubungan Suami Istri

1. Cari Tahu Bahan Sex Toy

3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys 01.jpg
Foto: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys 01.jpg (engadget.com)

Foto: engadget.com

Langkah pertama dalam membersihkan sex toys adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu, apakah benda itu dibuat dengan bahan berpori atau tidak.

Jika punya pori, artinya ada lubang-lubang kecil yang dapat menjadi sarang bakteri, jamur, dan kotoran pada umumnya, yang dapat memicu terjadinya infeksi dan penyakit.

Menurut pakar pendidikan seks, Lisa Finn, dalam obrolannya dengan self.com, jika sex toys tidak berpori, tidak akan ada lubang, sehingga segala bentuk mikroorganisme cenderung tidak bertahan di dalamnya.

Dengan begitu, risiko adanya bakteri, jamur, dan kotoran lain pun jauh lebih kecil, atau bahkan tidak ada.

Lisa Finn juga menjabarkan apa saja bahan berpori yang biasa dipakai untuk sex toys, di antaranya seperti elastomer atau karet yang aman untuk kulit, jelly rubber, sensafirm dan UR3 yang membuat sex toys terasa seperti kulit asli, dan juga lateks yang sebenarnya tidak disarankan untuk sex toys ataupun kondom.

Sedangkan bahan yang tidak berpori yang pada umumnya dipakai untuk sex toys seperti acrylonitrile butadiene styrene (ABS) plastic, sejenis plastik keras yang keras.

Bisa juga memakai sorosilicate glass, seperti bahan pada Pyrex atau sejenisnya.

Jenis kaca yang dipakai dalam gelas soda juga termasuk bahan tak berpori yang dipakai untuk sex toys.

Dan yang terakhir adalah logam, seperti stainless steel atau emas.

Untuk memastikan bahan apa yang ada dalam sex toys milik Moms, coba saja cari tahu dari kemasannya, atau lewat mesin pencari di internet.

Baca Juga: Cara Melakukan Phone Sex dengan Percaya Diri untuk Meningkatkan Hubungan Seksual

2. Cuci Segera Setelah Digunakan

3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys 02.jpg
Foto: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toys 02.jpg (Hypebae.com)

Foto: hypebae.com

Meskipun sex toys dengan bahan berpori lebih rentan terjangkit bakteri dan jamur, bukan berarti jika Moms and Dads punya sex toys dengan bahan yang lebih aman boleh mengabaikan step ini.

Terlepas dari apakah bahan sex toys milik Moms and Dads berpori atau tidak, wajib hukumnya untuk selalu mencuci sampai bersih dan mengeringkannya segera tiap kali selesai dipakai.

Mengingat vagina juga bisa menjadi sarang bakteri dan jamur, pemakaian sex toys berisiko memindahkan bakteri dan jamur itu juga ke dalam alat tersebut.

Namun menurut Lauren Streicher, M.D., seorang profesor kebidanan dan kandungan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, Feinberg School of Medicine, hal ini tidak terlalu berisiko.

Vagina sudah terbiasa dengan mikroorganisme tersebut, sehingga mereka tidak benar-benar menjadi ancaman.

Yang ditakutkan adalah, jika Moms mengidap penyakit menular seksual, dan bekteri atau jamur pembawanya menempel di sex toys yang dipakai, maka bisa terjadi kemungkinan penularan saat benda itu dipakai bersama pasangan nantinya.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Moms Butuh Quickie Sex dengan Pasangan

3. Cuci Juga Sesaat Sebelum Digunakan

3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toy 03.jpg
Foto: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Membersihkan Sex Toy 03.jpg (kickstarter.com)

Foto: kickstarter.com

Merasa sudah mencuci sex toys sampai bersih setelah pemakaian sebelumnya, bukan berarti benda tersebut bisa langsung digunakan lagi.

Moms anda Dads harus mencuci lagi alat tersebut sesaat sebelum memakainya lagi.

Kita tak pernah tahu jika ada bakteri dan jamur yang menempel dari benda-benda lain di sekitar tempat penyimpanannya bukan?

Menurut Dr. Laurie Mintz, pakar seksualitas dan penulis buku Becoming Cliterate, membersihkan sex toys bisa dilakukan dengan air hangat.

Pada Popsugar, dia menjelaskan bahwa penggunaan air untuk membersihkan sex toys ini juga harus sesuai dengan kondisi barangnya.

Jika sex toys tersebut ada mesin yang digerakkan dengan baterai, maka disarankan untuk membaca cara perawatan yang biasanya ditulis dalam kemasannya.

"Pada umumnya, Anda tidak bisa merendam mainan bermesin ke dalam air. Anda perlu mengeluarkan baterai sebelum membersihkannya, atau hanya menggunakan kain lembab dengan sabun. Jika mainan tidak bermesin, biasanya Anda bisa membersihkan seluruh bagian produknya di bawah air mengalir," Dr. Laurie Mintz menjelaskan.

Well, sekarang Moms and Dads sudah tahu langkah-langkah sebelum membersihkan sex toys.

Jangan ada alasan lagi untuk tidak segera membersihkannya setelah dan sebelum digunakan ya.

Karena ini penting sekali untuk menghindari penyakit dan hal-hal lain yang tidak diinginkan.

(DEW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.